ga('send', 'pageview');
Perampokan Brutal di Kotabaru, Korban Ditusuk dan Dilempar ke Sungai Kesan Mendalam Warga Pulau Burung ke Cuncung H Maming: Relakan Gaji untuk Membuka Isolasi Gali Lubang Buat Kabur, Napi Cina Lapas Tangerang Jadi Buruan Tim Khusus Penabrak Lari yang Ngaku Polisi di Banjarmasin Ternyata Sudah Diamankan Mantan Anggota DPRD Tanbu Mahyudin alias Udin Kocak Tutup Usia

Ibunya Reaktif Tes Covid-19, Bayi di Banjarmasin Meninggal Dunia

- Apahabar.com Kamis, 9 Juli 2020 - 14:56 WIB

Ibunya Reaktif Tes Covid-19, Bayi di Banjarmasin Meninggal Dunia

Dari ribuan ibu hamil di Banjarmasin yang dirapid test, Dinkes menemukan sedikitnya 38 orang reaktif. Foto Ilustrasi rapid test-Merdeka.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Penularan Covid-19, virus mematikan asal Wuhan, China, kian menguatirkan.

Di Banjarmasin, 37 ibu hamil (bumil) dilaporkan reaktif dari rapid test oleh Dinas Kesehatan setempat. Tiga di antaranya, bahkan dilaporkan telah meninggal dunia.

Temuan perempuan reaktif itu berasal dari serangkaian tes kilat yang dilakukan terhadap 4.000 orang bumil.

Mereka diketahui hendak melahirkan, sehingga membutuhkan penanganan medis yang lebih serius.

“Secara keselurahan ibu hamil yang rapid test 4.000 dari 13.707 orang dan yang ditemukan 37 ibu hamil reaktif virus Corona,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan (P2) Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi, Kamis (9/7).

Dari data itu, Machli menyampaikan terdapat 25 orang yang telah berhasil melahirkan. Mereka pun dijadwalkan mengikuti pemeriksaan swab di puskesmas tempat tinggalnya.

Baca juga :  Kecelakaan Maut di U-Turn Guntung Manggis Banjarbaru, Pengendara Supra Tewas Seketika

Namun belum sampai di swab test, sedikitnya tiga ibu hamil yang reaktif dari rapid test meninggal dunia.

“Lalu ada anak-anak usia 11 hari yang dilahirkan ibu hamil reaktif meninggal dunia,” lanjutnya.

Kondisi tubuh wanita yang sedang mengandung sangatlah rentan terserang virus.

Apalagi pandemi Covid-19 telah mengubah seluruh kelurahan di Banjarmasin menjadi zona merah.

Karenanya, eks wakil direktur RSUD Ulin ini mengimbau supaya bumil jangan berada dalam kerumunan orang banyak.

Khususnya dalam rentan waktu 3 bulan pertama dan 3 bulan terakhir sebelum persalinan. Momen waktu tersebut sangat berisiko mengingat ibu hamil rentan stres.

Baca juga :  Gila! Pebisnis Stiker Banjarmasin Dipercaya Modifikasi Mobil Mewah Artis, Mulai Atta Halilintar, Baim Wong hingga Raffi Ahmad

“Orang hamil ini memiliki tingkat stres yang tinggi. Jadi kalau terpapar Covid-19 maka sangat berisiko sekali dan penanganan agak sulit dibandingkan orang yang tidak hamil,” tegasnya.

Setiap ibu hamil wajib mengikuti pemeriksaan rapid test terlebih dahulu. Dinkes telah mencanangkan rapid test untuk setiap ibu hamil. Sebanyak 8 ribu alat rapid test akan disebar ke 26 puskesmas di ibu kota Kalsel itu.

“Pemeriksaan rapid test ibu hamil tidak dipungut bayaran, jadi silakan datang saat mendekati kelahiran dan kita jamin biaya ditanggung Dinkes,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kabar Covid-19 di Kalsel: 18 Sembuh, 4 Meninggal Dunia
apahabar.com

Kalsel

Akhir Februari, Bangunan di Lahan RS Sultan Suriansyah Dirobohkan
apahabar.com

Kalsel

Usai Libur Lebaran, Aktivitas Perbankan di Banjarmasin Mulai Sibuk
apahabar.com

Kalsel

Patroli Bersepeda, Sabhara Polres Banjarbaru Edukasi Masyarakat di Lapangan Murjani
apahabar.com

Kalsel

Angka Kesembuhan di Kalsel 40,2 Persen, Total 2.034 Pasien Negatif Corona
apahabar.com

Kalsel

Pantau Catar Akpol Tes CAT, Kapolda Kalsel Kembali Tegaskan Prinsip BETAH
apahabar.com

Kalsel

Warga Manarap Geger, Jenazah Perempuan Ditemukan Membusuk
apahabar.com

Kalsel

Potensi Kampung Jamur Bikin Walikota Banjarmasin Tertarik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com