Kobaran Api Kembali Gegerkan Warga Patmaraga Kotabaru Cara Cek Pengumuman CPNS 2019 Hari Ini, Login sscn.bkn.go.id, Berikut Website & Panduan Lengkapnya 150 Rumah Hangus Terbakar, Simak Kronologi Lengkap Kebakaran di Kotabaru Alasan Mengapa Api di Patmaraga Kotabaru 5 Jam Baru Padam Si Jago Merah Mengamuk di Kotabaru: Berkobar Berjam-jam, Ratusan Rumah Ludes Terbakar!

Rasuah di Tanjung Selayar, Polisi Sita Barang Bukti

- Apahabar.com Kamis, 30 Juli 2020 - 15:25 WIB

Rasuah di Tanjung Selayar, Polisi Sita Barang Bukti

Kanit Tipikor Polres Kotabaru, Ipda Herliyani, bersama KBO Reskrim Aipda Riskiantoro saat menunjukkan barang bukti yang diamankan. Foto-apahabar.com/Masduki

apahabar.com, KOTABARU – Dugaan korupsi oleh BM, seorang oknum kepala desa (kades) di Pulau Laut Tanjung Selayar memasuki babak baru.

Terbaru, polisi rupanya menyita sebuah mobil pikap, serta dokumen pertanggungjawaban APBDes tahun 2017.

“Ya sudah kami amankan sebagai barang bukti,” jelas Kapolres Kotabaru, AKBP Andi Adnan Syafruddin, melalui Kasat Reskrim, AKP Abdul Jalil kepada apahabar.com, Kamis (30/7).

Bahkan, polisi juga memastikan, kasus tersebut sudah memasuki tahap P21.

“Kasusnya sudah naik ke sidik. Berkas sudah dikirim ke kejaksaan. Dalam waktu dekat lengkap berkas,” ujarnya turut didampingi Kanit Tipikor Ipda Herliyani.

Diketahui, BM diduga kuat telah mengentit dana desa anggaran tahun 2017 senilai Rp135 juta.

Dana sebesar itu ia gunakan untuk pembayaran sewa mobil pikap sebagai sarana pengangkut sampah.

Modusnya, BM bekerja sama dengan pihak ke tiga MD, yang tak lain merupakan saudara kandungnya sendiri.

Di tengah jalan, polisi menemukan kejanggalan terkait surat menyurat kerja sama tersebut.

Dalam faktur pembelian mobil pikap malah terhitung sewa tertera pada 25 Agustus 2017.

Sementara, tranksaksi pembayaran duit sewa mobil ke pihak ketiga terlebih dulu dilakukan. Yakni, 10 Juli 2017.

Akan tetapi, tertuang dalam surat perjanjian sewa mobil antara pihak desa dengan pihak ketiga pada 14 Juli 2017.

Jadi, jelas bahwa uang DD [dana desa] digunakan membayar sewa mobil itu fiktif, atau mobil yang belum dibeli.

Selain itu, pelanggaran telak BM, semestinya penggunaan anggaran DD untuk setahun di 2017, justru melebihi hingga lima tahun.

Itu tergambar jelas dari perjanjian masa hitung sewa mobil sejak 24 Juli 2017, hingga 23 Juni 2022 mendatang.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Masduki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Kurang Sepekan, Dua Pengedar di Kelayan Diringkus Polisi
apahabar.com

Hukum

DPRD Kalsel Sesalkan Oknum KNPI Tala Terlibat Korupsi Dana Hibah
apahabar.com

Hukum

Jasad Bayi di Banjar, Polisi: Korban Pembunuhan
apahabar.com

Hukum

Lagi Galau, Sandy Tumiwa Akui Pakai Sabu
apahabar.com

Hukum

Satnarkoba Polres Tabalong Sita 160 Butir Zenith Milik Perempuan di Murung Pudak
apahabar.com

Hukum

Begini Modus Kurir Sabu dan Ekstasi di Banjarmasin Saat Selundupkan Narkoba
apahabar.com

Hukum

Beraksi 13 Kali, Polisi Tembak 2 Pencuri Spesialis Rumah Kosong

Hukum

Apes! Curi 3 Karung Pepaya, Motor Pelaku Dibakar Warga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com