Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Pulihkan Ekonomi di New Normal, Repnas Kalsel: Mari Beli Produk Lokal

- Apahabar.com Selasa, 28 Juli 2020 - 14:45 WIB

Pulihkan Ekonomi di New Normal, Repnas Kalsel: Mari Beli Produk Lokal

Ilustrasi, produk lokal Kalimantan Selatan. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan masukan kepada pemerintah daerah terkait pemulihan ekonomi di tengah penerapan kebijakan new normal atau adaptasi kebiasaan baru pasca pandemi Coronavirus Disease 2019.

“Semua perlu pembenahan yang sinergi antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat,” ucap Ketua Repnas Kalsel, Nawang Wijayati kepada apahabar.com, Selasa (28/7) siang.

Menurutnya, semua sektor ekonomi harus dibenahi, meskipun terbilang cukup berat dengan kondisi penyesuaian baru saat ini.

Di antaranya seperti sektor pertanian. Di mana sektor ini harus menjadi perhatian khusus untuk menopang perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

“Ini menjadi perhatian untuk kembali bisa menopang ekonomi di saat seperti ini,” kata Nawang.

Kemudian untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), kata dia, hendaknya secara bersama-sama meningkatkan perhatian lebih dengan cara membeli produk lokal.

“Baik itu produk yang bisa dikonsumsi maupun berupa hasil karya anak Banua. Karena geliat perekonomian lokal akan berjalan dengan lebih bagus. Jika ada tamu berikan mereka souvenir atau oleh-oleh khas Kalsel,” tegasnya.

Selanjutnya dari bidang perhotelan, sambung dia, harus bekerja sama dengan sektor lainnya di industri wisata seperti pengusaha taksi, rental mobil, restoran unik, sasana kebugaran, atraksi wisata, dan pemandu wisata.

“Tentu saja kerja sama tersebut bersifat business to business yang artinya setiap pihak memperoleh untung,” katanya.

Ia berdalih, semua pelaku usaha dituntut harus kreatif dan inovatif.

“Ini tergantung dari kita semua untuk berinovasi, mengantisipasi, dan beradaptasi dengan perubahan-perubahan,” cetusnya.

Ia berharap, semua pihak bisa bekerja sama untuk mengatasi tingginya angka pengangguran imbas dari pandemi Covid-19.

“Pemerintah dan para pengusaha bekerja sama memberikan pelatihan kewirausahaan dan peluang-peluang usaha mandiri. Pembekalan terhadap SDM sangat penting,” tutupnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Jika Bersalah, Erick Thohir Minta Karyawan Garuda Mundur
apahabar.com

Ekbis

Kotabaru (Masih) Menanti Dana Bagi Hasil Migas di Blok Sebuku
apahabar.com

Ekbis

Geliat Sektor Batu Bara, Hino Buka Showroom di Tapin
apahabar.com

Ekbis

Ekspor Kalsel Turun, Ekonom Sebut “Tiongkok Effect”
apahabar.com

Ekbis

Indonesia Masih Impor Ikan dari Cina, Kenapa?
apahabar.com

Ekbis

Jelang Nataru, Pertamina Jamin Kebutuhan Gas Subsidi untuk Kalsel Aman
apahabar.com

Ekbis

Isu Lion Air Setop Operasi, Cek Faktanya
apahabar.com

Ekbis

Gairah di Tengah Pandemi, DM Beri Diskon Besar-besaran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com