Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin Menengok Kondisi Pengungsi Banjar di Kota Idaman Banjarbaru

Pemulihan Ekonomi AS Terhambat, Rupiah Menguat Tajam

- Apahabar.com Senin, 27 Juli 2020 - 11:08 WIB

Pemulihan Ekonomi AS Terhambat, Rupiah Menguat Tajam

Ilustrasi - Petugas menata tumpukan uang Rupiah. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan menguat tajam seiring kekhawatiran terhambatnya pemulihan ekonomi Amerika.

Pada pukul 09.33 WIB, rupiah menguat 112 poin atau 0,77 persen menjadi Rp 14.498 per dolar Amerika dari sebelumnya Rp 14.610 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, mengatakan dolar AS terlihat melemah terhadap mata uang pasar berkembang dan mata uang utama dunia pagi ini.

“Pelemahan karena pasar khawatir dengan pemulihan ekonomi di AS yang bisa terhambat karena terus meningginya kasus penularan virus Covid-19 di AS dan konflik antara China yang bisa merembet ke urusan dagang kedua negara,” ujar Ariston di Jakarta, Senin (27/7).

Potensi dikeluarkannya kebijakan stimulus baru pemerintah AS senilai 1 triliun dolar AS, lanjut Ariston, juga membantu pelemahan dolar AS.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak menguat di kisaran Rp 14.500 per dolar AS hingga Rp 14.700 per dolar AS.

Pada Jumat (24/7) lalu, rupiah ditutup melemah 30 poin atau 0,21 persen menjadi Rp 14.610 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.580 per dolar AS.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Banjarmasin Alami Inflasi 0,06 Persen, Intip Pemicunya

Ekbis

Selama Libur Natal 2020, Kapal Pelni Layani 151 Ribu Penumpang
apahabar.com

Ekbis

Ekspor Sawit Kalsel April-Mei Relatif Datar
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Minta Petani Budidayakan Buah Tropis
apahabar.com

Ekbis

Akhir Tahun, Stimulus Rp1.039 Triliun Ditarget Terealisasi
apahabar.com

Ekbis

PLN Sebut WFH Sebabkan Konsumsi Listrik Meningkat
apahabar.com

Ekbis

Ekonom: RI Bakal Jadi Pengimpor Gula Terbesar Dunia Jelang Pemilu
apahabar.com

Ekbis

Bank Mandiri Raih Predikat Perusahaan Terbaik untuk Bekerja 2020 Tingkat Asia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com