Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Korban Jiwa, Warga HST Tewas Cara Nonton Live Streaming Liga Champions Chelsea vs Sevilla di SCTV & Vidio.com Malam Ini 7 Pemuda Diamankan Saat Demo di Banjarmasin, Polisi: Mereka Mabuk Gaduk Sudah Minta Maaf, Sekda Tala Tetap Dipolisikan

Sabda Rasul SAW yang Selalu Diingat Ibnu Umar RA

- Apahabar.com Kamis, 30 Juli 2020 - 11:12 WIB

Sabda Rasul SAW yang Selalu Diingat Ibnu Umar RA

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau pengembara,” begitu sabda Rasulullah SAW yang selalu diingat Abdullah bin Umar RA. Saat mengatakan itu, Rasulullah SAW memegang pundak putra Umar bin Khattab RA tersebut.

Abdullah bin Umar RA sangat terkesan dengan ucapan singkat Rasulullah SAW tersebut, hingga dia berkata, “Jaga nikmat hidupmu sebelum ajal menjemputmu.”
Pada hakikatnya, manusia hanya musafir. Ibnul Qayyim, ulama besar abad ke-12 M berkata, “Manusia sejak tercipta dilahirkan untuk menjadi pengembara.”

Sifat pengembara dalam diri manusia merupakan sebuah keniscayaan kehidupan sebagaimana diungkapkan Imam Syafii, “Bahkan, seekor singa tidak akan pandai memangsa jika tidak hidup di hamparan bumi yang luas dan anak panah tak akan menemui sasarannya bila tak pernah dilepaskan dari busurnya.”

Sayangnya, sifat pengembaraan manusia sering membuatnya alpa dalam pengembaraannya di padang sabana kehidupan. Manusia menjadi rakus dalam berburu rezeki. Manusia berpikir, rezeki adalah uang. Padahal, sebuah cinta dari seorang istri pun adalah rezeki.

Rasulullah SAW menyebut cinta Khadijah dengan berkata, “Aku telah diberi rezeki dengan cintanya.”

Ibnul Qayyim berkata, “Andai seorang hamba mendapat rezeki dunia dan seluruh isinya kemudian dia berkata ‘alhamdulillah’, niscaya pemberian Allah padanya dengan ucapan hamdallah itu akan lebih besar dari seluruh dunia dan seisinya. Mengapa? Sebab, segala kenikmatan dunia akan berakhir, sementara pahala atas ucapan tahmid itu kekal hingga hari akhir.”

Manusia memang sering mengalami krisis keyakinan soal rezeki. Krisis itulah yang mengantarkan manusia menjadi serakah, korup, manipulatif, dan merampas hak-hak orang lain.

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Prof Din Syamsuddin: Indonesia Butuh Kerukunan Sejati dan Kebersamaan Hakiki
apahabar.com

Religi

Hindari Tindakan Asusila Malam Tahun Baru, Masjid Raya Sabilal Muhtadin “Tutup Pagar”
apahabar.com

Habar

Meme ‘Klepon Tak Islami’ Viral, MUI: Usut Pengunggahnya
apahabar.com

Religi

“Parukunan Jamaluddin” Ternyata Ditulis Ulama Perempuan Berdarah Banjar-Bugis
apahabar.com

Hikmah

Dua Kalimat Zikir yang Berat Timbangan Amalnya
apahabar.com

Hikmah

Komunikasi Anak-Ayah dalam Alquran dan Pembuktian Psikologi
apahabar.com

Religi

Ketua MUI Tapin: Jangan Lupakan Esensi Idul Fitri
apahabar.com

Religi

Karomah Syekh Ali Berau Nampak Saat Gantikan Syekh Jamaluddin Jadi Mufti Banjar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com