ga('send', 'pageview');
Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia




Home Nasional

Rabu, 8 Juli 2020 - 17:44 WIB

Rekor Lagi, Kasus Positif Covid-19 Tambah 1.853 Orang Hari Ini

Uploader - apahabar.com

Ilustrasi-Pengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau Covid-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat. Foto-Antara/Yulius Satria Wijaya via Idntimes.com

Ilustrasi-Pengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau Covid-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat. Foto-Antara/Yulius Satria Wijaya via Idntimes.com

apahabar.com, JAKARTA – Kasus positif virus corona (Covid-19) kembali mencatatkan rekor harian terbanyak pada hari ini, Rabu (8/7).

Terjadi penambahan 1.853 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Penambahan kasus terbanyak sebelumnya sempat tercatat pada Kamis (2/7) dengan 1.624 kasus positif baru.

Per hari ini, total konfirmasi kasus positif Covid-19 di Tanah Air sudah mencapai 68.079 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan, tambahan kasus baru hari ini didapat dari pemeriksaan terhadap 22.183 spesimen selama satu hari terakhir. Jumlah spesimen yang sudah diperiksa di Indonesia sendiri sampai saat ini telah mencapai 968.237 spesimen.

Dari jumlah kasus baru pada hari ini, Jawa Timur masih menjadi provinsi dengan tambahan kasus tertinggi yakni 366 orang. Menyusul kemudian DKI Jakarta dengan 357 kasus baru, Jawa Tengah dengan 205 kasus, Sulawesi Selatan dengan 166 kasus, dan Sumatra Utara dengan 156 kasus positif baru.

Baca juga :  Heboh Awan Tsunami di Langit Aceh

Pemerintah juga mengklaim bahwa rekor baru atas penambahan kasus positif pada hari ini tidak lantas membuat tingkat hunian rumah sakit bagi pasien Covid-19 ikut melonjak. Alasannya, ujar Yurianto, sebagian besar temuan kasus konfirmasi positif dalam 24 jam terakhir adalah pasien tanpa gejala atau pasien dengan gejala minimal.

“Atau (gejala) sedikit sehingga tidak merasakan sakit dan tidak ada indikasi untuk dirawat di rumah sakit. Namun kami meminta mereka lakukan isolasi mandiri dengan mematu pedoman ketat agar tidak menjadi sumber penularan baru,” jelas Yurianto dalam keterangan pers seperti dilansir dari Republika.co.id, Rabu (8/7).

Baca juga :  Jokowi: Indonesia Kembangkan Sendiri Vaksin Merah Putih

Penambahan kasus baru yang terus meningkat ini, menurut Yurianto, menunjukkan bahwa masih banyak kelompok masyarakat rentan tertular yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Protokol kesehatan yang dimaksud adalah penjagaan jarak, penggunaan masker, dan kebiasaan baru untuk mencuci tangan dengan sabun.

“Protokol kesehatan menjadi mutlak. Ini kita harapkan menjadi kesadaran bersama agar penambahan kasus baru bisa terkendali,” kata Yurianto.

Selain itu, pemerintah juga merilis ada penambahan 800 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh, sehingga totalnya menjadi 31.585 orang.

Sedangkan pasien yang meninggal dunia dengan status positif Covid-19 bertambah sebanyak 50 orang, sehingga jumlahnya menjadi 3.359 orang yang meninggal dunia.(Rep)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apaabar.com

Nasional

INFOGRAFIS: Tsunami Selat Sunda
apahabar.com

Nasional

Hancurnya Benteng Terakhir Garis Pantai Cilegon akan Diseminarkan
apahabar.com

Nasional

MK Siap Terima Pengajuan Uji Materi Hasil Revisi UU KPK
apahabar.com

Nasional

8 Rumah Sakit di Bogor Putus Kontrak dengan BPJS Kesehatan
apahabar.com

Nasional

Sudah Ribuan Masker Gratis Dibagikan di Kaltara
apahabar.com

Nasional

Kerusuhan di Rutan Siak, Satu Polisi Tertembak!
apahabar.com

Nasional

Jubir Pemerintah: Kantor dan Pasar Rawan Penularan Covid-19
apahabar.com

Nasional

Aceh Berhasil Hadang Covid-19, Kuncinya: Patuh dan Doa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com