Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Ortu di Batola Boleh Larang Anak Kembali ke Sekolah

- Apahabar.com Selasa, 7 Juli 2020 - 17:06 WIB

Ortu di Batola Boleh Larang Anak Kembali ke Sekolah

Memasuki tahun ajaran baru, kegiatan belajar mengajar di Barito Kuala bervariasi antara di sekolah dan dari rumah. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Sekalipun kegiatan belajar mengajar di Barito Kuala (Batola) kembali aktif, orang tua (ortu) masih bisa melarang anak mereka kembali ke sekolah.

Sesuai keputusan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, tahun ajaran baru anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah 2020, dimulai 13 Juli 2020.

Pembelajaran dapat dilakukan melalui tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat, atau masih menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh.

Sementara di Batola, sudah dirilis Surat Edaran Bupati yang berisi pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka, lengkap dengan pedoman protokol kesehatan.

Pedoman itu di antaranya membatasi jumlah dan jam belajar siswa, serta kewajiban penerapan protokol kesehatan di semua satuan pendidikan.

Penerbitan surat edaran itu sedikit menuai pro dan kontra. Masyarakat yang mendukung ketentuan itu menganggap pengawasan belajar di sekolah lebih efektif ketimbang di rumah.

“Kami setuju saja dengan aturan itu, mengingat sudah cukup lama anak-anak berada di rumah dan belajar seadanya,” papar Wahyu, warga Jalan Veteran Marabahan.

“Faktanya selama di rumah, waktu belajar lebih sedikit ketimbang bermain game online. Kami juga melihat banyak anak-anak sekolah yang keluyuran, karena kurang pengawasan orang tua,” imbuhnya.

Di sisi lain, masyarakat yang kurang mendukung surat edaran itu khawatir dengan jaminan pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah.

“Andai diharuskan kembali ke sekolah, kami berharap guru lebih ketat mengawasi siswa, terutama penerapan protokol kesehatan,” cetus Maria, orang tua salah seorang siswa di SDN Marabahan 3.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Batola, Sumarji, menjelaskan pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah merupakan hasil evaluasi pelaksanaan belajar dari rumah.

“Perlu digarisbawahi bahwa aturan mengaktifkan lagi kegiatan belajar mengajar di sekolah ini bukan paksaan. Kalau orang tua masih ragu, silakan tidak mengizinkan anak mereka turun ke sekolah,” tukas Sumarji.

“Namun demikian, tujuan kegiatan di sekolah adalah agar siswa kembali aktif belajar. Faktanya sudah sebulan siswa tak belajar, sementara pembelajaran daring juga kurang maksimal,” sambungnya.

Sebelum kembali ke sekolah, Batola telah dua kali menetapkan aktivitas siswa belajar dari rumah. Tercatat kurang lebih empat bulan siswa tidak beraktivitas di sekolah.

Penerapan belajar dari rumah dimulai 23 April. Selanjutnya siswa melanjutkan libur Idulfitri hingga 2 Juni 2020.

Belum sempat siswa kembali ke sekolah, aktivitas belajar dari rumah diperpanjang lagi hingga 27 Juni 2020, dilanjutkan libur semester genap sejak 29 Juni sampai 11 Juli 2020.

“Kami yakin keputusan Bupati Batola mengaktifkan pembelajaran tatap muka lebih aman, karena kesiapan fasilitas penunjang protokol kesehatan sudah siap. Pun siswa yang hadir per hari cuma satu kelas,” beber Sumarji.

“Kasian juga anak-anak, kalau setahun terus-menerus belajar dari rumah. Sekarang dengan aturan baru, pembelajaran bervariasi antara di sekolah dan di rumah,” tandasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

PSBB Banjarmasin Jilid II, Cuncung: Kurva Covid-19 Mestinya Turun
apahabar.com

Kalsel

Tak Ada Alat Uji Corona di Kalsel, DPR RI Perjuangkan Anggaran di Pusat

Kalsel

Duel Maut di Sungai Tabuk, Pria Tewas di Tangan Suami Mantan
apahabar.com

Kalsel

Waspada! 6 Wilayah Kalsel Pada Siang Hari Berpotensi Hujan Petir
apahabar.com

Kalsel

Aksi Sedekah Sampah Hasilkan Rp4,7 juta
apahabar.com

Kalsel

Tes CPNS 2019 dan Jimat Keberuntungan
apahabar.com

Kalsel

Berbeda Pilihan, Wali Kota tak Ingin Masyarakat Terpecah
apahabar.com

Kalsel

Penerima Program Keluarga Harapan di Kalsel Meningkat 100 Persen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com