Kopi Liberika Diminati Mancanegara, SPI Kalsel Sebut Mutiara Hitam Gambut Keren! OB-Sekuriti UIN Antasari Banjarmasin Juga Divaksin OTT KPK di Amuntai, Pegawai Kaget Ruang Kerja Bupati HSU Sudah Disegel Siang Ini, KSAL Bareng Menko Perekonomian Kunker Tinjau Vaksinasi-Replanting di Kotabaru Raperda Pajak HST Tuai Kritik, Jangan Matikan Usaha Kecil

Rapid Test Rp 150 Ribu, Bandara Syamsudin Noor Sambut Positif

- Apahabar.com     Rabu, 8 Juli 2020 - 15:41 WITA

Rapid Test Rp 150 Ribu, Bandara Syamsudin Noor Sambut Positif

Kementerian Kesehatan menetapkan biaya tertinggi untuk pelaksanaan rapid test adalah Rp150 ribu. Foto-Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARBARU – Saat pandemi Covid-19, pengguna jasa angkutan udara kian akrab dengan rapid test antibodi.

Kementerian Kesehatan mengumumkan biaya tarif tertinggi untuk pemeriksan tes cepat antibodi, yaitu Rp150 ribu.

“Kalau dari bandara ya positif saja menanggapinya,” ujar Humas PT Angkasa Pura 1, Bandara Internasional Syamsudin Noor, Aditya Putra Patria kepada apahabar.com, Rabu (8/7) siang.

Adanya kepastian pengaturan harga maksimal rapid test mempermudah masyarakat, utamanya dalam melakukan perjalanan udara.

Tarif Rp150 ribu itu diatur dalam surat edaran nomor HK.02.02/I/2875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Tes Antibodi. Besaran tarif itu ditujukan bagi masyarakat yang hendak melakukan tes secara mandiri.

Sebagaimana diketahui, salah satu syarat diizinkannya melakukan perjalanan udara di masa pandemi adalah menyertakan keterangan non-reaktif sesuai hasil rapid test.

Namun, ia menerangkan Bandara Syamsudin Noor sampai saat ini masih belum memfasilitasi layanan rapid test.

“Pemeriksaan rapid saat ini di klinik klinik kesehatan saja,” terangnya.

Sehingga tidak benar jika ada yang mengatakan pihak bandara termasuk maskapai memfasilitasi layanan rapid test dengan tarif tinggi.

“Enggak benar, orang kita belum ada layanan rapid test,” ungkap Adit.

Senada dengan Adit, General Manager Garuda Indonesia Cabang Banjarmasin, Tomy Chrisbiantoko mengatakan hal serupa.

“Kami tidak punya kapasitas untuk memeriksa kesehatan, tapi kami siap membantu provinsi Kalsel maupun kota Banjarmasin apabila ada program pemeriksaan rapid test gratis dengan menyiapkan tempat di kantor Garuda Indonesia, Jalan Hasanudin HM Nomor 31, Kertak Baru Ulu, Banjarmasin Tengah,” ucapnya kepada media ini.

Maskapai hanya melayani penerbangan, sedangkan untuk pemeriksaan rapid test merupakan pekerjaan dokter atau rumah sakit atau klinik.

“Itu bisa terjadi dengan kerja sama lintas profesi dan tidak masalah selama memang sudah berizin sesuai profesinya,” jelasnya.

Bahkan Tomy mengatakan lebih baik lagi jika tes cepat itu diberikan secara cuma-cuma alias gratis.

Sementara itu, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro tak menampik jika pihaknya memfasilitasi layanan rapid test itu bekerja sama dengan Dompet Dhuafa Republika.

Hal tersebut, kata dia, untuk memberikan kemudahan dan keringanan kepada setiap penumpang Lion Air Group.

Khususnya untuk pelaksanaan uji kesehatan skrining awal dan cepat (Rapid Test Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dalam memenuhi syarat untuk
melaksanakan perjalanan udara.

“Saat ini, Lion Air Group bekerja sama dengan fasilitas kesehatan dengan tarif terjangkau,” bebernya kepada apahabar.com.

Yang mana pelaksanaan rapid test Covid-19 ini, terangnya, sesuai apa yang telah dijalankan oleh Lion Air Group dengan masa berlaku selama 14 hari.

Termasuk mengikuti Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait batasan tarif tertinggi pemeriksaan rapid test antibodi.

“Biaya Rapid Test Covid-19 adalah Rp 95.000 (sembilan puluh lima ribu rupiah) (bersih/nett), sudah termasuk surat keterangan sesuai hasil dengan masa berlaku 14 hari,” jelas Danang.

Lion Air Grup, kata dia, menerapkan harga rapid test untuk seluruh penumpang maskapai berlogo singa itu, tanpa terkecuali. Itu dengan harapan kegiatan percepatan pemulihan ekonomi melalui perjalanan udara dapat segera terealisasi.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Nurul Mufidah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

AHY

Kalsel

Esok AHY Safari Ramadan ke Kalsel, Ini Agendanya
apahabar.com

Kalsel

Ke Depok, Komisi I DPRD Banjarmasin Gali Ilmu Terkait Pelayanan Masyarakat

Kalsel

Update Covid-19 Tanbu: Positif 18 Orang, Sembuh 12
Menpan-RB Bicara Isu Penghapusan Honorer: Jangan sampai Wartawan Jadi Guru

Kalsel

Menpan-RB Bicara Isu Penghapusan Honorer: Jangan sampai Wartawan Jadi Guru
Banjarmasin

Banjarmasin

Berhenti di Detik Proklamasi, Pengguna Jalan Banjarmasin Sikap Sempurna Hormati Bendera 3 Menit
apahabar.com

Kalsel

Blunder, Bupati Tanbu Wacanakan Pembubaran Posko Perbatasan
longsor

Kalsel

Warga Desa Tungkaran Tala Kosongkan Kampung Takut Longsor Susulan
apahabar.com

Kalsel

Ibnu Sina dan PDAM Bandarmasih Prank Seorang Warga Pengambangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com