Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Pandemi Covid-19, KUA Pengaron Sempat Layani Urusan Nikah Lewat Jendela

- Apahabar.com Selasa, 21 Juli 2020 - 15:53 WIB

Pandemi Covid-19, KUA Pengaron Sempat Layani Urusan Nikah Lewat Jendela

Kepala KUA Pengaron Muhammad Mahbub Anshari saat menunjukkan tempat pelayanan mereka saat Covid-19. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Pada saat pandemi Covid-19, pelayanan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pengaron sempat memanfaatkan jendela untuk melayani masyarakat yang ingin berurusan, termasuk soal perizinan pernikahan.

Kepala KUA Pengaron, Muhammad Mahbub Anshari menjelaskan bahwa proses pelayanan tersebut dilakukan untuk menghindari penularan Covid-19.

“Karena kemarin sempat ada beberapa yang tertular,” ujarnya pada apahabar.com, Selasa (21/7).

Pelayanan melalui jendela yang ditutup dengan plastik transfaran tersebut digelar sejak Mei hingga awal Juli.

“Pada tiga bulan tersebut pelayanan yang kita lakukan memang dipindahkan, namun untuk performa pelayanan kami tidak menurun,” jelasnya.

Kendati demikian, sambungnya, pihaknya tetap menggutamakan protokol kesehatan dengan menggunakan sarung tangan, masker, dan peralatan lainnya untuk melawan Covid-19.

Mahbub mengungkapkan, jumlah pernikahan di Kecamatan Pengaron juga menurun sekitar 0,11 persen dari bulan biasa di masa normal.

“Kalau di bulan-bulan sebelum pandemic Covid-19, dari April hingga hingga Juli sekitar 43 pernikahan. Namun sekarang, hanya 36 saja,” terang mahasiswa jebolan IAID tahun 2005 itu.

Mahbub mengimbau kepada masyarakat yang akan melangsungkan pernikahan hendaknya tetap mengurus ke KUA di masa pandemi

Covid-19. Dengan demikian, pernikahan yang dilangsungkan resmi, tidak hanya nikah siri atau secara agama saja.

“Karena nikah siri akan berdampak pada ke depeannya. Jika memiliki anak, mereka akan disulitkan dengan pembuatan akta kelahiran anak atau bahkan untuk proses masuk sekolah nantinya,” jelasnya.

“Karena ketiadaan akta nikah, maka untuk pembuatan akta kelahiran juga akan sulit, dan akan menambah waktu,” imbuh Mahbub.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: AHC 15 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Siang Hari BMKG Prakirakan 5 Daerah di Kalsel Diguyur Hujan Disertai Petir
apahabar.com

Kalsel

Kunjungan Danrem 101/Antasari di Makodim Tanbu Disambut Kegiatan Bakti Sosial
apahabar.com

Kalsel

Banjar Expo, Event Menampilkan Keberhasilan Kabupaten Banjar  
apahabar.com

Kalsel

Ingin Bertemu Nabi, Keluarga Sebut Korban Miliki Gangguan Jiwa
apahabar.com

Kalsel

Kunjungi Kampung Tangguh di Tanbu, Kapolda Kalsel Ungkap 5 Strategi Penanganan Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Tembus Puluhan, Positif Covid-19 di Banjarmasin Dominan Kluster Gowa

Kalsel

Geger Muadzin di Banjarmasin Meninggal Usai Salat Zuhur
apahabar.com

Kalsel

Razia Masker di Banjarmasin, Seorang Bacalon Kepala Daerah Terjaring!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com