Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

Rawan Covid-19, Petugas dan Warga Binaan Rutan Pelaihari Ikut Swab Test

- Apahabar.com Kamis, 30 Juli 2020 - 14:20 WIB

Rawan Covid-19, Petugas dan Warga Binaan Rutan Pelaihari Ikut Swab Test

Petugas dan Warga Binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II Pelaihari Jalani Swab Test. Foto-apahabar.com/Ahc14

apahabar.com, PELAIHARI – Untuk mengantisipasi Covid-19, seluruh petugas dan warga binaan Rumah Tahanan Negara Klas IIB Pelaihari mengikuti swab test.

Swab test dilakukan oleh tenaga medis dari Dinas Kesehatan Tanah Laut, Kamis (30/7).

Kepala Rumah Tahanan Negara Klas IIB, Budi Suharto, menyebutkan ada 58 petugas Rutan Pelaihari serta 283 warga binaan yang menjalani swab test.

“Semua petugas Rutan Pelaihari wajib mengikuti tes swab termasuk seluruh warga binaan yang ada di dalam Rutan,” katanya.

Dia mengatakan swab test merupakan langkah preventif sebagai deteksi dini penyebaran Covid-19 di Rutan. Sebab, Rutan menjadi salah satu tempat yang rawan penyakit menular dan petugas rentan terpapar Covid-19.

Untuk diketahui, sejauh ini sudah ada warga binaan yang terkonfirmasi Covid-19 dan diisolasi di eks Rumah Sakit H Boejasin lama.

“Bisa saja mereka terinfeksi karena dalam keseharian berinteraksi dengan banyak orang. Jadi kita tidak tahu mereka terpapar atau tidak. Selain mengkhawatirkan penghuni, kami juga mengkhawatirkan petugas. Bisa saja terpapar Covid-19,” tambahnya.

Di dalam Rutan sendiri penyediaan fasilitas kesehatan dan kebersihan terus dilakukan.

“Begitu juga dengan langkah lainnya yang telah kami lakukan, seperti pembatasan kunjungan dan persidangan dengan video call dan penundaan penerimaan tahanan maupun narapidana baru selama pandemi Covid-19. Itu untuk mengurangi risiko penularan. Kami juga menerapkan SOP penanganan Covid-19 secara ketat,” paparnya.

Hasil dari tes swab itu baru akan diketahui paling lambat 14 hari ke depan.

Editor: Puja Mandela

Reporter: Ahc14 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ada Sampah di Taman Edukasi, Misi Pendidikan yang Gagal
apahabar.com

Kalsel

Komandan Gugus Tempur Laut Acungi Jempol Program Binpotmar di Lanal Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Tak Cuma Maulida, BNN Ciduk Satu Napi Karang Intan
apahabar.com

Borneo

Terdakwa Pencurian Motor di Masjid Menyesal, Pasrah Diganjar 1 Tahun 6 Bulan
apahabar.com

Kalsel

Sukses Perangi Sampah Plastik, IGES Jadikan Banjarmasin Percontohan
apahabar.com

Kalsel

Mahasiswa dan Pelajar Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas
apahabar.com

Kalsel

Ditambah Mandastana, 8 Kecamatan di Batola Kembali Zona Merah
apahabar.com

Kalsel

Kualitas Udara Banjarmasin Relatif Aman dari Asap Kiriman Karthula
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com