Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Puluhan Badut Pengemis Terjaring di Banjarbaru, Satpol PP Serba Salah!

- Apahabar.com Rabu, 29 Juli 2020 - 15:11 WIB

Puluhan Badut Pengemis Terjaring di Banjarbaru, Satpol PP Serba Salah!

Penertiban badut yang mangkal di jalan Ahmad Yani Banjarbaru oleh Satpol PP Banjarbaru menuai kecaman netizen. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Tercatat, sudah puluhan badut terjaring razia di Banjarbaru saat mangkal di Jalan Ahmad Yani. Satpol PP punya alasannya.

Pertama, puluhan badut tersebut dinilai membahayakan baik untuk dirinya maupun pengguna jalan.

Selain dianggap mengganggu lalu lintas, sejak 22 Maret kemarin Covid-19 sudah mewabah di Kalimantan Selatan.

Interaksi masyarakat tentu terbatas, Banjarbaru tak ubahnya zona merah Covid-19 serupa Kota Banjarmasin.

“50 badut sudah terjaring, 1 badut kami sita permanen karena sudah berkali kali terjaring. Kalau mangkal di Jalan Ahmad Yani kan mengganggu pengguna jalan, karena nanti ada orang singgah pinggir jalan, bikin macet. Mengganggu jarak pandang juga,” ujar Kepala Satpol PP Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opsdal Yanto Hidayat kepada apahabar.com, Rabu (29/7) siang.

Faktanya, kata Yanto, pernah ada kejadian di mana si badut jatuh ke dalam selokan besar akibat menghindari pengendara motor.

“Nah kita menyelamatkan mereka juga, mereka pernah jatuh di selokan besar pas tikungan keluar dari parkiran Q-mall. Ini supaya jangan mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan menyelamatkan semuanya,” jelas Yanto.

Yanto tak melarang badut untuk beroperasi atau mangkal di wilayah Banjarbaru asalkan bukan di Jalan Ahmad Yani.

“Kita sebenarnya sudah ada kesepakatan mereka dilarang beroperasi di sana, kalau di jalan alternatif atau jalan selain Ahmad Yani tidak apa apa,” terangnya.

Bahkan, lanjut Yanto para badut dipersilakan beroperasi di tempat-tempat wisata, di taman-taman, dan cafe-cafe di Banjarbaru.

Karena menurutnya, fungsi badut pada dasarnya adalah penghibur, bukan badut jalanan. Tapi karena berorientasikan uang, mereka dianggap abai.

Lantas, apa alasan para badut memilih mangkal di lokasi yang dilarang ketimbang di destinasi wisata Banjarbaru?

“Sebenarnya mereka bukan orang Banjarbaru, tapi memang suka mangkalnya di Banjarbaru, seperti contohnya depan Q-mall itu kan menjanjikan, uang kembalian selesai dari parkir itu dikasihkan. Di jalan juga menjual belas kasih, jadi pendapatan lebih banyak,” ungkap Yanto.

Untuk diketahui, Satpol PP Banjarbaru sendiri sudah membuat surat kesepakatan dengan pengusaha badut untuk tidak beroperasi di jalan Ahmad Yani Banjarbaru.

Namun dikarenakan pandemi, menurut Yanto mereka tak mengindahkan kesepakatan itu dan kembali turun ke tempat yang dilarang.

“Sanksi kita ini cukup jelas, dulu jika terjaring maka 1 minggu kita tahan (kostum badutnya), lalu 1 bulan, sekarang 3 bulan. Permasalahan nya memang saat ini Covid-19 kan pendapatan turun, kita juga bingung serba salah, kita juga punya hati nurani tapi secara aturan harus ditegakkan,” terangnya lagi.

Yanto sendiri tak menampik jika banyak warganet berkomentar miring di beberapa akun sosial media Satpol PP Banjarbaru

“Banyak netizen komentar di akun sosmed kami, bilang tegalah, kasian badutnya lah,” curhatnya.

Namun ia berharap masyarakat perlahan mengerti, jika yang dilakukannya untuk kebaikan bersama.

“Kejadian ini terus saja berulang karena apa? Karena ada masyarakat yang terus memberi (uang) ketika mereka mangkal di jalanan, dan ada masyarakat yang terus melaporkan juga (badut) mengganggu lalu lintas, kami jadi serba salah,” ucapnya.

Ia sedikit memberi gambaran. Bagi para badut di Banjarbaru untuk mencontoh badut di luar provinsi. Misalnya di Jawa.

Di mana badut beroperasi di tempat tempat wisata. Dan menghibur para wisatawan dengan berbagai kostum yang dipakainya.

“Mangkal lah di tempat yang pas, bekerja lah sesuai fungsi sebagai penghibur. Intinya kami tidak melarang asal tempatnya pas dan tidak menghilangkan fungsinya sebagai penghibur,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter : Nurul Mufidah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Mangayu, Tradisi Warga di Tanbu yang Masih Bertahan
apahabar.com

Kalsel

Geger!!! Bocah Tewas di Kolam Renang Tirta Kenanga Pelaihari  
apahabar.com

Kalsel

Lagi, Pasien Hasil Tracking Btl-38 di Batola Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Sopir Travel Mendadak Meninggal Saat Bawa Penumpang
apahabar.com

Kalsel

Ops Jaran, Puluhan Bandit Ranmor Dibekuk di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Rumah Singgah di Tanbu Sudah Difungsikan
apahabar.com

Kalsel

Besok, Mobil Gunner PMI Semprotkan Disinfektan di Tanah Laut
apahabar.com

Kalsel

Rutan Marabahan Terpapar Covid-19, Satu WBP dan Petugas Positif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com