16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Ketika Pejabat Pemkot Banjarmasin Rame-Rame Balikan Duit Korupsi KONI

Penyerang Novel Baswedan Tak Akan Hadir di Sidang Putusan

- Apahabar.com Kamis, 16 Juli 2020 - 11:27 WIB

Penyerang Novel Baswedan Tak Akan Hadir di Sidang Putusan

Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, Ronny Bugis bersiap menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Dua pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan yang menjadi terdakwa dalam sidang putusan dipastikan tidak akan hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Sidang rencananya digelar, Kamis (16/7) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

“Dua terdakwa Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis tidak akan hadir di sidang, mereka akan mengikuti sidang lewat fasilitas teleconference,” kata Humas PN Jakarta Utara Djumyanto di Jakarta, Kamis (16/5).

Djumyanto juga merupakan ketua majelis hakim perkara tersebut sehingga pihak yang hadir di pengadilan adalah majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Utara dan para penasihat hukum.

Dalam perkara ini JPU Kejaksaan Negeri Jakarta Utara menuntut dua orang terdakwa penyerang Novel, yaitu Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, divonis 1 tahun penjara karena menilai para terdakwa tidak sengaja menyiramkan cairan asam sulfat ke mata Novel karena awalnya tidak bertujuan mengenai mata Novel.

Keduanya dituntut berdasarkan dakwaan subsider Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Novel Baswedan sendiri mengaku tidak berharap apa pun terkait vonis tersebut.

“Saya tidak taruh harapan apa pun sekalipun dihukum berat apalagi dihukum ringan karena peradilan ini sudah didesain untuk gagal, seperti peradilan sandiwara,” kata Novel Baswedan.

Menurut Novel, persidangan tersebut memiliki banyak kejanggalan sehingga putusannya juga tidak akan sesuai fakta yang sebenarnya.

“Kalau seandainya putusan berat tapi pelakunya bukan dia bagaimana? Belum lagi fakta sidang yang menjadi basis putusan, sulit bagi hakim merangkai sendiri fakta yang jauh berbeda dengan jaksa. Apakah baik putusan berat terhadap fakta yang bengkok?” tambah Novel.

Bila hakim memvonis dengan fakta yang bengkok, menurut Novel malah menjadi legitimasi untuk menutupi kajian sebenarnya dan pelaku lainnya.

“Pada dasarnya menghukum orang harus dengan fakta objektif berbasis alat bukti. Tidak boleh menghukum orang yang tidak berbuat, sekalipun yang bersangkutan menghendaki tapi tidak didukung bukti yang memadai. Jangan dipaksakan dengan mengondisikan fakta atau mengada-adakan bukti,” ungkap Novel.

Penyerangan terhadap Novel dilakukan pada pada Selasa, 11 April 2017. Sekitar pukul 03.00 WIB di asrama Gegana Brimob Kelapa Dua Depok, Ronny diminta Rahmat untuk mengantarkannya ke Kelapa Gading Jakarta Utara, sambil Rahmat membawa cairan asam sulfat (H2SO4) dalam gelas (mug) kaleng motif loreng hijau terbungkus plastik warna hitam.

Ronny mengendarai sepeda motornya pelan-pelan, dan ketika posisi Rahmat sejajar dengan saksi Novel Baswedan, Rahmat langsung menyiramkan cairan asam sulfat (H2SO4) ke bagian kepala dan badan Novel Baswedan selanjutnya atas arahan Rahmat langsung melarikan diri dengan mengendarai sepeda motornya dengan cepat.

Perbuatan keduanya mengakibatkan Novel mengalami penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan, kerusakan pada selaput bening (kornea) mata kanan dan kiri yang berpotensi menyebabkan kebutaan atau hilangnya panca indera penglihatan. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Simpan 845 Butir Pil Dextro di Bawah Kandang Ayam, IS Diringkus Anggota Polsek Bakarangan
apahabar.com

Hukum

103,86 Gram Sabu Musnah, Wabup Tapin: Luar Biasa
apahabar.com

Hukum

Duel Pick up di Kalua, Hancurkan Bengkel Warga 
apahabar.com

Hukum

Heboh Gendam di Banjarmasin, Polisi: Segera Lapor
apahabar.com

Hukum

Amien Rais Jadi Saksi Sidang Ratna Sarumpaet
apahabar.com

Hukum

Tiga Penyuap Anggota DPRD Kalteng Dituntut 2,5 Tahun Penjara
apahabar.com

Hukum

Pengungkapan Kasus Pembunuhan, Kedok 2 Napi Asimilasi LP Teluk Dalam Terkuak
apahabar.com

Hukum

Duh, Dari Siswa Siswi Diduga Pesta Miras Hingga Pasangan Mesum Digerebek Warga Di Kamar Kost Martapura
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com