Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

Polisi Gagalkan Peredaran Ratusan Gram Sabu di Kalimantan Selatan

- Apahabar.com Selasa, 21 Juli 2020 - 10:02 WIB

Polisi Gagalkan Peredaran Ratusan Gram Sabu di Kalimantan Selatan

Tersangka dan barang bukti. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pengedaran 230 gram narkoba jenis sabu digagalkan tim opsnal Subdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan pada Sabtu (18/7) malam. Pemilik barang haram itu, Helmi Nur alias Helmi (38) diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sabu yang siap edar ini sendiri telah dikemas dengan berbagai ukuran mulai dari ukuran sejumlah 11 paket dengan total 230 gram (Sabu dikemas dalam paketan 25 gram dan 50 gram). Rencananya, barang bukan tanaman golongan I itu akan diedarkan pada sejumlah tempat di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Iya, jadi Sabu ini diedarkan di wilayah hukum Polda Kalsel, sasaran peredaran sabu ini untuk dikonsumsi jaringan lokal,” kata Kasubdit I Ditreskoba Polda Kalsel AKBP Matsari, SH kepada apahabar.com di Banjarmasin, Senin (20/7).

Matsari menjelaskan, pelaku diamankan polisi saat berada dirumahnya di Jalan Trikora gang Manunggal Jaya I RT 004, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru pada Sabtu (18/7) malam sekira pukul 21.00 wita.

“Awal informasi dari masyarakat kalau di jalan Trikora gang Manunggal Jaya I sering dijadikan transaksi Narkotika. Kemudian pada 18 Juli 2020, pukul 21.00 wita tersangka ditangkap ketika berada di dalam rumah,” bebernya.

Matsari juga mengatakan, untuk mengelabui petugas, sopir freeland tersebut sembunyikan sabu di dalam toples plastik warna putih.

“Posisi barbuk tepat di bawah meja ruang tamu. Selain sabu, kami juga menyita 7 buah plastik warna silver, 1 buah plastik warna hitam, 1 buah sendok sabu, 1 bendel plastic klip serta dua unit telepon genggam,” tuturnya.

Motif ekonomi dan ingin berfoya-foya, menjadi alasan Helmi Nur alias Helmi melakukan bisnis terlarang yang dikeloni sejak 8 bulan terakhir ini.

“Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun, maksimal 20 tahun dan denda Rp800 juta sampai Rp8 miliar,” pungkas polisi yang dekat dengan awak media ini.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Eddy Andriyanto - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Kejari Ungkap Dugaan Korupsi KONI Banjarbaru Rp6,7 M
apahabar.com

Hukum

Maling Helm yang Viral, Kepolisian Ungkap Jejak Hitam Kedua Tersangka
apahabar.com

Hukum

Dua Tersangka Korupsi KNPI Tala Ditahan Lebih Lama
apahabar.com

Hukum

Belum Sepekan, Polres Banjarbaru Tangkap 5 Tersangka Kasus Narkoba
apahabar.com

Hukum

Pelaku Curanmor dan Penadahnya Dibekuk
apahabar.com

Hukum

Kronologis Oknum Satlantas Polresta Pontianak Cabuli ABG Berdalih Tindak Pelanggar Lalu Lintas
apahabar.com

Hukum

Sebarkan Foto Syur Mantan Pacar di Messenger Facebook, Pemuda Kapuas Ditangkap Polisi
apahabar.com

Hukum

Kepergok Ngumpet di Semak, Maling di Cindai Alus Martapura Bonyok Dihajar Massa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com