Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Pagi Ini, Harga Emas Melambung Lagi

- Apahabar.com Rabu, 29 Juli 2020 - 11:33 WIB

Pagi Ini, Harga Emas Melambung Lagi

Harga emas naik. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Harga emas kembali menunjukkan tren positif.

Pagi tadi, Kamis (29/7), emas naik lagi ke rekor tertinggi baru pada akhir perdagangan.

Hal itu ketika pembuat kebijakan Federal Reserve AS memulai pertemuan yang diperkirakan akan memberikan lebih banyak stimulus moneter untuk mendukung ekonomi Amerika yang tercabik virus corona.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, naik lagi 13,6 dolar AS atau 0,7 persen menjadi ditutup pada 1.944,6 dolar AS per ounce.

Emas berjangka berhasil menembus level psikologis 1.900 dolar AS, melonjak 33,5 dolar AS atau 1,77 persen menjadi 1.931 dolar AS pada Senin (27/7/2020).

Emas berjangka juga naik 7,5 dolar AS atau 0,4 persen menjadi 1.897,5 dolar AS pada Jumat (24/7/2020), setelah terangkat 24,9 dolar AS atau 1,34 persen menjadi1.890 dolar AS pada Kamis (23/7/2020), dan menguat dua hari sebelumnya masing-masing 21,2 dolar AS dan 26,5 dolar AS.

Di pasar spot emas sempat melonjak ke rekor tertinggi 1.980,57 dolar AS, tetapi harga mundur kembali sebanyak 3,7 persen karena investor melakukan aksi ambil untung dan dolar bangkit kembali.

“Ketika Anda mendapatkan momentum kuat masuk, Anda mendapatkan banyak spekulan yang ingin menghasilkan keuntungan cepat,” kata Michael Matousek, Kepala Pedagang di Global Investors AS.

“Tidak ada yang berubah sama sekali secara fundamental, defisit dan suku bunga yang lebih rendah memicu inflasi masih akan ada di sini, jadi tidak ada alasan untuk tidak memiliki emas, sungguh.”

Investor sekarang menunggu hasil pertemuan kebijakan dua hari The Fed pada Rabu waktu setempat setelah bank sentral AS mengumumkan perpanjangan beberapa fasilitas pinjaman hingga akhir tahun.

Saham-saham jatuh ketika paket bantuan satu triliun dolar AS diumumkan oleh Senat AS yang dikuasai Partai Republik yang menghadapi penentangan dari keduanya, Demokrat dan Republik.

Ambiguitas undang-undang triliunan dolar tentu saja positif untuk emas karena menunjukkan bahwa The Fed harus mengambil langkah-langkah yang lebih akomodatif untuk mendukung perekonomian, kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Harga emas diperkirakan akan naik ke 2.300 dolar AS per troy ounce selama 12 bulan ke depan, kata Goldman Sachs, menambahkan bahwa kekhawatiran seputar umur panjang dolar AS sebagai mata uang cadangan telah mulai muncul.

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, memantul dari terendah dua tahun pada Selasa (28/7/2020) tetapi tampak cenderung melemah lebih lanjut di tengah melonjaknya kasus virus corona AS.

Sebuah laporan yang dirilis Selasa (28/7) oleh Conference Board yang berbasis di AS menunjukkan kepercayaan konsumen turun menjadi 92,6 pada Juli dari revisi 98,3 pada Juni, menunjukkan bahwa ekonomi AS mungkin memiliki jalan yang lebih panjang menuju pemulihan daripada yang diperkirakan ketika konsumen kehilangan kepercayaan pada pasar tenaga kerja dan ekonomi secara keseluruhan.

Hubungan yang tegang antara Amerika Serikat dan China juga mendukung emas. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Khawatir Gelombang Ke-2 Covid-19, Bursa Saham Tokyo Ditutup Turun
apahabar.com

Ekbis

Pertamina Tambah Stok Elpiji Kalimantan untuk Natal dan Tahun Baru
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Sebut IA-CEPA Bakal Tingkatkan Keterbukaan Perdagangan dan Investasi
apahabar.com

Ekbis

Anggota DPR Minta Minyak Goreng Wajib Kemasan Tak Membebani Rakyat
apahabar.com

Ekbis

Bank Kalsel Siap Bersaing di Era Revolusi Industri 4.0
apahabar.com

Ekbis

Stok Sembako Kaltim Aman Sampai Hari Raya
Fatayat NU Kalsel: Produk Banua Siap Go Nasional

Ekbis

Fatayat NU Kalsel: Produk Banua Siap Go Nasional  
apahabar.com

Ekbis

Investor UK Lirik KEK Maloy Kaltim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com