Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Pastikan Bapok Aman Saat Iduladha, TPID Sidak ke Pasar Barabai

- Apahabar.com Kamis, 30 Juli 2020 - 20:09 WIB

Pastikan Bapok Aman Saat Iduladha, TPID Sidak ke Pasar Barabai

TPID HST sidak ke Pasar Keramat Barabai, Kamis (30/7). Foto-Masrus for apahabar.com.

apahabar.com, BARABAI – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Hulu Sungai Tengah (HST) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tradisional Keramat Barabai, Kamis (30/7).

Hal itu dilakukan untuk memastikan ketersedian bahan pokok (bapok) aman dan terkendali saat Idul Adha 1441 Hijriah.

Plt Kepala Dinas Perdagangan HST, Ali Fahmi mengungkapkan umumnya stok sembako dan bahan pokok lainnya di Pasar Keramat Barabai aman terkendali.

“Tidak ada yang melonjak signifikan. Ketersediaannya pun aman. Mudah didapatkan,” ujar Ali Fahmi.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, HST Sunar Winarni mengatakan, yang menjadi perhatian pada sidak menjelang Iduladha adalah ketersediaan ayam dan bawang merah.

Dikatakan Winarni, belakangan harga kedua bapok tersebut tidak stabil.

“Tadi sudah kita cek. Untuk bawang merah harga relatif stabil dan harga ayam ada sedikit naik. Namun tidak terlalu signifikan karena memang banyaknya permintaan,” kata Winarni.

Perkiraan Winarni, setelah Iduladha, harga akan kembali stabil.

“Kami di lapangan bersama tim akan terus memantau,” tutup Winarni.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) HST, Faried Fakhmansyah mengatakan, pengendalian inflasi merupakan hal yang menjadi fokus perhatian oleh pemerintah daerah.

Kata Faried, ada berbagai program dalam menjaga 4 pilar atau 4 K dalam pengendalian inflasi itu.

Empat K yang dimaksud itu yakni, ketersedian pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.

Untuk menjaga inflasi itu, lanjut Sekda, dinas terkait harus membuat program unggulan. Agar dapat mengendalikan inflasi.

Pj Sekda yang juga Staf Staf Ahli Gubernur Bidang Ekobang Kalsel ini mencontohkan, tiap tahun ada kelangkaan bawang merah.

Itu, kata dia, disebabkan distribusi dari daerah lain sebagai pemasok terkendala. Sehingga membuat harga melambung tinggi.

Untuk itu, dia berharap ada upaya agar membuat program dengan memanfaatkan lahan untuk menanam bawang merah sendiri.

“Di saat adanya kendala distribusi dari daerah lain, tidak menutup kemungkinan kita bisa menjadi pemasok bagi daerah lain seperti program unggulan Kampung Papuyu, Haruan dan Taoman yang saat ini berhasil kita laksanakan dalam pengendalian inflasi,” tutup Faried.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Reporter: HN Lazuardi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Hulu Sungai Tengah

Wabup Berry Serahkan BLT ke Warga Hantakan
apahabar.com

Pemkab Hulu Sungai Tengah

FAKTA-FAKTA Kasus Penemuan Mayat Wanita Hamil Diduga Istri Muda Pembakal HST, Polisi Kerja Keras Ungkap Misteri Kematian
apahabar.com

Pemkab Hulu Sungai Tengah

Refocusing Anggaran, DAK Fisik di HST Terpaksa Dihentikan
apahabar.com

Pemkab Hulu Sungai Tengah

Lewat Subuh Keliling, Chairansyah-Berry Ingatkan Warga HST Taat Protokol Kesehatan
apahabar.com

Pemkab Hulu Sungai Tengah

Segera Bentuk Kampung Tangguh Siaga Covid-19, BAT Jadi Percontohan di HST
apahabar.com

Pemkab Hulu Sungai Tengah

Bupati Chairansyah Minta Peserta FKP Fokus RKPD 2021
apahabar.com

Pemkab Hulu Sungai Tengah

Kunjungi Posko Covid-19, Berry Nahdian Beri Masker Kepada Pengendara
Pasca Tragedi Minahasa, FKUB HST Deklarasi Jaga Kamtibmas di HST

Pemkab Hulu Sungai Tengah

Pasca Tragedi Minahasa, FKUB HST Deklarasi Jaga Kamtibmas di HST
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com