ga('send', 'pageview');
Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST Nih, Hasil Swab Wali Kota Banjarmasin Usai Bertemu Nadjmi Adhani




Home Kalsel

Minggu, 5 Juli 2020 - 13:24 WIB

Reaktif, Tiga Calon Mahasiswa Baru Batal Ikut Ujian SBMPTN ULM

Reporter: Muhammad Robby - apahabar.com

Pelaksanaan ujian SBMPTN di Universitas Lambung Mangkurat menerapkan protokol kesehatan ketat cegah Covid-19, Minggu (5/7). Foto-apahabar.com/M Robby.

Pelaksanaan ujian SBMPTN di Universitas Lambung Mangkurat menerapkan protokol kesehatan ketat cegah Covid-19, Minggu (5/7). Foto-apahabar.com/M Robby.

apahabar.com, BANJARMASIN – Pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sangat berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

Bukan tanpa alasan, mengingat pelaksanaannya digelar saat kasus penyebaran Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) 2019 di Kalimantan Selatan terbilang masih tinggi.

Bahkan, terdapat tiga calon mahasiswa baru yang tidak bisa mengikuti tes UTBK SBMPTN karena terkonfirmasi reaktif Covid-19.

“Sudah ada tiga calon mahasiswa baru asal Kalsel yang tidak bisa mengikuti tes UTBK SBMPTN hari ini dikarenakan terkonfirmasi reaktif Covid-19,” ucap Wakil Rektor Bidang Akademik ULM, Dr H Aminuddin Prahatama Putra kepada apahabar.com di lokasi kegiatan, Minggu (5/7) pagi.

Baca juga :  Termasuk Bayi 5 Bulan, 17 Pasien Covid-19 di Batola Sembuh

Informasi itu, kata dia, diperoleh pihak kampus jauh hari sebelum pelaksanaan tes UTBK ini.

Dan kemduian disampaikan langsung oleh orang tua calon mahasiswa baru bersangkutan.

“Kita dapat informasi dari orang tua calon mahasiswa baru. Mereka saat ini berstatus sebagai orang dalam pemantauan (ODP),” bebernya.

Sayangnya, Amin enggan menyebutkan secara detail asal muasal dari kabupaten mana calon mahasiswa baru tersebut.

“Pokoknya asal kabupaten di Kalsel,” tegas Amin.

Terkait ketiga calon mahasiswa itu, pihaknya akan menyampaikan permalasahan ini ke Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) di Jakarta.

“Kalau ada peserta yang dinyatakan reaktif maupun positif, maka akan disampaikan ke Jakarta untuk proses penanganan,” pungkasnya.

Baca juga :  Dana Covid-19 Banjarmasin Terpakai Rp 30 M, Terbesar untuk Apa?

Sebelumnya, pihak kampus telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam melaksanakan uji UTBK SBMPTN itu.

Sedikitnya terdapat 8.435 calon mahasiswa baru yang mengikuti tes UTBK SBMPTN kali ini.

Pelaksanaan sendiri dibagi menjadi dua gelombang.

Untuk gelombang pertama dilaksanakan pada 5-12 Juli 2020.

“Kita laksanakan 2 sesi dalam sehari. Terdapat 12 lokasi dan 19 ruangan,” tambah Amin.

Sebelum memasuki ruangan tes, kata dia, seluruh peserta wajib masuk ruang karantina mandiri yang disiapkan panitia terlebih dahulu.

Di sana peserta akan dicek suhu tubuh. Jika ditemukan suhu tubuh di atas rata-rata, maka panitia tidak mengizinkan bersangkutan untuk mengikuti tes.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kampanye Akbar di Kalsel, Polres Banjarbaru Kawal Datang dan Pulang Jokowi
apahabar.com

Kalsel

H1 Pendaftaran, Lowongan CPNS di Banjarbaru Sepi Peminat
apahabar.com

Kalsel

Jadi Target Dugaan Kecurangan Rekapitulasi Pemilu, Ini Jawaban KPU Kalsel 
apahabar.com

Kalsel

Masakan Nasional Jadi Menu Baru Rumah Sambal Acan Raja Banjar
apahabar.com

Kalsel

Pramuka Balangan Gelar Jambore Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Geger, Mayat Membengkak di Komplek Rahayu
apahabar.com

Kalsel

Efektifkah Operasi Zebra Sidang ‘Kilat’ Bagi Warga Kalsel?
apahabar.com

Kalsel

Kemenag Kalsel Gelar HAB Esok, Undangan Di-imbau Menyesuaikan Pakaian
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com