Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Respon Pemkab Soal Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST

- Apahabar.com Senin, 6 Juli 2020 - 18:02 WIB

Respon Pemkab Soal Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST

Wakil Bupati HST, Berry Nahdian Furqon. Foto-apahabar.com/HN Lazuardi

apahabar.com, BANJARMASIN – Dinilai kurang respon, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Pemkab HST) akhirnya buka suara terkait wacana pembangunan bandar udara (Bandara) kelas menengah di Banua Anam.

Wakil Bupati HST, Berry Nahdian Furqon mengatakan pihaknya bukan kurang merespon, namun saat ini lebih fokus terhadap penanganan Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) 2019.

“Kita menyambut baik gagasan pembangunan bandara kelas menengah di Banua Anam. Namun saat ini kurang respon karena adanya Pandemi Covid-19,” ucap Berry Nahdian Furqon kepada apahabar.com, Senin (6/7) siang.

Saat ini, kata dia, semua perhatian dan kegiatan lebih terfokus pada penanganan Covid-19.

Bahkan, sampai terjadi refocusing anggaran sebesar 50 persen untuk penanganan virus mematikan asal Wuhan, China tersebut.

“Di mana hanya anggaran proritas yang tidak bisa direalokasi,” tegas Politisi PDI Perjuangan itu.

Walhasil, pihaknya belum bisa menganggarkan untuk studi kelayakan beberapa waktu.

Namun, Berry berterima kasih kepada anggota Komisi V DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda yang telah mendorong studi kelayakan ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

“Bahkan dengan menggunakan anggaran pendapatan belanja negara (APBN),” cetus eks Direktur Eksekutif Nasional WALHI ini.

Dengan adanya bandara di kawasan Hulu Sungai, tambah Berry, maka akan mempermudah keluar masuk orang dari berbagai tempat.

Apalagi, masih belum ada bandara di kawasan Banua Anam.

“Ini sangat memudahkan akses dan membuka banyak hal. Di antaranya jalur bisnis, perdagangan, dan wisata,” bebernya.

Selanjutnya, ia akan berkoordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.

“Kita menyiapkan persyaratan yang akan dipenuhi. Dari sekarang sudah direncanakan. Kami sangat serius dan mendukung penuh,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ( Pemprov Kalsel) mendukung penuh wacana pembangunan bandar udara (Bandara) skala menengah di Banua Anam.

Banua Aman sebutan wilayah hulu sungai Kalsel. Meliputi Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong. Barabai (ibu kota HST) dianggap paling strategis, disamping pernah ada tawaran dari pusat untuk membangun bandara di sana.

Lantas, rencana bandara kelas menengah digagas langsung anggota Komisi V DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda.

Bahkan, legislator asal Kalsel itu terus berupaya memasukkan studi kelayakan pembangunan bandar udara ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia (RI).

“Benar, kita mendukung,” ucap singkat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Nurul Fajar Desira.

Pemprov Kalsel masih menunggu hasil Feasibility Study atau studi kelayakan dari pemerintah pusat sesuai masukan dari Rifqinizamy Karsayuda.

“Sementara kita tunggu hasil FS – nya yang akan dikerjakan pemerintah pusat sesuai dorongan pak Rifqi,” kata Fajar.

Setelah hasil keluar, sambung dia, baru melihat kebutuhan sesuai studi kelayakan tersebut.

“Pada intinya Pemprov Kalsel mendukung penuh sebagai kemudahan akses warga Banua Anam dan menyokong IKN baru,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, wacana pembangunan bandara skala menengah di Banua Anam memasuki babak baru.

Anggota Komisi V DPR RI Dapil Kalsel I, Rifqinizamy Karsayuda terus berupaya memasukkan studi kelayakan pembangunan bandar udara itu ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

“Ulun sedang masukan studi kelayakan menggunakan dana APBN 2021 di Kemenhub,” ucap Rifqinizamy Karsayuda kepada apahabar.com, Sabtu (4/7) lalu.

Politisi PDI Perjuangan ini masih menunggu hasil dari studi kelayakan terkait kelanjutan pembangunan bandara itu.

“Setelah studi kelayakan, baru ketahuan lanjut atau tidak,” beber Ketua DPP HKTI Kalsel ini.

Jika memang dilanjutkan, sambung Rifqi, maka akan dibuat masterplan dan detail engineering desain (DED).

“Di sana baru tahu berapa anggarannya,” pungkasnya.

Dengan adanya bandar udara di Banua Anam, tambah dia, maka akses menuju pariwisata akan terbuka lebar.

Terlebih, dengan adanya penerbangan langsung atau direct flight dari Barabai menuju Balikpapan, Jakarta, dan Surabaya.

“Akses menuju wisata kian dekat, misalnya wisata loksado di HSS dan wisata kerbau rawa di HSU,” bebernya.

Ihwal perencanaan tersebut, Rifqi pun meminta Kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor untuk memfasilitasi pertemuan bersama enam Bupati, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, dan Kepala Dinas PUPR se-Banua Anam, Desember mendatang.

“Saya ingin bercerita terkait urgensi membangun kawasan di Banua Anam ,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, pembangunan bandara Banua Anam merupakan kebijakan strategis.

Dikarenakan posisinya berada di dekat ibu kota negara baru Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur.

Ide pembangunan itu sudah disampaikan ke Kemenhub RI.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tekan Kemiskinan, HSS Andalkan Para Sarjana

Kalsel

Dugaan Wanprestasi Dalam Jerat Penipuan Bupati Balangan

Kalsel

Sebelum Damai dengan Julak Larau, Rizwan Mimpi Bersua Sang Ayah Anang Ardiansyah
apahabar.com

Kalsel

BPBD Kalsel Inventarisir Kerusakan Akibat Puting Beliung
apahabar.com

Kalsel

Anak Jalanan Banjarmasin Curhat Sering Diburu Aparat, Denny Indrayana: Mereka Bukan Kriminal!
apahabar.com

Kalsel

6 Pelamar CPNS Disabilitas Batola Bertarung di Jalur Umum
apahabar.com

Kalsel

Rutin Mendonor, Tujuh Warga Banjarmasin Dapat Perhargaan Pemerintah Pusat  
apahabar.com

Kalsel

Kunjungi Dewan Kalsel, Duta Besar AS Tertarik Perpolitikan di Banua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com