ga('send', 'pageview');
Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST Nih, Hasil Swab Wali Kota Banjarmasin Usai Bertemu Nadjmi Adhani




Home Kalsel

Selasa, 7 Juli 2020 - 17:06 WIB

Ortu di Batola Boleh Larang Anak Kembali ke Sekolah

Reporter: Bastian Alkaf - apahabar.com

Memasuki tahun ajaran baru, kegiatan belajar mengajar di Barito Kuala bervariasi antara di sekolah dan dari rumah. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

Memasuki tahun ajaran baru, kegiatan belajar mengajar di Barito Kuala bervariasi antara di sekolah dan dari rumah. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Sekalipun kegiatan belajar mengajar di Barito Kuala (Batola) kembali aktif, orang tua (ortu) masih bisa melarang anak mereka kembali ke sekolah.

Sesuai keputusan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, tahun ajaran baru anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah 2020, dimulai 13 Juli 2020.

Pembelajaran dapat dilakukan melalui tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat, atau masih menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh.

Sementara di Batola, sudah dirilis Surat Edaran Bupati yang berisi pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka, lengkap dengan pedoman protokol kesehatan.

Pedoman itu di antaranya membatasi jumlah dan jam belajar siswa, serta kewajiban penerapan protokol kesehatan di semua satuan pendidikan.

Penerbitan surat edaran itu sedikit menuai pro dan kontra. Masyarakat yang mendukung ketentuan itu menganggap pengawasan belajar di sekolah lebih efektif ketimbang di rumah.

“Kami setuju saja dengan aturan itu, mengingat sudah cukup lama anak-anak berada di rumah dan belajar seadanya,” papar Wahyu, warga Jalan Veteran Marabahan.

Baca juga :  Sosialisasi Malam-malam, Polsek Banjarbaru Timur Sambangi Pos Security

“Faktanya selama di rumah, waktu belajar lebih sedikit ketimbang bermain game online. Kami juga melihat banyak anak-anak sekolah yang keluyuran, karena kurang pengawasan orang tua,” imbuhnya.

Di sisi lain, masyarakat yang kurang mendukung surat edaran itu khawatir dengan jaminan pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah.

“Andai diharuskan kembali ke sekolah, kami berharap guru lebih ketat mengawasi siswa, terutama penerapan protokol kesehatan,” cetus Maria, orang tua salah seorang siswa di SDN Marabahan 3.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Batola, Sumarji, menjelaskan pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah merupakan hasil evaluasi pelaksanaan belajar dari rumah.

“Perlu digarisbawahi bahwa aturan mengaktifkan lagi kegiatan belajar mengajar di sekolah ini bukan paksaan. Kalau orang tua masih ragu, silakan tidak mengizinkan anak mereka turun ke sekolah,” tukas Sumarji.

“Namun demikian, tujuan kegiatan di sekolah adalah agar siswa kembali aktif belajar. Faktanya sudah sebulan siswa tak belajar, sementara pembelajaran daring juga kurang maksimal,” sambungnya.

Baca juga :  Tangkapan Sabu 200 Kg di Banjarmasin, Pelaku Dibuntuti dari Kaltara

Sebelum kembali ke sekolah, Batola telah dua kali menetapkan aktivitas siswa belajar dari rumah. Tercatat kurang lebih empat bulan siswa tidak beraktivitas di sekolah.

Penerapan belajar dari rumah dimulai 23 April. Selanjutnya siswa melanjutkan libur Idulfitri hingga 2 Juni 2020.

Belum sempat siswa kembali ke sekolah, aktivitas belajar dari rumah diperpanjang lagi hingga 27 Juni 2020, dilanjutkan libur semester genap sejak 29 Juni sampai 11 Juli 2020.

“Kami yakin keputusan Bupati Batola mengaktifkan pembelajaran tatap muka lebih aman, karena kesiapan fasilitas penunjang protokol kesehatan sudah siap. Pun siswa yang hadir per hari cuma satu kelas,” beber Sumarji.

“Kasian juga anak-anak, kalau setahun terus-menerus belajar dari rumah. Sekarang dengan aturan baru, pembelajaran bervariasi antara di sekolah dan di rumah,” tandasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pasca Karhutla, Banyak Bekantan Kehilangan Tempat Tinggal
apahabar.com

Kalsel

Raperda Minol Molor, Ibnu Sina Belum Beri Kepastian
apahabar.com

Kalsel

Eksekusi Penggusuran, Isak Tangis Pecah di Kolong Jembatan Antasari
apahabar.com

Kalsel

Tantangan Pemuda Kian Berat, Ibnu Sina: Jangan Sampai Ciut!

Kalsel

Ditinggal ke Sekolah, Rumah di Sungai Tabuk Diobok-obok Maling
apahabar.com

Kalsel

Gara-Gara Ijazah, Politikus Golkar Polisikan Ketua DPRD Banjar
apahabar.com

Kalsel

Proses Terbuka Lelang Jabatan Disperkim Banjarbaru Disoal
apahabar.com

Kalsel

Siap-siap, Satlantas Polres HST Mulai Operasi Patuh Intan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com