ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Kalsel

Kamis, 2 Juli 2020 - 10:26 WIB

Perjalanan Panjang Ipda Arifin; Saat Kecil Jadi Petani, Kini Jadi Perwira Polisi

Uploader - apahabar.com

Ipda Arifin H Simbolon bersama ibundanya. Foto-Istimewa

Ipda Arifin H Simbolon bersama ibundanya. Foto-Istimewa

Tekad yang kuat membawa anak petani dari kampung kecil di Pulau Sumatera menjadi perwira polisi di Kalimantan Selatan.

apahabar.com, Muhammad Fauzi Fadilah, Rantau

Pada 9 September 1980 atau 40 tahun lalu, lahir seorang anak bernama Arifin H Simbolon di wilayah perbukitan di Desa Simbolon, Kecamatan Panai, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Arifin adalah anak petani yang sedari kecil sudah ikut bekerja membantu orang tuanya di sawah. Namun, saat itu kedua orang tuanya masih belum memiliki lahan sendiri. Mereka terpaksa harus memohon belas kasih tetangga yang bersedia meminjamkan sawahnya.

Sawah hasil meminjam itu yang berada di pinggiran lereng itu pun ditanami padi, dirawat, hingga dipanen. Setelah panen, keluarga Arifin biasanya membagikan hasil kepada pemilik lahan. Pekerjaan membantu orang tuanya itu dia lakukan hingga remaja.

Setelah lulus SMA, anak kelima dari tujuh bersaudara itu ingin mengadu nasib di perantauan. Tanah Borneo menjadi tujuannya. Kebetulan di sana ada saudara perempuan ayahnya. Kakak pertama Arifin yang lebih dulu meninggalkan kampung halaman juga sudah bertugas sebagai polisi di Polres Kotabaru, Kalsel.

Keinginannya itu segera ia wujudkan. Setibanya di Kalsel, ia langsung menuju kota Banjarbaru. Sebuah perusahan suplayer oli membuka lowongan pekerjaan. Arifin diterima sebagai karyawan. Bekerja di bengkel tak membuatnya kesulitan, sebab ia memiliki tubuh yang kekar dan sudah terlatih menjalani hidup dengan bekerja keras. Dia juga menjalani pekerjaan lain demi menyambung hidup. Lalu, pada 2001 ia sudah memiliki niat untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Namun, biaya masih menjadi kendala.

Baca juga :  Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polresta Banjarmasin Gelar Patroli Cipkon

Sampai akhirnya pada tahun 2002, saudara perempuan ayahnya menawari Arifin untuk mendaftar sebagai polisi di Polda Kalsel. Keinginan menjadi polisi seperti kakaknya memang sudah ada dibenaknya sejak lama. Berawal dari tawaran itulah secercah harapan mekar pada diri Arifin muda. Pada akhir tahun 2002, saat usianya 22 tahun, Arifin masuk seleksi bintara dan berhasil lulus. Ia bahkan berhasil menembus 50 besar dan bertengger di peringkat 49 dari 500 bintara.

Mimpi menjadi polisi sudah terwujud. Namun ternyata karirnya tidak berhenti sampai di situ. Karir Arifin terus naik. Ia kemudian ditugaskan di Polres Banjarbaru dalam waktu yang cukup lama, dari 2003 sampai 2019. Di sana, jabatan terakhirnya sebagai Kepala Unit Narkoba.

Selama menjabat sebagai Kepala Unit Narkoba, penghargaan demi penghargaan ia terima. Polda Kalsel pernsh mengganjar penghargaan saat Arifin dan rekan-rekannya berhasil menjaring peredaran empat kilogram sabu dan lima ribu pil ekstasi.

Selama bertugas membasmi narkotika, ada banyak hal yang membuat hatinya teriris. Ada rasa iba dibalik wajah tegas itu ketika melihat dan mendengar pasangan muda, anak anak, remaja, orang tua, bandar dan pengedar yang berhasil diringkus. Sering kali, para pelaku mengaku terpaksa terjun ke dunia hitam karena alasan ekonomi. Namun, Arifin menilai, alasan apapun itu tentu tidak bisa menjadi pembenaran seseorang berbuat kejahatan.

Ia pun bersyukur telah memilih jalan yang sudah ditempuh saat ini. Janjinya kepada orang tua di kampung membuatnya tetap tekun selama hidup di perantauan. Pesan orang tuanya selalu terngiang di kepalanya. Larangan merokok dari ayahnya yang sudah ia dengar sejak kecil selalu ia patuhi sampai saat ini. Pun begitu dengan nasihat-nasihat lainnya.

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Cempaka Door to Door Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru

Pada 30 September 2019, Arifin dilantik sebagai perwira di Sekolah Pembentukan Perwira Lemdiklat, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Sukabumi.

Tiga bulan setelah resmi menyandang gelar perwira, ia sempat pulang kampung dan membawa tradisi orang Banjar yakni mengadakan ‘lawatan’ di rumahnya. Semua warga ia undang. Bak selebritis, ia disambut dengan bangga oleh orang satu kampung. Saat itu ia sekaligus meminta doa dan restu orang tua untuk menjalankan tugas sebagai perwira.

Saat ini, pria berpangkat Ipda itu menjabat sebagai Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi di Polres Tapin. Perjuangannya memang tidak mudah. Tapi ketekunannya berhasil membuatnya menjadi orang sukses. Ia juga sudah berhasil meningkatkan taraf hidup orang tuanya. Jika dulu mereka harus meminjam sawah tetangga, kini orang tua Arifin sudah memiliki sawah sendiri.

“Cita-cita itu sudah terlaksana. Sebagai polisi, sekarang tinggal mengikuti alur, lalu mengabdikan diri, melayani, dan mengayomi masyarakat,” ucap Arifin, sembari mengenang masa lalunya.

Arifin memang tak menyangka bisa menjadi polisi. Lebih-lebih menjadi perwira polisi yang berprestasi. Kepada siapa pun di luar sana, ia menyampaikan pesan bahwa kesuksesan bisa diraih dengan tekad yang kuat disertai doa orang tua. Arifin sudah membuktikannya.

Editor: Puja Mandela

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tekan Hipertensi, Ini Langkah Pemkab Banjar
Gencar Patroli, Polisi Bubarkan Kerumunan Orang di Banjarbaru

Kalsel

Gencar Patroli, Polisi Bubarkan Kerumunan Orang di Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

“Urang” Banjar Peduli Uighur, Desak Pemerintah Ambil Sikap
apahabar.com

Kalsel

Paman Birin Jadwalkan Bukber Supporter Barito Putera
apahabar.com

Kalsel

Kabar Gembira untuk Paunjunan, Portal Jejangkit Dibuka Kembali
apahabar.com

Kalsel

Siap-siap, Satlantas Polres HST Mulai Operasi Patuh Intan
apahabar.com

Kalsel

Danramil 1007-01/BT Tinjau Posko Covid-19 Swadaya Warga Banua Anyar
apahabar.com

Kalsel

Pemerintah Diminta Perhatikan Cagar Budaya Kerajaan Pulau Laut
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com