Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Operasi Jantung Senilai 200 Juta Tanpa Biaya?

- Apahabar.com Jumat, 24 Juli 2020 - 11:19 WIB

Operasi Jantung Senilai 200 Juta Tanpa Biaya?

Tunjukkan KIS, Ida Ruslainy saat di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Barabai. Foto-Reza for apahabar.com.

apahabar.com, BARABAI – Ida Ruslainy (59) mendamping sang suami saat operasi jantung di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Suaminya mengalami pembengkakan pada pembuluh darah besar atau Aorta. Biaya operasi yang didapat pensiunan ASN ini dari berbagai informasi, mencapai Rp200 juta.

“Kalau tidak salah, suami saya dipasangkan alat seperti jaring di aortanya, nggak bisa membayangkan kalau alat seharga 200 juta itu harus beli sendiri,” kata Ida belum lama tadi di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Barabai.

Beruntung dia memilik Jaminan Kesehatan Nasional berupa Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Dari sini saya merasakan manfaat program dari BPJS Kesehatan ini,” ujar Ida.

Warga Desa Banua Jingah Kecamatan Barabai ini menjadi saksi betapa mudah dan bermanfaatnya program tersebut saat mendampingi sang suami menjalani operasi hingga perawatannya.

Ida pada awalnya tidak terlalu mengetahui manfaat menjadi peserta Askes pada zamannya yang kini telah berubah menjadi JKN-KIS. Yang ia ketahui hanya tiap bulan gaji dan uang pensiunanya sekarang dipotong untuk iuran Program BPJS Kesehatan itu.

Hal itu berawal dari sang suami yang terkena pembekakan pada pembuluh darah besar atau aorta.

Saat dirujuk ke RSUD H Damanhuri Barabai, ternyata dirujuk kembali ke RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan.

“Dari situlah saya direkomendasikan untuk dirujuk ke RSCM Jakarta setelah dapat rujukan dari RSUD Ulin Banjarmasin, dan di Jakarta itu saya baru merasakan manfaat BPJS Kesehatan sebenar-benarnya,” aku Ida.

Ida mengatakan, selama di RSCM suaminya mendapatkan penanganan bedah dan dirawat selama 25 hari.

“Hanya keluar biaya fotokopi untuk administrasinya, juga ongkos perjalanan dan makan sehari-hari saya sendiri, selebihnya tidak ada bayar sama sekali,” ucap syukurnya.

Ia pun juga mencari tahu kepada petugas medis di sana berapa biaya jika tidak menggunakan KIS.

“Kalau tidak salah, alat yang dipasangkan ke suami saya semacam jala, katanya seharga 200 juta rupiah,” ungkapnya.

Selain itu, walaupun tanpa dipungut biaya sama sekali, Ida juga merasakan pelayanan yang sangat memuaskan.

“Pelayanannya bagus, makanannya enak, bersyukur sekali pokoknya, alhamdulillah,” terang Ida.

Ida berharap agar layanan yang diberikan BPJS Kesehatan baik di BPJS Kesehatan sendiri maupun di fasilitas kesehatannya dapat merata dan seluruhnya dapat terlayani dengan baik.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: HN Lazuardi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

BPJS

BPJS Kesehatan Barabai

BPJS Barabai dan Banjarmasin Perkenalkan Tim Kemitraan PERJAKA
Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah KTTI, BPJS Kesehatan RI Siap Jalankan Amanah

BPJS Kesehatan Barabai

Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah KTTI, BPJS Kesehatan RI Siap Jalankan Amanah
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Bupati Batola Putus Kerja Sama, BPJS Kesehatan Banjarmasin Angkat Bicara

BPJS Kesehatan Barabai

Beranjak dari Pengalaman, Kepala Perusahaan Ini Daftarkan JKN-KIS Karyawannya
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

JKN-KIS dan Prinsip Gotong Royong, Agus Punya Pengalaman
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Jalan Kaki Telusuri Nusantara, Pria asal Sumedang Berbekal JKN KIS
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Simak Perinciannya
Gandeng Kejari HST, BPJS Kesehatan Barabai Tertibkan Pemberi Kerja Tak Patuh

BPJS Kesehatan Barabai

Gandeng Kejari HST, BPJS Kesehatan Barabai Tertibkan Pemberi Kerja Tak Patuh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com