Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Pergantian Sopir, Pengangkutan Sampah di Anjir Muara Terganggu

- Apahabar.com Rabu, 29 Juli 2020 - 16:21 WIB

Pergantian Sopir, Pengangkutan Sampah di Anjir Muara Terganggu

Sampah menumpuk di bawah jembatan Anjir Muara Kota yang berdekatan dengan pasar mingguan. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Sudah nyaris dua pekan, pedagang dan pembeli di Pasar Anjir Muara, Kecamatan Anjir Muara, terganggu bau tidak sedap dari sampah yang menumpuk.

Pasar tradisional yang terletak di desa Anjir Muara Kota, tepatnya di Jalan Trans Kalimantan Kilometer 25 itu, beroperasi setiap Kamis dan Minggu.

Namun dalam dua pekan terakhir, aktivitas di pasar tersebut diganggu bau kurang sedap dari tumpukan sampah yang meluber di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Disinyalir akibat TPS sudah meluber, beberapa tumpukan sampah juga ditemukan di atas maupun kolong jembatan yang berada di lingkungan pasar.

“Tentu saja kami terganggu bau, terutama karena sampah sudah bercampur dengan makanan,” papar Ibrahim, salah seorang pedagang.

“Biasanya sampah di pasar selalu diangkut seminggu sekali. Sekarang sudah dua minggu tidak diangkut,” sambungnya.

Selain sampah dari pasar, TPS tersebut juga digunakan warga terdekat. Sementara terdapat TPS lain yang sebenarnya sudah diangkut setiap hari.

“Kami berharap pengangkutan dilakukan seperti biasa, karena sampah warga dan pasar ditumpuk di tempat yang sama,” timpal pedagang lain bernama Jali.

Sementara Kepala UPT Kebersihan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Kuala, Supardi mengakui situasi yang terjadi.

“Penumpukan itu disebabkan keterlambatan pengangkutan, terutama setelah perubahan jadwal sopir truk pengakut. Ini hanya miskomunikasi dan segera kami benahi,” ungkap Supardi, Rabu (29/7).

UPTD Kebersihan sendiri menyediakan 11 truk pengangkut. 6 dioperasikan di kawasan selatan yang meliputi Kecamatan Tamban, Mekarsari, Anjir Pasar, Anjir Muara, Alalak dan Mandastana.

Sedangkan 5 truk lain beroperasi di Barambai, Marabahan, Cerbon dan Rantau Badauh atau kawasan utara Batola.

Dari 11 armada, sampah yang diangkut setiap hari ke TPA Tabing Rimbah mencapai 25 ton. Selanjutnya 15 ton di antaranya dikirim ke TPA Regional Banjarbakula di Banjarbaru.

“Kami juga berharap masyarakat supaya membuang sampah di tempat yang disediakan. Insya Allah kami siap melayani pengambilan, sepanjang lokasi masih bisa dimasuki dump truck,” tandas Supardi.

Editor: Muhammad Bulkini

Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dua Pasien Covid-19 Sembuh Berasal dari Tabalong dan Kabupaten Banjar

Kalsel

Kebakaran Hebat di Veteran Banjarmasin, Pasha Ikut Berduka
apahabar.com

Kalsel

Caleg Melanggar Tahapan Kampanye Disidang
apahabar.com

Kalsel

Jaga Benteng, Pos Terpadu Kampung Tangguh Mahelat Lebo Tegakkan Disiplin pada ‘Pendatang’
apahabar.com

Kalsel

Dana Covid-19 Banjarmasin Terpakai Rp 30 M, Terbesar untuk Apa?
apahabar.com

Kalsel

Lewat Musik, Musisi Banjarmasin Galang Dana untuk Penderita Tumor
apahabar.com

Kalsel

Momen Haornas 2019, BNN Kalsel Gaungkan Perangi Narkoba
apahabar.com

Kalsel

Amalia, Siswa MAN 1 HST Bangga Jadi Paskibraka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com