Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik Pukuli Korban Gegara Halangi Jalan, Supir Travel di Tanbu Ditangkap Aksi Skimming di Balikpapan: Klik Link WA, Saldo Belasan Juta Lenyap Serahkan Belasan Tuntutan, SP KEP Kawal DPRD Tabalong Sampai ke Jakarta Balita Mandi Air Comberan, PDAM Bandarmasih Dipanggil Dewan

Polri Ungkap 92 Kasus Penyelewengan Dana Bansos Covid-19, Termasuk di Kalteng

- Apahabar.com     Selasa, 21 Juli 2020 - 16:10 WITA

Polri Ungkap 92 Kasus Penyelewengan Dana Bansos Covid-19, Termasuk di Kalteng

Ilustrasi dana bantuan sosial. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Bagian Penerangan Umum Divhumas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan hingga saat ini, Polri telah mengungkap setidaknya 92 kasus dugaan penyelewengan dana bantuan sosial penanganan Covid-19 di seluruh Indonesia.

Ramadhan mengatakan bahwa puluhan kasus itu kini ditangani Satgas Khusus Pengawasan Dana Covid-19 di 18 Polda.

“Dari data yang diterima, terdapat 92 kasus penyelewengan dana bansos yang sedang ditangani 18 Polda,” kata Kombes Ramadhan di Kantor Bareskrim Polri Jakarta, Selasa (21/7).

Ramadhan merinci 92 kasus bansos Covid-19 ini sebanyak 38 kasus ditangani Polda Sumatera Utara, Polda Jawa Barat menangani 12 kasus, Polda Nusa Tenggara Barat menangani 8 kasus, Polda Riau menangani 7 kasus, Polda Sulawesi Selatan menangani 4 kasus.

Polda Banten, Polda Jawa Timur, Polda Nusa Tenggara Timur, Polda Sulawesi Tengah masing-masing menangani 3 kasus.

“Polda Maluku Utara dan Polda Sumatera Selatan masing-masing menangani dua kasus,” ujarnya.

Sedangkan Polda Kalimantan Tengah, Polda Kepulauan Riau, Polda Sulawesi Barat, Polda Sumatera Barat, Polda Kalimantan Utara, Polda Lampung dan Polda Papua Barat masing-masing menangani 1 kasus.

Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui sejumlah alasan penyalahgunaan bantuan sosial itu adalah pemotongan dana dan pembagian tidak merata, pemotongan dana sengaja dilakukan perangkat desa dengan maksud asas keadilan bagi mereka yang tidak menerima (hal tersebut sudah diketahui dan disetujui penerima bantuan).

Motif lainnya pemotongan dana untuk uang lelah, pengurangan timbangan paket sembako dan terakhir adalah tidak ada transparansi kepada masyarakat terkait sistem pembagian dan dana yang diterima.

Sebelumnya tercatat ada 55 kasus penyelewengan dana bantuan sosial yang ditangani Polri per tanggal 14 Juli 2020.

Presiden Joko Widodo telah meminta agar para penegak hukum tidak membiarkan para pejabat yang mengelola anggaran salah dalam bertindak, khususnya pada anggaran penanganan Covid-19.

Jokowi ingin penegak hukum lebih mengedepankan pencegahan ketimbang melakukan penindakan.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kiai Ma’ruf Amin Ternyata Gemari MU dan AC Milan Ketika Muda
Covid-19

Nasional

Bertambah 11.788 Kasus, Positif Covid-19 di Indonesia Sentuh 989.262 Orang

Nasional

Dua Kali Erupsi, Gunung Anak Krakatau Semburkan Kolom Abu 1000 Meter
Banjir Papua

Nasional

Banjir Papua, Ratusan Warga Mengungsi di Empat Lokasi Jayapura
apahabar.com

Nasional

Kapolda Sumut: Tersangka Bom Medan Sempat Latihan di Tanah Karo
Gunung Semeru

Nasional

Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Guguran 2.500 Meter ke Arah Tenggara
Gereja Katedral Makassar

Nasional

Polisi Ungkap 2 Pelaku Bom Bunuh Diri di Depan Gereja Katedral Makassar
definisi perempuan

Nasional

Definisi Perempuan di KBBI Dikritik Lagi, Komnas: Salah Besar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com