Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Rapid Test di Banjarmasin Rp 500 Ribu, Dinkes Siapkan Sanksi

- Apahabar.com Kamis, 9 Juli 2020 - 14:29 WIB

Rapid Test di Banjarmasin Rp 500 Ribu, Dinkes Siapkan Sanksi

Masyarakat dilaporkan mengeluhkan tingginya biaya rapid test antibodi yang mencapai Rp500 ribu. Foto- ilustrasi rapid test massal: Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Biaya tertinggi rapid test antibodi sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Yakni, Rp150 ribu.

Besaran biaya tes kilat itu sudah diatur dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/I/2875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Tes Antibodi. Edaran itu ditujukan bagi masyarakat yang ingin melakukan tes secara mandiri.

Menindaklanjuti SE di atas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin menerbitkan Surat Nomor: 449.1/24-YanSDK/Diskes tentang Perubahan Atas Surat Edaran (SE) Nomor: 449.1/22-YanSDK/Diskes tentang Penyesuaian Tarif Pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT).

Dalam SE itu disampaikan bahwa klinik, rumah sakit maupun laboratorium (Fasyankes) yang dapat melaksanakan rapid test dan mengeluarkan surat keterangan hasil pemeriksaan adalah Fasyankes yang sudah mendapatkan surat penunjukkan dari Dinkes Banjarmasin.

“Saat ini kami belum semua menujuk semua rumah sakit maupun klinik itu punya kewenangan melaksanakan rapid test,” ujar Kepala Dinkes Banjarmasin Machli Riyadi kepada apahabar.com, Kamis (9/7).

Machli menyampaikan sangat selektif memilih rumah sakit dan kliniknya. Karena tidak semua juga mengajukan permohonan memberikan sebagai fasilitas rapid test.

Dalam surat ini, Dinkes berharap pemeriksaan test kilat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan berasal dari Fasyankes.

Tentu dengan kisaran tarif pelayanan paling tinggi sesuai aturan Kemenkes tadi, yakni Rp150 ribu.

Dinkes mengancam akan mencabut izin penunjukan dan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku bagi rumah sakit atau klinik yang bandel.

Sanksi itu apabila terbukti RS dan klinik melakukan mark-up atau harga yang tidak wajar pada tarif rapid test kepada masyarakat.

“Jika ketahuan begitu maka kita berikan sanksi kepada RS maupun klinik yang melanggar ketentuan,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui, masyarakat mengeluhkan tingginya biaya rapid test antibodi yang mencapai Rp500 ribu.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Tabir Koperasi Maju Bersama Tersibak, Tak Terdaftar di Diskopperindag Batola

Kalsel

Tabir Koperasi Maju Bersama Tersibak, Tak Terdaftar di Diskopperindag Batola
apahabar.com

Kalsel

PSBB Resmi Diperpanjang, Banjarmasin Makin Diperketat!
apahabar.com

Kalsel

IOF, JTC, dan BAT Bantu Korban Kebakaran Pulau Sebuku
apahabar.com

Kalsel

Perampokan Maut Sungai Pinang, Emas Ratusan Juta Ikut Raib
apahabar.com

Kalsel

APK Jokowi-Ma’ruf Dirusak Lagi
apahabar.com

Kalsel

Cerita Mantan ODGJ di Rumah Singgah Baiman, Bani Rindu Keluarga
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kotabaru, 329 Terpapar
apahabar.com

Kalsel

Tatib Baru, Dewan Kota Bebas Kerja Jam Berapapun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com