Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2020, Morbidelli Pole Position, Rossi Start Ketiga, Live Trans7

Peningkatan Investasi akan Pulihkan Pertumbuhan Ekonomi

- Apahabar.com Rabu, 15 Juli 2020 - 16:49 WIB

Peningkatan Investasi akan Pulihkan Pertumbuhan Ekonomi

Pengamat ekonomi Kalimantan Selatan, Muhammad Handry Imansyah. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi di Indonesia melambat. Untuk melakukan percepatan kembali, pemerintah perlu melakukan investasi dan peningkatan produktivitas.

“Investasi dan peningkatan produktivitas merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi,” ungkap Pengamat ekonomi Kalimantan Selatan, Muhammad Handry Imansyah dalam webinar RUU Cipta Kerja bersama PWI Kalsel, Rabu (15/7) sore.

Untuk menciptakan tenaga kerja, ekonomi harus terus bergulir. Sementara struktur tenaga kerja saat ini masih didominasi pada sektor informal seperti pertanian, industri dan perdagangan.

“Hanya sektor tertentu. Total factor productivity-nya negatif. Pertanian termasuk sektor yang cukup besar terdampak,” lanjutnya

Indonesia kata dia, masih tertinggal jauh dari negara ASEAN yang lain khususnya pada bidang ilmu teknologi (IT). Hal ini menjadi salah satu faktor rendahnya tingkat pertumbuhan produktivitas selama 5 tahun terakhir.

“Artinya kita sulit bersaing, sementara tetangga kita kondisi ekonominya hampir sama. Padahal ini menentukan investor asing untuk berinvestasi di suatu negara,” beber Guru besar FEB ULM ini.

Adanya investasi baru dinilainya dapat menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas. Selain peningkatan modal, juga diperlukan teknologi yang modern agar lebih produktif.

“Kuncinya investasi dan peningkatan produktivitas. Di sini, pemerintah harus investasi untuk peningkatan sumber daya manusia. Salah satunya melalui program Cipta Kerja,” imbuh dia

Secara garis besar, dia setuju atas penciptaan undang-undang Cipta Kerja. Jika melihat keperluan menarik investor, maka kebijakan ini diperlukan dalam membuat kepastian bagi semua pihak pemangku kepentingan.

“Namun semua tergantung pada pemangku kepentingan untuk menyelesaikannya sesuai dengan kepentingan nasional,” pungkas dia.

Editor: Muhammad Bulkini

Reporter : Musnita Sari - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ketua PWI Kalsel: Wartawan Patuh pada Kode Etik
apahabar.com

Kalsel

Lama Vakum, Dispurtarsip Tapin Bertekad ‘Hidupkan’ Perpus di Desa Parigi Kacil
apahabar.com

Kalsel

Alat Kelengkapan DPRD Banjarmasin Terganjal SK Gubernur

Kalsel

VIDEO: Detik-Detik Reka Ulang Duel Maut di Sungai Lulut
apahabar.com

Kalsel

Hitungan Jam, Pengedar dan Perampas Senpi Polisi Banjarbaru Diringkus
apahabar.com

Kalsel

dr. Sulaiman Umar Dorong Eijkman Aktif Teliti Mutasi Virus SARS-CoV-2 di Indonesia
apahabar.com

Kalsel

Ramaikan Kritik Sastra Kalsel, Dewi Alfianti Rilis “Kuasa Perempuan”
apahabar.com

Kalsel

MHM Bakal Bantu UMKM Kalsel Kantongi Izin BPOM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com