Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Pemerintah Harus Siapkan Rp30 Triliun untuk Vaksin Covid-19

- Apahabar.com Minggu, 26 Juli 2020 - 21:54 WIB

Pemerintah Harus Siapkan Rp30 Triliun untuk Vaksin Covid-19

Ilustrasi vaksin virus corona. Foto-Shutterstock via Kompas.com

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia telah mengkalkulasikan anggaran yang harus disiapkan untuk membeli vaksin potensial untuk melawan Covid-19 di Indonesia.

Berdasarkan perhitungannya, kurang lebih pemerintah Indonesia harus menyiapkan sekitar Rp30 triliun.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Dany Amrul Ichdan menyampaikan bahwa kalkulasi tersebut dihitung dengan menggunakan indikator Reproduction Number (RO) kasus Covid-19 di Indonesia.

Dari angka RO itulah, pemerintah bisa mengetahui berapa banyak vaksin yang dibutuhkan bagi masyarakat Indonesia.

“Katankanlah di 2 atau di 3, berarti kita itu kurang lebih perlu 174 atau 175 juta vaksin. Kalau kira-kira ini dikalikan 2 itu ada 350 juta vaksin yang kita perlukan,” kata Dany dalam diskusi bertajuk ‘Vaksin Cina, Uji Klinis Bukan Kelinci Percobaan’ yang digelar secara virtual pada Minggu (26/7), dikutip dari Okezone.com

Dany mengaku informasi yang didapat dari PT Bio farma Tbk. dan juga dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang harga per satu vaksin tersebut berkisar 5-10 dollar Amerika Serikat (AS).

Sehingga, jumlah anggaran yang dikeluarkan pemerintah dihitung dari jumlah indikator yang didapat dari RO tadi.

“Kalau katakanlah 5 dollar itu harganya dan dijual kurang lebih dengan harga yang sama, berarti negara harus mengalokasikan kurang lebih sekitar Rp25 triliun atau Rp30 triliun lah harus disiapkan. Negara harus mengalokasikan itu,” ujarnya.

Untuk diketahui, Bio Farma menerima vaksin dari Sinovac sebanyak 2.400. Nantinya, pengujian dilakukan terhadap 1.620 subjek dengan rentang usia 18-59 tahun dan dengan kondisi tertentu.

Sisanya akan digunakan untuk uji lab di beberapa lab lain di Bio Farma dan Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN).(Okz)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ingat!!! Peserta Tes CPNS Jangan Bawa ‘Jimat’
apahabar.com

Nasional

Haji 2019; Kejar Salat Arbain, Jemaah Haji Diimbau Prioritaskan Kesehatan
apahabar.com

Nasional

Edhy Prabowo Tersangkut Korupsi, Gerindra Minta Maaf kepada Presiden
apahabar.com

Nasional

Tolak RKUHP, Mahasiswa Kembali Geruduk DPRD Kalsel
apahabar.com

Nasional

Iran Deteksi 10 Kasus Baru Virus Corona, Satu Kematian

Nasional

Hashtag #Anak STM dan #MahasiswaBergerak Trending Twitter, Demo Tolak UU Cipta Kerja di Sejumlah Daerah Ricuh
apahabar.com

Nasional

Jokowi Bubarkan Gugus Tugas Covid-19, Ini Penggantinya
apahabar.com

Nasional

Mayat Tanpa Kepala di Kalteng Korban Sodomi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com