Dikabarkan Tertangkap Pesta Sabu, SRN Anggota DPRD Tanah Laut Buka Suara MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda Pak Jokowi, Kawasan Industri Jorong Tanah Laut Butuh Investor Baru!

Pandemi, Kaltim Dorong Petani Seriusi Budi Daya Kopyor

- Apahabar.com Selasa, 21 Juli 2020 - 15:57 WIB

Pandemi, Kaltim Dorong Petani Seriusi Budi Daya Kopyor

Ilustrasi petani kopyor. Foto: Radar Kudus

apahabar.com, SAMARINDA – Masyarakat dan petani diminta menyeriusi budi daya kelapa kopyor.

Harga komoditas itu disebut sudah sangat menjanjikan. Yakni mencapai Rp25 ribu per buah.

“Kelapa kopyor sangat menguntungkan untuk dikembangkan sebagai peluang usaha karena harga jualnya rata-rata Rp25 ribu per buah, jauh lebih mahal ketimbang kelapa muda biasa,” ujar Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim Ujang Rachmad, Selasa (21/7).

Didampingi Umani selaku Kasi Bimbingan Usaha Bidang Pengolahan dan Pemasaran, Ujang melanjutkan bahwa Dinas Perkebunan Kaltim terus mensosialisasikan peluang perkebunan komoditas kelapa kopyor dan peluang ekonominya.

Selain banyak konsumen lokal yang mencari kelapa dalam jenis kopyor ini, secara nasional pun masih kekurangan, bahkan permintaan dari luar negeri juga ada sebagai bahan pembuat kosmetik.

Umani melanjutkan bahwa kelapa dalam jenis kopyor masih minim dibudidayakan di Provinsi Kaltim, padahal kelapa ini punya sejumlah keunggulan, yakni daging buahnya tebal, empuk, dan terlepas dari tempurung, namun sedikit memiliki kadar air.

Ia menuturkan kelapa kopyor terbentuk akibat adanya proses genetik. Ada kelainan genetik pada individu tanaman yang menyebabkan tidak melekatnya daging buah pada tempurung kelapa.

Pembibitan benih kelapa kopyor hanya bisa dikembangkan melalui sistem kultur jaringan. Hal inilah yang menyebabkan perkebunan kelapa kopyor sangat minim karena pengembangan bibitnya pun masih sangat terbatas.

“Disbun Kaltim telah mengembangkan komoditas kelapa kopyor sejak tahun 2002. Saat itu kami membawa bibit dari proses kultur jaringan di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Bogor,” katanya.

Pembibitan kelapa kopyor masih terbatas karena hanya bisa dilakukan melalui teknologi pertanian kultur jaringan. Harga bibit pun tergolong mahal yang senilai Rp400 ribu hingga Rp1 juta per bibit.

Awalnya, lanjut Usmani, pihaknya menanam 109 pohon kelapa kopyor di atas lahan milik Disbun Kaltim seluas 0,5 hektare, yakni di Km 41, Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kemudian tahun 2015 ditambah lagi sebanyak 75 pohon.

Ia menjelaskan, pengembangan kelapa kopyor tidak semudah kelapa biasa. Dari ratusan pohon yang ditanam oleh Disbun Kaltim, beberapa pohon tidak berbuah, bahak ada sebagian yang mati.

Tidak berbuah dan matinya kelapa kopyor yang ditanam selain karena faktor lingkungan, tanaman ini juga sensitif sehingga diperlukan penanganan khusus.

“Lahan perkebunan kelapa kopyor tidak boleh tercampur dengan tanaman kelapa biasa dalam radius 100 meter, karena hal ini akan mempengaruhi pembuahan,” tuturnya. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Wakil Walikota Darmawan Jaya Ingin Lahirkan Interpreuner Muda di Banjarbaru
apahabar.com

Ekbis

Demo Berhenti, Rupiah Langsung Menguat
apahabar.com

Ekbis

Transaksi Sementara ISEF 2020 Capai Rp 5,30 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Inflasi Awal Februari Meningkat, Ini Catatan BI
apahabar.com

Ekbis

Bank Mandiri Raih Predikat Perusahaan Terbaik untuk Bekerja 2020 Tingkat Asia
apahabar.com

Ekbis

Pertama Kali Dalam Sejarah, Harga Minyak AS Anjlok di Bawah Nol Dolar
apahabar.com

Ekbis

Dibayangi Stimulus Covid-19, IHSG Diprediksi Melemah
apahabar.com

Ekbis

Antisipasi Ramadan, Pelindo Tambah SDM di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com