Update Saham Jerman, Indeks DAX 30 Naik 49,46 poin Lebaran Pertama, Rumah hingga Jalan Provinsi di Satui Tanah Bumbu Terendam BREAKING! Hari Pertama Lebaran, Sejumlah Desa di Haruyan HST Terendam Banjir Banjir di Satui Tanbu, Ratusan Jiwa Mengungsi Banjir di Haruyan HST Berangsur-Angsur Surut, BPBD Imbau Warga Tetap Siaga

Pergantian Sopir, Pengangkutan Sampah di Anjir Muara Terganggu

- Apahabar.com Rabu, 29 Juli 2020 - 16:21 WIB

Pergantian Sopir, Pengangkutan Sampah di Anjir Muara Terganggu

Sampah menumpuk di bawah jembatan Anjir Muara Kota yang berdekatan dengan pasar mingguan. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Sudah nyaris dua pekan, pedagang dan pembeli di Pasar Anjir Muara, Kecamatan Anjir Muara, terganggu bau tidak sedap dari sampah yang menumpuk.

Pasar tradisional yang terletak di desa Anjir Muara Kota, tepatnya di Jalan Trans Kalimantan Kilometer 25 itu, beroperasi setiap Kamis dan Minggu.

Namun dalam dua pekan terakhir, aktivitas di pasar tersebut diganggu bau kurang sedap dari tumpukan sampah yang meluber di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Disinyalir akibat TPS sudah meluber, beberapa tumpukan sampah juga ditemukan di atas maupun kolong jembatan yang berada di lingkungan pasar.

“Tentu saja kami terganggu bau, terutama karena sampah sudah bercampur dengan makanan,” papar Ibrahim, salah seorang pedagang.

“Biasanya sampah di pasar selalu diangkut seminggu sekali. Sekarang sudah dua minggu tidak diangkut,” sambungnya.

Selain sampah dari pasar, TPS tersebut juga digunakan warga terdekat. Sementara terdapat TPS lain yang sebenarnya sudah diangkut setiap hari.

“Kami berharap pengangkutan dilakukan seperti biasa, karena sampah warga dan pasar ditumpuk di tempat yang sama,” timpal pedagang lain bernama Jali.

Sementara Kepala UPT Kebersihan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Kuala, Supardi mengakui situasi yang terjadi.

“Penumpukan itu disebabkan keterlambatan pengangkutan, terutama setelah perubahan jadwal sopir truk pengakut. Ini hanya miskomunikasi dan segera kami benahi,” ungkap Supardi, Rabu (29/7).

UPTD Kebersihan sendiri menyediakan 11 truk pengangkut. 6 dioperasikan di kawasan selatan yang meliputi Kecamatan Tamban, Mekarsari, Anjir Pasar, Anjir Muara, Alalak dan Mandastana.

Sedangkan 5 truk lain beroperasi di Barambai, Marabahan, Cerbon dan Rantau Badauh atau kawasan utara Batola.

Dari 11 armada, sampah yang diangkut setiap hari ke TPA Tabing Rimbah mencapai 25 ton. Selanjutnya 15 ton di antaranya dikirim ke TPA Regional Banjarbakula di Banjarbaru.

“Kami juga berharap masyarakat supaya membuang sampah di tempat yang disediakan. Insya Allah kami siap melayani pengambilan, sepanjang lokasi masih bisa dimasuki dump truck,” tandas Supardi.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Dukung IKN, Sahbirin-Muhidin Siap Bangun Kawasan Ekonomi Baru
apahabar.com

Kalsel

Tekan Laju Covid-19, Camat dan Kades di Tabalong Diperintahkan Tutup Tempat Wisata
apahabar.com

Kalsel

Hujan Interupsi, Rapat Pleno Rekapitulasi KPU Banjarmasin Molor
apahabar.com

Kalsel

Kreatif, Musisi Banjarmasin Rilis Lagu ‘Jokowi Lagi!’
apahabar.com

Kalsel

KMT Ingin Eksekutif dan Legislatif Buka Ruang untuk Mahasiswa
apahabar.com

Kalsel

88,54 Persen Kasus Covid-19 Berhasil Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Belajar Jarak Jauh, Pemkot Banjarmasin Diminta Sesuaikan Anggaran
apahabar.com

Kalsel

Awan Subarkah Berharap Ada Penyegaran Posisi di Komisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com