Viral Korban Banjir Kalsel Lahirkan di Jukung, Nama Anaknya Unik Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir Kalsel Makan Korban Lagi, Bocah Hilang di Siring Banjarmasin Di Balikpapan, Ayah Ditangkap Gegara Anak Jual Tisu Link Live Streaming Mata Najwa Malam Ini, Kupas Tuntas Banjir Kalsel

PTUN Batalkan Keputusan Presiden Berhentikan Komisioner KPU Evi Novida Ginting

- Apahabar.com Kamis, 23 Juli 2020 - 19:53 WIB

PTUN Batalkan Keputusan Presiden Berhentikan Komisioner KPU Evi Novida Ginting

Mantan Komisioner KPU RI Evi Novinda Ginting Manik. Foto-Antara/Boyke Ledy Watra

apahabar.com, JAKARTA – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta membatalkan Keputusan Presiden Joko Widodo yang memberhentikan mantan Komisioner KPU RI periode 2017-2022 Evi Novida Ginting

“Gugatan pemberhentian Evi Novida Ginting dikabulkan seluruhnya dan dalam hal ini keputusan presiden soal pemberhentian ditunda berlakunya sampai putusan inkracht (berkekuatan hukum tetap),” kata penasihat hukum Evi, Heru Widodo saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (23/7).

Evi Novida Ginting mengajukan gugatan ke PTUN terhadap Surat Keputusan Presiden Joko Widodo bernomor 34/P Tahun 2020 yang memberhentikan dirinya secara tidak hormat per 23 Maret 2020. Gugatan itu, ia ajukan pada April 2020 lalu dan baru diputuskan pada Kamis, 23 Juli 2020.

“Dengan putusan ini, tidak boleh ada proses PAW (Pergantian Antarwaktu) di DPR dan Presiden. Atas putusan tersebut, kami berharap tergugat juga bijaksana dalam mengambil langkah berikutnya,” ujar Heru.

Dalam putusannya, Majelis Hakim PTUN Jakarta membuat 5 keputusan terhadap Evi selaku penggugat dan Presiden Joko Widodo sebagai tergugat, yaitu: 1. Mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya; 2. Menyatakan batal atau tidak sah Keputusan Tergugat Nomor 34/P Tahun 2020 tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Anggota Komisi Pemilihan Umum Masa Jabatan 2017-2022 tanggal 23 Maret 2020.

Lalu, 3. Mewajibkan tergugat untuk mencabut Keputusan Tergugat Nomor 34/P Tahun 2020 tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Anggota Komisi Pemilihan Umum Masa Jabatan 2017-2022 tanggal 23 Maret 2020; 4. Mewajibkan Tergugat merehabilitasi nama baik dan memulihkan kedudukan pengugat sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum masa jabatan 2017-2022 seperti semula sebelum diberhentikan; 5. Menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp332 ribu.

“Kami berharap, Presiden tidak berbeda bersikap dengan saat PTUN mengabulkan gugatan perbuatan melawan hukum atas pembatasan internet di Papua, yaitu tidak mengajukan banding, sehingga mengembalikan Bu Evi sebagai Komisioner KPU RI,” ujar Heru pula.

Hingga saat ini, Komisioner KPU baru berjumlah 6 orang setelah Presiden Jokowi melantik I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi sebagai pengganti Wahyu Setiawan yang menjerat kasus suap di KPK.

“Hal tersebut sebaiknya dilakukan untuk memberi kepastian hukum, dan mendukung penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020,” kata Heru pula.

Evi Novida Ginting Manik dipecat dari jabatannya sebagai Komisioner KPU oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait kasus perselisihan perolehan suara calon anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Daerah Pemilihan Kalimantan Barat 6 dari Partai Gerindra.

Selain itu, DKPP juga memberi sanksi berupa peringatan keras kepada Ketua dan empat Komisioner KPU lainnya.

DKPP menilai Evi seharusnya memiliki tanggung jawab etik lebih besar atas ketidakpatuhan hukum dan ketidakadilan penetapan hasil pemilu, mengingat jabatannya sebagai Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan dan Logistik Pemilu.

Sanksi etik berupa peringatan keras disertai pemberhentian dari koordinator divisi, merupakan kategori pelanggaran kode etik berat yang menunjukkan kinerja Evi tidak dapat dipertanggungjawabkan.(Ant)

Editor: Aprianooor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Polisi Tangkap Para Pelaku Pencabulan di Tapin
apahabar.com

Hukum

Vonis Pembunuh Tunawisma Depan Hotel Sinar Dodo Lebih Ringan
apahabar.com

Hukum

Wakar Jual Sabu di Tatah Belayung Diringkus, Seorang Berusaha Kabur
apahabar.com

Hukum

Dua Oknum ASN di Batola Gelapkan Mobil Rental
apahabar.com

Hukum

Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Puluhan Gram Emas di Pasar Kemakmuran Kotabaru
apahabar.com

Hukum

Perkelahian Maut di Pekapuran Raya, Seorang Pria Tewas Berlumuran Darah
apahabar.com

Hukum

Catatan Akhir Tahun, Kapolda: Tren Kriminalitas di Kalsel Turun
apahabar.com

Hukum

12 Tersangka Suap DPRD Malang Naik Kereta ke Surabaya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com