ga('send', 'pageview');
Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST Nih, Hasil Swab Wali Kota Banjarmasin Usai Bertemu Nadjmi Adhani




Home Kalsel

Minggu, 5 Juli 2020 - 19:12 WIB

Rawan Ambruk, Warga Pertanyakan Perbaikan Jembatan di Tebing Tinggi Balangan

Reporter: Muhammad Fauzi Fadilah - apahabar.com

Rahmadi menunjukan kondisi jembatan yang menghubungkan Desa Langkap ke Desa Ajungan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Minggu, (5/7). Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadilah

Rahmadi menunjukan kondisi jembatan yang menghubungkan Desa Langkap ke Desa Ajungan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Minggu, (5/7). Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadilah

apahabar.com, PARINGIN – Masyarakat Adat Dayak Pitap mempertanyakan perbaikan jembatan penghubung Desa Langkap ke Ajungan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, yang terancam ambruk.

Jembatan itu merupakan satu-satunya akses penghubung desa dan saat ini kondisinya memprihatinkan. Jembatan kayu dari batang pohon kelapa itu tak bisa diperhitungkan kekuatannya.

Pasalnya, jembatan darurat itu setiap harinya dilewati kendaraan warga maupun pengangkut logistik maupun wisatawan yang hendak ke Gunung Hauk.

Kepala Adat Dayak Pitap, Aliudar mengaku pihaknya sudah mengajukan permohonan untuk pembuatan jembatan, namun sampai saat ini belum ada kabar atau realisasinya.

Baca juga :  Optimalkan Kemampuan, Prajurit Kodim 1008 Tanjung Latihan Menembak

“Sekitar 3 tahun lalu sudah kita ajukan permohonan pembuatan jembatan,” ujarnya, Minggu (5/7).

Sebelumnya, kata Aliudar, sekitar 3 tahun lalu jembatan berkontruksi kayu ulin hancur akibat diterjang banjir yang melanda daerah perbatasan Desa Langkap dan Desa Ajungan itu.

Sementara itu, Mantan Sekretaris Desa Ajungan, Rahmadi mengatakan jembatan sempat diperbaiki secara gotong royong dan swadaya oleh warga dibantu kontraktor jalan. Jembatan dibuat dengan cara darurat menggunakan bantang pohon kelapa.

Baca juga :  Satlantas Polres Banjar Temukan Motor Fajri Setelah 5 Tahun Hilang

Menurut Rahmadi, baik warga Desa Ajungan ataupun desa tetangga bersama Kepala Adat Dayak Pitap sudah melakukan pengajuan beberapa kali, terakhir pada 2019 ke Dinas Pekerjaan Umum Balangan.

“Warga Desa Ajungan di Ajung ada sekitar 174 kepala keluarga dan 609 jiwa. Jembatan itu satu-satunya akses penghubung ke desa lainnya,” ujar Rahmadi yang sekarang menjabat sebagai Kasi Pelayanan di Kecamatan Tebing Tinggi.

Dia berharap pembangunan jembatan segera terealisasi.

“Jembatan itu juga sebagai penunjang akses perekonomian warga,” pungkasnya.

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Cerah Berawan dan Hanya Hujan Lokal
apahabar.com

Kalsel

Jembatan Jalan Saka Permai Belum Dapat Dilalui Mobil
apahabar.com

Kalsel

Truk Sampah TPA Banjarbakula Tidak Boleh Lewat Jalan Ahmad Yani
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Hujan Lokal Siang Ini
apahabar.com

Kalsel

Breaking News..!! Insiden di Tabanio Tenggelamkan Dozer dan Sang Operator
apahabar.com

Kalsel

Sambangi Warga Pinggiran Batola, KNPI Miris Lihat Nasib Petani dan Pencari Ikan
apahabar.com

Kalsel

Update Perbaikan Pipa PDAM, Ternyata Ini yang Menghambat
apahabar.com

Kalsel

Minim Kontribusi hingga Tunggakan Gaji, Dewan Bakal Panggil PT BIM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com