ga('send', 'pageview');
Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST Nih, Hasil Swab Wali Kota Banjarmasin Usai Bertemu Nadjmi Adhani




Home Kalsel

Jumat, 3 Juli 2020 - 15:32 WIB

Pakai Strategi Khusus, Proyek Kutabamara Jalan Terus

Reporter: Bastian Alkaf - apahabar.com

Wakil Bupati Batola, H Rahmadian Noor, melintas di salah satu ruas jalan Kutabamara yang menghubungkan empat kecamatan di bagian utara Batola. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

Wakil Bupati Batola, H Rahmadian Noor, melintas di salah satu ruas jalan Kutabamara yang menghubungkan empat kecamatan di bagian utara Batola. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Sudah menjadi prioritas di Barito Kuala, pelaksanaan proyek Kutabamara dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Kutabamara yang merupakan kependekan dari Kuripan, Tabukan, Bakumpai dan Marabahan, bertujuan membuka akses jalan darat yang menghubungkan empat kecamatan tersebut.

Dikerjakan sejak Hj Noormiliyani AS menjabat Bupati Batola, Kutabamara terentang sepanjang 57 kilometer.

Dari empat kecamatan, Kuripan yang paling merasakan manfaat Kutabamara. Faktanya sejak kecamatan ini berdiri, Kuripan hanya bisa dijangkau menggunakan transportasi air.

Selain menghubungkan antar kecamatan, Kutabamara juga dapat membuka akses darat Batola dengan Hulu Sungai Utara, tepatnya Kecamatan Paminggir.

Hingga akhir 2019, sudah diselesaikan pekerjaan sepanjang 16 kilometer. Ditambah hasil pekerjaan setahun sebelumnya sepanjang 17,7 kilometer, panjang ruas Kutabamara sudah sejauh 33,7 kilometer.

Baca juga :  Camat Martapura Kota Anto Setyawan Tutup Usia

Dari 33,7 kilometer tersebut, 11,2 kilometer yang sudah diaspal. Sedangkan sisanya berupa pengerasan dan pembuatan jalan baru.

Memasuki tahun anggaran 2020, tidak kurang 11 kilometer sudah selesai dikerjakan. Dari 11 kilometer itu, 5 kilometer di antaranya pengerasan jalan Tabukan Raya menuju Tamba Jaya.

Kemudian 7 kilometer lagi tinggal menunggu Provisional Hand Over (PHO). Dengan demikian, masih tersisa 15 kilometer yang harus segera rampung sebelum 2022.

“Sesuai target sebelumnya, Kutabamara harus selesai sebelum 2022,” tegas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Batola, Saberi Thanoor, Jumat (3/7).

Baca juga :  Sosialisasi Malam-malam, Polsek Banjarbaru Timur Sambangi Pos Security

“Makanya agar tidak tertunda akibat relokasi anggaran untuk Covid-19, kami menggunakan strategi khusus yang sudah dikonsultasikan dengan pimpinan,” imbuhnya.

Strategi tersebut adalah hanya membayarkan uang muka kepada kontraktor pelaksana, setidaknya hingga tahun anggaran 2020 berakhir.

“Sesuai dengan kalibrasi, uang muka paket kecil sekitar 30 persen. Sedangkan paket besar 20 persen,” beber Saberi.

Imbas strategi itu adalah Pemkab Batola mesti menanggung utang sebesar Rp45,2 miliar. Utang ini ini sekaligus menjadi beban dalam tahun anggaran 2021.

“Namun diusahakan sebagian dibayar dalam Anggaran Perubahan 2020. Kalau semuanya menjadi beban tahun anggaran berikutnya, dikhawatirkan proyek fisik banyak yang berkurang,” tandas Saberi.

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

‘Mati Suri’, Pemkab Banjar Siap Hidupkan Kembali Akbid Martapura
apahabar.com

Kalsel

Musim Hujan, Dinkes Kalsel Gencar Sosialisasi Gerakan 3M Plus
apahabar.com

Kalsel

Hujan Lokal Siang Ini
apahabar.com

Kalsel

Cerita “Kai Api” Jalani Tes Swab di RS Ansari Saleh
apahabar.com

Kalsel

Mahasiswa Kritik Pemkab Tapin
apahabar.com

Kalsel

HM Arifin Arpan Ajak SKPD Petakan Keuangan
apahabar.com

Kalsel

Iduladha di Masa Pandemi, Ketua DPRD Kotabaru Pilih Mudik
apahabar.com

Kalsel

Hendak Pipis, Bocah 4 Tahun Tewas di Sungai Barito
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com