OTT KPK di Amuntai HSU: Kadis PU hingga Eks Ajudan Bupati Diamankan, Modusnya Fee Proyek BREAKING! Polisi HSU Bekuk Pembunuh Brutal di Amuntai Tengah Terbongkar! Pembunuh Paman Es Kandangan Pura-Pura Anak di Bawah Umur Usai Penarikan Besar dalam Persediaan AS, Harga Minyak Melonjak OTT di Amuntai HSU, KPK Tangkap Pegawai-Pengusaha hingga Segel Ruang Bidang

Nikah di New Normal, Penghulu Masih Deg-degan

- Apahabar.com     Jumat, 3 Juli 2020 - 14:37 WITA

Nikah di New Normal, Penghulu Masih Deg-degan

Kepala KUA Banjarbaru Utara, Rimy Herdian. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARBARU – Memasuki new normal, nikah di tengah pandemi Covid-19 diizinkan, namun ada pra syarat yang harus dipenuhi. Terlebih bagi calon mempelai yang akan melangsungkan pernikahan di luar Kantor Urusan Agama (KUA).

Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam telah mengeluarkan edaran terkait prasyarat pelayanan nikah di luar Kantor Urusan Agama (KUA).

“Sebenarnya kami serba salah. SOP seperti PAD itu tidak ada, yang dianggarkan KUA memang minim. Jadi kami berinisiatif sendiri,” ungkap Kepala KUA Banjarbaru Utara, Rimy Herdian kepada apahabar.com, Jumat (3/7).

Walaupun belum ada edaran resmi penggunaan wajib alat pelindung diri, pihaknya berinisiatif tetap mewajibkan penggunaan APD saat melangsungkan pernikahan. Seperti menggunakan face shield, masker dan sarung tangan.

“Kami riskan juga karena ada teman di Jawa sudah terpapar setelah menikahkan orang lain. Kalau tidak pakai sarung tangan, tidak jabat tangan,” beber dia.

Bahkan di beberapa acara, dia juga menawarkan kepada calon pengantin untuk tidak melakukan jabat tangan saat proses ijab kabul. Namun, hal itu kembali lagi pada kesepakatan kedua belah pihak.

“Kan bukan merupakan salah satu rukun juga. Intinya sama-sama menjaga, karena kita tidak tahu apakah kita sebagai yang menularkan atau ditularkan,” jelasnya

Kendati demikian, sejauh ini pelaksanaan nikah di era new normal tidak ditemui kendala berarti. Untuk pendaftaran proses pernikahan sudah terkoneksi secara digital melalui laman resmi Simkah (Sistem Informasi Manajemen Menikah).

“Pendaftaran dan pelaksanaannya tidak ada masalah. Tidak ada batasan kalkulasi jumlah nikah, kalua ada kesulitan masih bisa kita bantu,” tutupnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Musnita Sari - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Masjid di India Fasilitasi Pernikahan Pasutri Hindu

Religi

Masjid di India Fasilitasi Pernikahan Pasutri Hindu
apahabar.com

Habar

Umat Islam Wajib Tahu, Ini Lima Anak Nabi Muhammad SAW
apahabar.com

Habar

Polda Kalsel Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Terkait Pengamanan Haul Guru Sekumpul
apahabar.com

Habar

Hadiri Haul Datu Amin, Guru Zuhdi Ingatkan Pentingnya Bersyukur
apahabar.com

Habar

Berziarah ke Kelampayan, Kiai Ma’ruf Disambut Keturunan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari
apahabar.com

Habar

Pakar Pendidikan: Generasi Islam, Generasi Unggul
Dirjen

Habar

Dirjen Haji Tegaskan Pembimbing Haji Harus Profesional
apahabar.com

Habar

Pelayanan Haji dan Umrah Tetap Jalan, Kemenag: Hanya Ada Pembatasan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com