ga('send', 'pageview');
Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia




Home Kab. Tanah Laut

Sabtu, 11 Juli 2020 - 19:01 WIB

Pelaihari Kebanjiran, Warga Terdampak Dievakuasi

Redaksi - apahabar.com

Hujan lebat yang mengguyur kawasan pesisir Kalimantan Selatan sejak beberapa hari terakhir membuat air Sungai Tabanio meluap. Sejumlah warga di daerah terdampak dievakuasi menghindari banjir susulan. Foto: Istimewa

Hujan lebat yang mengguyur kawasan pesisir Kalimantan Selatan sejak beberapa hari terakhir membuat air Sungai Tabanio meluap. Sejumlah warga di daerah terdampak dievakuasi menghindari banjir susulan. Foto: Istimewa

apahabar.com, PELAIHARI – Hujan lebat yang mengguyur kawasan pesisir Kalimantan Selatan sejak beberapa hari terakhir membuat air Sungai Tabanio meluap.

Sejumlah ruas jalan nasional di Pelaihari menuju Tanah Bumbu sempat terputus pada Sabtu (11/7) siang tadi.

Sedikitnya, terdapat tiga kelurahan yang terendam banjir. Antara lain, Kelurahan Sarang Halang, Kelurahan Angsau, dan Kelurahan Sungai Riam.

Dari pantauan terbaru apahabar.com, air masih menggenangi sejumlah wilayah itu.

Sekitar pukul 12.00, warga menuturkan air naik dan perlahan masuk ke permukiman warga di Kelurahan Angsau.

“Itu akibat luapan sungai Tabanio di hulu dan ini Banjir terparah kedua setelah puluhan tahun silam sempat terjadi seperti ini, ” kata Muhammad Hardi, seorang warga Kelurahan Angsau dihubungi apahabar.com, baru tadi.

Dari laporannya, daerah yang dilalui aliran Sungai Tabanio seperti Desa Kunyit, Sungai Bakar, Pemalongan, Pelaihari masih terendam.

“Bahkan ada jalan di Pemalongan Kecamatan Bajuin hampir putus akibat derasnya air,” kata Hardi.

Di Kota Pelaihari sendiri daerah yang terendam, mencakup kawasan Jalan Datu Daim, Jalan Kemakmuran, Jalan Matah satu dan Jalan Samudra.

“Rumah saya yang tak jauh dari DAS Tabanio juga terendam,” katanya lagi.

Sementara Muhammad Noor, seorang warga Samudra Pelaihari mengatakan saat ini banyak warga yang mengungsi ke tempat dataran tinggi.

Sejak siang tadi, air naik bahkan sebagian merendam rumah warga. Ketinggian air saat ini di permukiman warga khususnya dataran rendah seperti Jalan Matah 1 dan Jalan Samudra dilaporkan mencapai 1,5 meter.

“Sementara dari jalan raya ketinggian air 50 centimeter,” katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tala melakukan evakuasi warga di kawasan paling terdampak banjir. Seperti daerah Matah Satu, dan Jalan Samudra.

Evakuasi warga itu disaksikan langsung Bupati Tanah Laut Sukamta, Wakil Bupati Abdi Rahman, Kapolres Tala AKBP Cuncun Kurniadi, Dandim 1009/Pelaihari Letkol Inf Adi Yoga Setyo.

“Saat ini evakuasi sekaligus pendataan warga yang terdampak masih dilakukan,” jelas Kepala BPD Tanah Laut HM Kusri dihubungi terpisah.

Sementara, genangan air yang dilaporkan sempat merendam akses jalan Pelaihari menuju Batulicin dilaporkan sudah berangsur surut.

Reporter: Ahc14/Sahriadi
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kab. Tanah Laut

Perkara Penutupan Jalan Hauling PT. DDU, Pemkab Tala Jadi Mediator
apahabar.com

Kab. Tanah Laut

Datangi Rumah Warga, Sukamta Bagikan 100 Tas Berisi Sembako
apahabar.com

Kab. Tanah Laut

AKBP Sentot Tinggalkan Tala, Sukamta Sampaikan Salam Perpisahan
apahabar.com

Kab. Tanah Laut

52 Kepala Desa Dilantik, Sukamta Ingatkan Hati-hati Kelola Anggaran
apahabar.com

Kab. Tanah Laut

Bursa Bumdes di Tala; Pamerkan Kain Sasirangan, Marning, sampai Telur Asin
apahabar.com

Kab. Tanah Laut

Sukamta Sampaikan Rancangan KUA PPAS 2021
apahabar.com

Kab. Tanah Laut

Hari Bhayangkara, Sukamta Harapkan Polisi Makin Dicintai Masyarakat
apahabar.com

Kab. Tanah Laut

Lawan Virus Corona, Pemkab Tala Bentuk Satgas Khusus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com