Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Prostitusi Online di Martapura: Cari Pelanggan via MiChat, Tarif Ratusan Ribu

- Apahabar.com Rabu, 22 Juli 2020 - 16:09 WIB

Prostitusi Online di Martapura: Cari Pelanggan via MiChat, Tarif Ratusan Ribu

Dua wanita diduga pelaku prostitusi online digiring menuju kantor Satpol PP Banjar di sebuah salon di kawasan Martapura Kota, Rabu (22/7) siang. Foto-apahabar.com/Hendra

apahabar.com, MARTAPURA – Dua wanita diduga pelaku prostitusi online di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel diamankan Satpol PP Banjar, Rabu (22/7) siang.

Dalam praktiknya, terungkap jika mereka mencari pelanggan menggunakan MiChat, sebuah aplikasi pesan gratis.

“Mereka menggunakan aplikasi MiChat. Dan itu terbukti mereka melakukan transaksi tawar menawar dari chat di Hp wanita itu, saat kami periksa,” ujar Kasat Pol PP Banjar, M Ali Hanafiah, melalui Kasi Penyelidikan dan Penyidikan, Imam Sofiar kepada apahabar.com.

Kedua wanita yang ditangkap itu berinisial RY alias YL (25) asal Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar.

Sementara satu wanita lainnya yaitu IN alias LN (49) asal Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Keduanya diamankan Satpol PP di sebuah salon, di Gang Mujahidin, Tanjung Rema, Martapura.

Dalam penggerebekan itu, petugas juga menangkap pria hidung belang yang diduga hendak mengencani YL.

Melalui hasil percakapan MiChat di Hp milik YL, petugas menemukan chat yang berisi menawarkan jasa LN.

“Dari chat itu kita temui tarif yang ditawarkan, untuk satu kali ‘main’ antara Rp 250 sampai 300 ribu,” ungkap Imam.

Menurut Imam, sesuai informasi dari masyarakat, mereka sudah beroperasi sekitar 3 bulan lamanya.

“Kabarnya sering yang datang (ke salon) adalah laki-laki yang bahkan sampai larut malam, dan sudah terjadi sekitar tiga bulan terakhir ini,” terang Imam.

Dalam interogasi kedua wanita tersebut terkesan berbelit-belit memberikan keterangan.

Meski sudah ditemukan bukti chat, namun kepada wartawan, keduanya bersikukuh tidak terlibat dalam bisnis lendir.

“Saya tidak melakukannya,” kata LN, wanita asal Pangkal Pinang ini.

Sementara pemilik salon, ML dan IS yang juga ikut dimintai keterangan mengaku tidak mengetahui karyawannya melakukan priktek esek-esek di salonnya.

“Saya tidak mengerti bagaimana prostitusi. Memang ada laki-laki yang masuk kamar, katanya mau numpang istirahat, yaudah dibiarkan aja,” ucapnya.

ML wanita paruh baya itu bilang jika kedua karyawannya itu baru saja bekerja di salonnya.

“Kalau YL itu baru tiga hari, dan LN sudah sekitar sebulan,” tutupnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Hendra Lianor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ramai-Ramai Pertanyakan Penetapan Geopark Meratus
apahabar.com

Kalsel

Pembuatan SIM Tanpa Tes di MRS Festival 2019, Benarkah?
apahabar.com

Kalsel

Sekolah di Tanbu Terancam Radikalisme, Kesbangpol Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Mangkrak Sejak Dibangun, RPH Banjarbaru Diduga Jadi Sarang Maksiat
apahabar.com

Kalsel

Edan, Dua ‘Bocah’ di Banjarbaru Kedapatan Ngamar bareng 4 Perempuan
apahabar.com

Kalsel

Operasional Feri Penyeberangan Kotabaru-Tanbu Dibatasi
apahabar.com

Kalsel

Sambangi Kediaman Mendiang Bripka Leo, Kepala BNPT: Dia Syahid
apahabar.com

Kalsel

Pembunuhan Sadis di Tapin, Keluarga Pelaku Minta Maaf
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com