Setelah Tarif 10 Kubik Dihapus, Intip Kerugian PDAM Bandarmasih Belum Dilantik, 5 Calon Kepala Dinas di Banjarmasin Dibuat Waswas Diam-Diam, Penembak Mati Kades Jirak Tabalong Sudah Divonis! Resmi, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran BirinMu ke Bawaslu Kalsel Dugaan Pelanggaran Pemilu di Kalsel, Penantang BirinMu Beber Sederet Bukti dari Amuntai

Penjualan Emas Freeport Turun 24 Persen

- Apahabar.com Sabtu, 25 Juli 2020 - 20:33 WIB

Penjualan Emas Freeport Turun 24 Persen

Ilustrasi tambang emas PT Freeport Indonesia. Foto-Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Freeport McMoran mencatat dalam laporan keuangannya semester satu mengalami penurunan penjualan.

Salah satu kontribusi penurunan ini karena penjualan emas PT Freeport Indonesia (PTFI) turun 24 persen pada semester pertama tahun ini.

CEO Freeport McMoran, Richard Adkerson menjelaskan penjualan emas PT Freeport Indonesia (PTFI) selama semester I 2020 mencapai 319 ribu ounces, turun 24 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 420 ribu ons.

Meski dari sisi produksi, mengalami kenaikan 7,3 persen dari periode yang sama tahun lalu dari 316 ribu ons ke 341 ribu ons.

“Penjualan tembaga di kuartal kedua yang tercatat naik lantaran grade bijih yang lebih baik dan tingkat pengolahan yang lebih rendah menyusul peningkatan produksi dari tambang bawah tanah. Selanjutnya, rendahnya penjualan emas disebabkan oleh penjadwalan pengapalan,” ujar Adkerson dalam siaran resminya seperti dilansir dari Republika.co.id, Sabtu (25/7).

Adkerson menjelaskan Penurunan penjualan juga terjadi pada komoditas tembaga. Hingga Juni penjualan tembaga Freeport Indonesia per Juni 2020 hanya 299 juta pound atau turun 8 persen dari realisasi Juni 2019 sebesar 325 juta pound.

Padahal produksinya untuk tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Hingga Juni produksi tembaga mencapai 321 juta pound atau naik 18,8 persen.

Untuk kuartal II saja penjualan tembaga mencapai 181 juta pounds atau jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama yakni 125 juta pounds.

Dia menuturkan upaya peningkatan produksi bijih dari tambang bawah tanah Grasberg Block Cave dan Deep Mill Level Zone (DMLZ) berjalan cukup baik meski di tengah pandemi Covid-19.

Saat ini, produksi bijih dari kedua tambang ini tercatat sebesar 55 ribu ton per hari, lebih tinggi hampir 50 persen dari realisasi di kuartal pertama 37 ribu ton per hari.

“Di akhir kuartal kedua, kami memproduksi bijih 70 ribu ton per hari yang memiliki grade tembaga dan emas yang tinggi. Dan kami berharap di akhir 2020 bisa mencapai 95 ribu ton per hari,” kata Adkerson.

Pada kuartal II Freeport telah menambahkan 46 drawbell baru di tambang bawah tanah. Sehingga, saat ini terdapat 260 drawbell yang di lokasi tambang.

Drawbell adalah saluran batu yang digunakan untuk mengumpulkan bijih secara simultan. Sampai akhir tahun nanti, jumlah drawbell ini ditargetkan mencapai 361 buah, yakni 142 drawbell di DMLZ dan 219 drawbell di GBC.

“Yang kami lakukan sekarang adalah block cave mining dasar, memajukan muka gua, membangun drawbell, dan memulai produksi,” kata Adkerson.(Rep)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rupiah Tengah Pekan Kembali Terpapar Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Pagi Hari, Rupiah Perkasa di Rp 14.145/US$
apahabar.com

Ekbis

Gubernur BI: Tak Hanya Konsumen Jadikan Indonesia Produsen Produk Halal Global
apahabar.com

Ekbis

Imbas Lockdown di India, Impor Daging Kalsel Tertunda
apahabar.com

Ekbis

Seiring Pencairan Gaji Ke-13, IHSG Awal Pekan Menguat
apahabar.com

Ekbis

Dukung PSBB, Toyota Hentikan Produksi 5 Hari
apahabar.com

Ekbis

Telkomsel Oh My Gig Hadirkan Girl Band KPop “GFriend”
apahabar.com

Ekbis

Minyak Jatuh ke Level Terendah karena Corona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com