ga('send', 'pageview');
Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST Nih, Hasil Swab Wali Kota Banjarmasin Usai Bertemu Nadjmi Adhani




Home Ekbis

Selasa, 7 Juli 2020 - 11:01 WIB

Rupiah menguat, Pasar Masih Berharap Ekonomi Membaik

Redaksi - apahabar.com

Foto ilustrasi rupiah. Foto-BeritaSatu/Mohammad Defrizal

Foto ilustrasi rupiah. Foto-BeritaSatu/Mohammad Defrizal

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (7/7) pagi, menguat dipicu pasar yang masih berharap ekonomi akan membaik di tengah pandemi Covid-19.

Pada pukul 9.51 WIB, rupiah menguat 58 poin atau 0,4 persen menjadi Rp 14.465 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.523 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, mengatakan rupiah masih berpotensi menguat terhadap dolar AS hari ini dengan sentimen positif yang mendorong penguatan indeks saham AS semalam.

“Pelaku pasar masih merespons positif potensi pemulihan ekonomi global dengan membaiknya data-data ekonomi yang baru dirilis,” ujar Ariston di Jakarta, Selasa.

Baca juga :  Pemerintah Perpanjang Bansos hingga 2021

Pada Senin (6/7) kemarin, beberapa data ekonomi dari negara maju menunjukkan aktivitas ekonomi yang sudah bertumbuh atau bahkan sudah mulai pulih seperti Jerman dan Zona Euro yang melaporkan peningkatan penjualan ritel selama Mei.

Sedangkan Inggris melaporkan peningkatan aktivitas konstruksi di Juni, dan AS yang melaporkan pulihnya aktivitas sektor jasa di Juni.

Selain itu, kebijakan Bank Indonesia yang memberikan stimulus dengan membeli obligasi pemerintah untuk membantu mendanai APBN, juga bisa memberikan sentimen positif untuk rupiah karena ini salah satu upaya membantu memulihkan ekonomi di tengah pandemi.

Baca juga :  Menkeu: Indonesia Belum Alami Resesi

“Namun demikian, di sisi lain, pasar masih mewaspadai peningkatan laju penularan Covid-19 di dunia yang masih membebani pergerakan aset berisiko,” kata Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.400 per dolar AS hingga Rp 14.570 per dolar AS.

Pada Senin (6/7) lalu, rupiah menguat 33 poin atau 0,22 persen menjadi Rp 14.490 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.523 per dolar AS.(Ant)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Jokowi Senang Implementasi B30 Hemat Devisa 4,8 Miliar Dolar

Ekbis

Bikin Stiker WhatsApp dengan Gambar Sendiri, Ini Caranya
apahabar.com

Ekbis

Lebaran Idulfitri 1441 H, Trafik Data XL Axiata Melonjak Tajam
apahabar.com

Ekbis

Kesepakatan Bisnis Selama FESyar KTI 2019 Rp 2,6 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Bank Kalsel Siap Bersaing di Era Revolusi Industri 4.0
apahabar.com

Ekbis

Fakta-Fakta di Balik Rencana Penurunan Tarif Pesawat
apahabar.com

Ekbis

‘Indonesia Maju’ Ancam Ekspor Batu Bara dan CPO Kalsel!
apahabar.com

Ekbis

Setelah Natal, Harga Emas Antam Melambung Rp 6.000
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com