Breaking News! Warga Tangkap Buaya Pemangsa di Pantai Kotabaru Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir

Peningkatan Investasi akan Pulihkan Pertumbuhan Ekonomi

- Apahabar.com Rabu, 15 Juli 2020 - 16:49 WIB

Peningkatan Investasi akan Pulihkan Pertumbuhan Ekonomi

Pengamat ekonomi Kalimantan Selatan, Muhammad Handry Imansyah. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi di Indonesia melambat. Untuk melakukan percepatan kembali, pemerintah perlu melakukan investasi dan peningkatan produktivitas.

“Investasi dan peningkatan produktivitas merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi,” ungkap Pengamat ekonomi Kalimantan Selatan, Muhammad Handry Imansyah dalam webinar RUU Cipta Kerja bersama PWI Kalsel, Rabu (15/7) sore.

Untuk menciptakan tenaga kerja, ekonomi harus terus bergulir. Sementara struktur tenaga kerja saat ini masih didominasi pada sektor informal seperti pertanian, industri dan perdagangan.

“Hanya sektor tertentu. Total factor productivity-nya negatif. Pertanian termasuk sektor yang cukup besar terdampak,” lanjutnya

Indonesia kata dia, masih tertinggal jauh dari negara ASEAN yang lain khususnya pada bidang ilmu teknologi (IT). Hal ini menjadi salah satu faktor rendahnya tingkat pertumbuhan produktivitas selama 5 tahun terakhir.

“Artinya kita sulit bersaing, sementara tetangga kita kondisi ekonominya hampir sama. Padahal ini menentukan investor asing untuk berinvestasi di suatu negara,” beber Guru besar FEB ULM ini.

Adanya investasi baru dinilainya dapat menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas. Selain peningkatan modal, juga diperlukan teknologi yang modern agar lebih produktif.

“Kuncinya investasi dan peningkatan produktivitas. Di sini, pemerintah harus investasi untuk peningkatan sumber daya manusia. Salah satunya melalui program Cipta Kerja,” imbuh dia

Secara garis besar, dia setuju atas penciptaan undang-undang Cipta Kerja. Jika melihat keperluan menarik investor, maka kebijakan ini diperlukan dalam membuat kepastian bagi semua pihak pemangku kepentingan.

“Namun semua tergantung pada pemangku kepentingan untuk menyelesaikannya sesuai dengan kepentingan nasional,” pungkas dia.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter : Musnita Sari - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Operasi Yustisi

Kalsel

Dana Cekak, Banjarmasin Galakkan Ops Yustisi Respons Kemunculan Zona Merah
apahabar.com

Kalsel

Dugaan Pelanggaran Etik Komisioner Bawaslu Kalsel: Gugatan Gugur, Adhariani Siap ke MK
apahabar.com

Kalsel

Rontok Lagi! Bawaslu RI Tolak Laporan Keberatan Denny Indrayana
apahabar.com

Kalsel

Jelang Ramadan; Toko Ini Didatangi Ratusan Pembeli Setiap Hari
apahabar.com

Kalsel

Gelar Penling, Ditlantas Polda Kalsel Berharap Siswa dan Guru Paham Aturan Lalu Lintas
apahabar.com

Kalsel

Diskusi di MAN 1 Tapin, Peran Pramuka untuk Masa Depan
apahabar.com

Kalsel

Intip Komitmen Pemkab Hulu Sungai Selatan Berantas Kemiskinan
apahabar.com

Kalsel

Efa Hotel Sediakan Paket Murah Menu Berbuka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com