ga('send', 'pageview');
Duh, Mobil Patwal Bupati HSU Tabrak Tiang Listrik di Kandangan Terungkap, Ciri Tengkorak dalam Karung di Kurau Tanah Laut! Warga Pelaihari Geger, Jasad Perempuan dalam Karung di Kurau Pindah ke RS Ulin, Intip Kondisi Terbaru Wali Kota Banjarbaru Mengintip Kesiapan Salat Id di Masjid Sabilal Banjarmasin




Home Hikmah Religi

Kamis, 30 Juli 2020 - 11:12 WIB

Sabda Rasul SAW yang Selalu Diingat Ibnu Umar RA

Redaksi - apahabar.com

Ilustrasi. Foto-Net

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau pengembara,” begitu sabda Rasulullah SAW yang selalu diingat Abdullah bin Umar RA. Saat mengatakan itu, Rasulullah SAW memegang pundak putra Umar bin Khattab RA tersebut.

Abdullah bin Umar RA sangat terkesan dengan ucapan singkat Rasulullah SAW tersebut, hingga dia berkata, “Jaga nikmat hidupmu sebelum ajal menjemputmu.”
Pada hakikatnya, manusia hanya musafir. Ibnul Qayyim, ulama besar abad ke-12 M berkata, “Manusia sejak tercipta dilahirkan untuk menjadi pengembara.”

Sifat pengembara dalam diri manusia merupakan sebuah keniscayaan kehidupan sebagaimana diungkapkan Imam Syafii, “Bahkan, seekor singa tidak akan pandai memangsa jika tidak hidup di hamparan bumi yang luas dan anak panah tak akan menemui sasarannya bila tak pernah dilepaskan dari busurnya.”

Baca juga :  Proses Penciptaan Manusia Dijelaskan dalam Alquran

Sayangnya, sifat pengembaraan manusia sering membuatnya alpa dalam pengembaraannya di padang sabana kehidupan. Manusia menjadi rakus dalam berburu rezeki. Manusia berpikir, rezeki adalah uang. Padahal, sebuah cinta dari seorang istri pun adalah rezeki.

Rasulullah SAW menyebut cinta Khadijah dengan berkata, “Aku telah diberi rezeki dengan cintanya.”

Baca juga :  Ibadah Haji 2020 Selesai, Jemaah Puji Kerja Keras Pemerintah Arab Saudi

Ibnul Qayyim berkata, “Andai seorang hamba mendapat rezeki dunia dan seluruh isinya kemudian dia berkata ‘alhamdulillah’, niscaya pemberian Allah padanya dengan ucapan hamdallah itu akan lebih besar dari seluruh dunia dan seisinya. Mengapa? Sebab, segala kenikmatan dunia akan berakhir, sementara pahala atas ucapan tahmid itu kekal hingga hari akhir.”

Manusia memang sering mengalami krisis keyakinan soal rezeki. Krisis itulah yang mengantarkan manusia menjadi serakah, korup, manipulatif, dan merampas hak-hak orang lain.

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Mogok di Jalan Margasari-Sungai Puting, Hubungi Bengkel Berjalan Gratis
apahabar.com

Religi

Misteri “Tongkat” Soekarno Terkuak, Ternyata Ulama Ini yang Memberinya
apahabar.com

Religi

Sebelum Dikuasai Wahabi, Makkah Merayakan Maulid Nabi
apahabar.com

Religi

Pemimpin Pemberontak: Aku Menyerah dengan Tuan Guru Zainal Ilmi
apahabar.com

Habar

Habib Ali bin Syekh Abu Bakar Motivasi Warga Tanah Laut untuk Gemar ‘Ibadah’
apahabar.com

Habar

Prediksi Kasatlantas Polres Banjar: Jemaah Haul Guru Sekumpul Capai 3 Juta di Tahun Ini
apahabar.com

Religi

Niat dan Keutamaan Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah
apahabar.com

Habar

Arab Saudi Berencana Buka 90 Ribu Masjid Minggu Depan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com