ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Kalsel

Kamis, 9 Juli 2020 - 14:29 WIB

Rapid Test di Banjarmasin Rp 500 Ribu, Dinkes Siapkan Sanksi

Reporter: Bahaudin Qusairi - apahabar.com

Masyarakat dilaporkan mengeluhkan tingginya biaya rapid test antibodi yang mencapai Rp500 ribu. Foto- ilustrasi rapid test massal: Dok.apahabar.com

Masyarakat dilaporkan mengeluhkan tingginya biaya rapid test antibodi yang mencapai Rp500 ribu. Foto- ilustrasi rapid test massal: Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Biaya tertinggi rapid test antibodi sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Yakni, Rp150 ribu.

Besaran biaya tes kilat itu sudah diatur dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/I/2875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Tes Antibodi. Edaran itu ditujukan bagi masyarakat yang ingin melakukan tes secara mandiri.

Menindaklanjuti SE di atas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin menerbitkan Surat Nomor: 449.1/24-YanSDK/Diskes tentang Perubahan Atas Surat Edaran (SE) Nomor: 449.1/22-YanSDK/Diskes tentang Penyesuaian Tarif Pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT).

Dalam SE itu disampaikan bahwa klinik, rumah sakit maupun laboratorium (Fasyankes) yang dapat melaksanakan rapid test dan mengeluarkan surat keterangan hasil pemeriksaan adalah Fasyankes yang sudah mendapatkan surat penunjukkan dari Dinkes Banjarmasin.

Baca juga :  Proyek Gedung Olahraga Desa Baharu Utara Kotabaru Dimulai

“Saat ini kami belum semua menujuk semua rumah sakit maupun klinik itu punya kewenangan melaksanakan rapid test,” ujar Kepala Dinkes Banjarmasin Machli Riyadi kepada apahabar.com, Kamis (9/7).

Machli menyampaikan sangat selektif memilih rumah sakit dan kliniknya. Karena tidak semua juga mengajukan permohonan memberikan sebagai fasilitas rapid test.

Dalam surat ini, Dinkes berharap pemeriksaan test kilat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan berasal dari Fasyankes.

Baca juga :  Pub Jadi Diskotik di Banjarmasin, Ibnu Sina: Tindak Segera

Tentu dengan kisaran tarif pelayanan paling tinggi sesuai aturan Kemenkes tadi, yakni Rp150 ribu.

Dinkes mengancam akan mencabut izin penunjukan dan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku bagi rumah sakit atau klinik yang bandel.

Sanksi itu apabila terbukti RS dan klinik melakukan mark-up atau harga yang tidak wajar pada tarif rapid test kepada masyarakat.

“Jika ketahuan begitu maka kita berikan sanksi kepada RS maupun klinik yang melanggar ketentuan,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui, masyarakat mengeluhkan tingginya biaya rapid test antibodi yang mencapai Rp500 ribu.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jelang Idul Adha, DLH Banjarmasin Sosialisasi Hemat Kantong Plastik
apahabar.com

Kalsel

Sukseskan Pelantikan Kepala Negara, Polsek Martapura Kota Bersama Koramil Lakukan Patroli Gabungan
apahabar.com

Kalsel

Sambut HUT ke-62 Kodam VI/Mulawarman, TNI-Polri di HST Kompak Bersihkan Taman Makam Pahlawan
apahabar.com

Kalsel

Curah Hujan Tinggi, Petani Batola Was-was Gagal Panen
apahabar.com

Kalsel

TNI AL Aktifkan Water Sport di Perairan Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Menang di MA, PT Silo Group Masih Wajib Perbaharui Amdal
apahabar.com

Kalsel

Tambah 3 Kasus Positif, Orang Dalam Perawatan Covid-19 di HST Turun
apahabar.com

Kalsel

Mahasiswa Polisafaris Rantau Gelar Aksi Peduli Korban Tsunami Selat Sunda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com