3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Roy Kiyoshi Dituntut 6 Bulan Penjara dan Wajib Rehabilitasi

- Apahabar.com Rabu, 29 Juli 2020 - 19:39 WIB

Roy Kiyoshi Dituntut 6 Bulan Penjara dan Wajib Rehabilitasi

Paranormal Roy Kiyoshi mendengarkan pembacaan tuntutan atas dirinya dalam kasus penyalagunaan psikotropika dalam sidang melului telekonferensi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (29/7). Foto-Antara/Laily Rahmawaty

apahabar.com, JAKARTA – Paranormal Roy Kiyoshi hari ini menjalani sidang lanjutan kasus narkoba yang menjeratnya.

Sidang itu beragendakan tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam kasus tersebut, JPU menuntut terdakwa Roy Kiyoshi atas kasus penyalahgunaan psikotropika dengan pidana 6 bulan dengan ketentuan wajib menjalani rehabilitasi.

Tuntutan tersebut dibacakan oleh JPU Leonard Simalango dalam persidangan melalui telekonferensi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (29/7).

“Menyatakan terdakwa Roy Kurniawan alias Roy Kiyoshi bersalah secara sah melakukan tindak pidana memiliki, menyimpan psikotropika sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum Pasal 62 Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika,” kata Leo.

Dalam tuntutannya, JPU menyatakan Roy Kiyoshi harus menjalani pidana penjara selama 6 bulan dikurangi dengan pidana yang telah dijalani oleh terdakwa dengan ketentuan menjalani rehabilitasi.

“Menjatuhkan pidana denda kepada terdakwa sebesar Rp10 juta dengan ketentuan apabila tidak bisa dibayar maka akan diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan,” kata JPU.

Hal memberatkan Roy, adalah membeli obat-obat psikotropika tanpa menggunakan resep dokter. Sedangkan hal yang meringankan, belum pernah menjalani hukuman dan sebagai pengguna atau pasien yang membutuhkan obat-obat.

Ini dibuktikan dalam fakta persidangan sebelumnya, Rabu (22/7) yang menghadirkan dokter dari RSKO Cibubur yang mendampingi Roy Kiyoshi.

Dokter tersebut menyatakan Roy Kiyoshi memiliki tiga gangguan kesehatan yakni sulit tidur, bipolar dan paranoid akut.

Roy Kiyoshi juga sudah menjalani pengobatan ke psikiater selama 2019. Namun, karena pandemi Covid-19, Roy takut untuk ke dokter dan apotek, sehingga membeli obat-obat yang pernah diresepkan oleh dokter secara daring tanpa menggunakan resep dokter.

Usai dibacakan tuntutannya, Ketua Majelis Hakim Mery Taat menanyakan apakah Roy Kiyoshi mendengarkan dakwaan yang dibacakan oleh JPU dan bagaimana tanggapannya.

Roy yang mengikuti sidang secara telekonferensi dari RSKO Cibubur, Jakarta Timur, mengatakan mendengar sidang dan akan mengajukan pembelaan melalui penasehat hukumnya.

Setelah mendengar tanggapan Roy dan menerima surat dari pengacara, Majelis Hakim menutup dan menunda sidang pada Rabu (5/8) mendatang dengan agenda pembelaan (pledoi).

Usai persidangan, pengacara Edi Suryono selaku kuasa hukum Roy Kiyoshi tidak bisa memberikan komentar terkait tuntutan dakwa.

Edi hanya menyatakan akan menyampaikan pembelaan atas kliennya pada sidang selanjutnya pekan depan.

“Saya tidak bisa komentar, lihat minggu depan saja. Hari ini tuntutan dari JPU, dituntutnya enam bulan, kita lihat minggu depan pembelaannya,” kata Edi.

Sebelumnya, JPU mendakwa Roy Kiyoshi dengan Pasal 62 atau Pasal 60 Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, diancam hukuman pidana penjara selama 5 tahun.

Roy Kurniawan (33) alias Roy Kiyoshi mulai dikenal setelah menjadi pembawa acara program Karma di ANTV ditangkap penyidik Satnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (6/5) pukul 17.00 WIB di kediamannya di daerah Cengkareng, Jakarta Barat.

Pada saat penangkapan, petugas menemukan barang bukti berupa 21 butir psikotropika yang dibeli oleh Roy secara daring.

Polisi mendapati Roy dengan obat-obatan psikotropika diazepam (mersi) sebanyak 10 butir, nitrazepam (dumolid) 7 butir, alprazolam (camlet) dua butir dan dua butir alprazolam (zypraz).

Dari hasil pemeriksaan tes urine Roy Kiyoshi positif mengandung benzodiazepin atau psikotropika golongan empat.

Kini Roy Kiyoshi telah menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantuangan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Selatan setelah hasil asesmen terhadap dirinya dinyatakan sebagai penyalahguna yang perlu direhab sejak Kamis (14/5).(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hiburan

Aura Kasih Gelar Pernikahan di Hari Ibu?
apahabar.com

Hiburan

Daftar Film yang Tayang di Bioskop Saat Libur Lebaran Kali Ini
apahabar.com

Hiburan

Terobosan, Cara Museum Pamerkan Karya Van Gogh di Tengah Pandemi
apahabar.com

Hiburan

Surya Paloh Hadiri Pernikahan Reino Barack-Syahrini di Jepang
apahabar.com

Hiburan

Pekan Budaya Jepang 2019 Siap Digelar
apahabar.com

Hiburan

Akhir Kisah Cinta Si Doel, Pilihan Hati Doel Setelah 27 Tahun
apahabar.com

Hiburan

Putus Sekolah, Remaja di Tanbu Curi Perhatian Ketum Hipmi karena Lukisan
apahabar.com

Hiburan

Akhir 2021, Film Petualangan Sherina 2 Tayang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com