UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar

Nih, Dalang di Balik Pekatnya Sungai Ahmad Yani Banjarmasin

- Apahabar.com Sabtu, 25 Juli 2020 - 21:38 WIB

Nih, Dalang di Balik Pekatnya Sungai Ahmad Yani Banjarmasin

Teka teki di balik pekatnya Sungai Ahmad Yani, Kilometer 2, Kota Banjarmasin, akhirnya terungkap. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Teka teki di balik pekatnya Sungai Ahmad Yani, Kilometer 2, Kota Banjarmasin, akhirnya terjawab.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin menemukan sumber limbah itu berasal dari toko di samping showroom mobil setempat.

Tokok yang menjual bahan-bahan pertanian ini sumber dari limbah B3 yang mulanya diduga oli bekas.

“Oli bekas mengalir ke sungai karena penampungannya di toko itu bocor,” ujar Kabid Pengawasan DLH Banjarmasin, Wahyu Hardi Cahyono kepada apahabar.com, Sabtu (25/7).

Wahyu telah meminta pemilik toko untuk menambal kebocoran tempat penampungan oli bekas tersebut.

Kemudian Senin depan (27/7), pihaknya akan memanggil pemilik toko untuk pembinaan dan membuat Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL).

“Kita berikan pengarahan dan membuat surat pernyataan bermaterai. Jika melanggar akan kami gugat,” tegas Wahyu.

Tak hanya itu, DLH juga telah mengetahui hasil uji laboratorium sampel limbah yang diambil saat pemeriksaan.

Di mana ternyata tidak hanya kandungan oli bekas, limbah itu juga berasal dari cairan kimia bahan-bahan pertanian yang dijual.

“Hasilnya minyak dan lemak semuanya di atas baku mutu air yang ditetapkan,” tegasnya lagi.

Sebelumnya, hampir sepekan terakhir warga diresahkan dengan keberadaan limbah yang mengendap di sungai jalan Ahmad Yani Km 2 Banjarmasin.

Endapan lumpur yang diduga kuat bercampur dengan oli bekas itu mengakibatkan air sungai menjadi coklat kehitam-hitaman, bahkan menimbulkan bau busuk.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Terjaring Razia, Pasangan Mesum di Tanah Laut Ngumpet di Bawah Kasur
apahabar.com

Kalsel

Bagi 500 Paket Sembako, Fahrani Utamakan Kader Ansor dan Warga Terdampak Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Hasil Pelacakan, 5 Warga Tanbu Positif Covid-19
banjir

Kalsel

Ketinggian Banjir Capai Pinggang Orang Dewasa, 7 Kelurahan di Banjarbaru Terdampak Paling Parah
apahabar.com

Kalsel

Tanbu Siapkan 300 Ribu Hektar Dukung Pemindahan Ibukota
apahabar.com

Kalsel

Rahasia Nasruddin Naba Bikin Durian Si Mangkal Jadi Buah Unggulan
apahabar.com

Kalsel

Dukung Maklumat Kapolri, PMII Distribusikan Ratusan Sembako di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Jaksa di Kotabaru Berikan Pemahaman Hukum untuk Kaum Millenial
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com