Siram Wajah Petugas dengan Air Cabai, Tahanan BNN Kabur Brakkkk!! Mobil Relawan Kebakaran di Banjarmasin Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas Duduk Perkara Viral Pencurian RX King di Kelayan, Warga Sempat Salah Tangkap! Keluarga Tolak Otopsi, Pria Paruh Baya di Kasbah Banjarmasin Diduga Meninggal Lantaran Sakit Mayat Wanita Ditemukan Mengapung di Kawasan Pulau Buaya

Pandemi Covid-19, KUA Pengaron Sempat Layani Urusan Nikah Lewat Jendela

- Apahabar.com Selasa, 21 Juli 2020 - 15:53 WIB

Pandemi Covid-19, KUA Pengaron Sempat Layani Urusan Nikah Lewat Jendela

Kepala KUA Pengaron Muhammad Mahbub Anshari saat menunjukkan tempat pelayanan mereka saat Covid-19. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Pada saat pandemi Covid-19, pelayanan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pengaron sempat memanfaatkan jendela untuk melayani masyarakat yang ingin berurusan, termasuk soal perizinan pernikahan.

Kepala KUA Pengaron, Muhammad Mahbub Anshari menjelaskan bahwa proses pelayanan tersebut dilakukan untuk menghindari penularan Covid-19.

“Karena kemarin sempat ada beberapa yang tertular,” ujarnya pada apahabar.com, Selasa (21/7).

Pelayanan melalui jendela yang ditutup dengan plastik transfaran tersebut digelar sejak Mei hingga awal Juli.

“Pada tiga bulan tersebut pelayanan yang kita lakukan memang dipindahkan, namun untuk performa pelayanan kami tidak menurun,” jelasnya.

Kendati demikian, sambungnya, pihaknya tetap menggutamakan protokol kesehatan dengan menggunakan sarung tangan, masker, dan peralatan lainnya untuk melawan Covid-19.

Mahbub mengungkapkan, jumlah pernikahan di Kecamatan Pengaron juga menurun sekitar 0,11 persen dari bulan biasa di masa normal.

“Kalau di bulan-bulan sebelum pandemic Covid-19, dari April hingga hingga Juli sekitar 43 pernikahan. Namun sekarang, hanya 36 saja,” terang mahasiswa jebolan IAID tahun 2005 itu.

Mahbub mengimbau kepada masyarakat yang akan melangsungkan pernikahan hendaknya tetap mengurus ke KUA di masa pandemi

Covid-19. Dengan demikian, pernikahan yang dilangsungkan resmi, tidak hanya nikah siri atau secara agama saja.

“Karena nikah siri akan berdampak pada ke depeannya. Jika memiliki anak, mereka akan disulitkan dengan pembuatan akta kelahiran anak atau bahkan untuk proses masuk sekolah nantinya,” jelasnya.

“Karena ketiadaan akta nikah, maka untuk pembuatan akta kelahiran juga akan sulit, dan akan menambah waktu,” imbuh Mahbub.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: AHC 15 - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Danramil 1007-01/BT Tinjau Posko Covid-19 Swadaya Warga Banua Anyar

Kalsel

Resmi, Hadi Rahman Jabat Ketua Ombudsman RI Kalsel Periode 2021 – 2025
RS Idaman

Banjarbaru

Idaman Penuh, Wali Kota Banjarbaru Minta RS Swasta Siap Tangani Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Juara Wanita Inspiratif, Istri Serda Dwi Suprap: Tak Lepas Dukungan Suami Tercinta
apahabar.com

Kalsel

Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Warga Pasar Lima Ini Diduga ODGJ!
apahabar.com

Kalsel

PKL Siring Tendean Ingin Sampaikan Keluhan, Ibnu Sina Tak Kunjung Datang
Jokowi

Kalsel

Puluhan Penjaga Pak Jokowi Tiba di Kalsel, Bawa Ransus Marcedes hingga Motor Goldwing
Terdeteksi, Puluhan Alumnus Gowa asal Banjarbaru Ditetapkan ODP

Kalsel

Terdeteksi, Puluhan Alumnus Gowa asal Banjarbaru Ditetapkan ODP
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com