Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2020, Morbidelli Pole Position, Rossi Start Ketiga, Live Trans7

Salat Melihat Rasul, Bagaimana Praktiknya?

- Apahabar.com Selasa, 21 Juli 2020 - 11:47 WIB

Salat Melihat Rasul, Bagaimana Praktiknya?

K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – “Salatlah kalian sebagaimana kalian melihatku salat”, begitu sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Malik bin al-Huwairits RA. Lantas bagaimana salat generasi sekarang yang tak sempat melihat Rasulullah SAW?

Dalam hal ini, K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy mengatakan bahwa ketika seseorang melaksanakan salatnya tidak sama, antara orang yang salat hanya karena sebatas dengar, salat yang hanya sebatas membaca dari buku. Itu tidak sama dengan orang yang salat mengikuti ajaran gurunya, dan mempraktikkan langsung gerakan salat dari gurunya.

Itulah pentingnya belajar kepada guru yang memiliki sanad keilmuan yang jelas. Praktik salat guru yang telah berguru kepada guru-gurunya, yang guru-gurunya itu telah sampai pada Baginda Nabi Muhammad SAW. Di mana salat tersebut telah sampai silsilahnya kepada Rasulullah yang sudah bersabda, “Shallu kama ra aitumuni ushalli”.

“Ketika kita salat dengan meniru gerakan salat guru kita yang keilmuannya telah sampai kepada Baginda Nabi, kita seolah bersalat di belakang Baginda Nabi Muhammad SAW,” ujar Kiai Ahmad Azaim.

Ketika kita salat, sambung Kiai, disertai rasa kerinduan dan cinta kepada Nabi Muhammad SAW, maka akan merasa hanyut dalam perintah beliau, dalam ajakan beliau tentang “shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku salat”.

Dengan begitu, lanjut Kiai, maka takbirnya kita bagaikan takbirnya baginda Nabi Muhammad SAW. Bacaan iftitah kita bagaikan bacaan iftitah Baginda Nabi Muhammad Saw. Fatihahnya adalah fatihah Baginda Muhammad SAW., ayat-ayatnya adalah ayat Baginda Nabi Muhammad SAW. Rukuknya adalah rukuk Nabi Muhammad SAW, tasbihnya itu adalah tasbih Nabi Muhammad SAW. Takbir intiqal-nya adalah takbir intiqal Baginda Nabi Muhammad SAW, I’tidal-nya adalah I’tidal Nabi Muhammad, sujudnya juga sujud Nabi Muhammad, tahiyatnya juga tahiyat Baginda Nabi Muhammad, bahkan ketika usai salam adalah salamnya Baginda Nabi Muhammad. Seluruh shalatnya mengikuti Baginda Nabi Muhammad, yang menembus ruang dimensi mengikuti ittiba’ shalat Baginda Nabi Muhammad SAW.

Oleh karena itulah, setiap orang-orang saleh yang telah mencapai derajat kemuliaan, dia sedang berada dalam keteladanan Sayyidina Muhammad SAW.

“Tidak ada di dunia ini wali yang paling hebat, ahthab, anjab, syadad, ahbab, kecuali melebur dalam makna insan kamil Baginda Nabi Muhammad SAW. Maka insan kamil itu hanya satu, tidak ada duanya. Yang lain hanya mengikuti dan larut tenggelam dalam keteladanan ilmu Sayyidina Muhammad SAW,” jelas Kiai.

“Semoga kita senantiasa bersama Baginda Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan kita, keseharian kita, setiap nafas kita, pikiran kita, sehingga dengan itulah kita mendapatkan ridha Rabbu-nya Muhammad, Tuhannya Baginda Nabi Muhammad SAW, Rabbul ‘aalamiin, Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin,” pungkasnya.

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Disidang karena Perluas Masjid Nabawi, Sayidina Umar Tunjukkan Bagaimana Jadi Pemimpin
apahabar.com

Religi

Dapat Uang Rp75 Juta, Disedekahkan Semua
apahabar.com

Religi

Malam Tahun Baru, MUI: Jangan Bakar Petasan
apahabar.com

Habar

Dakwaan, Kata Arab yang Dipakai Dunia Hukum
apahabar.com

Religi

Ratusan Jamaah Ikuti Tabligh Akbar Prof Dr Habib Basim di Masjid Qaryah Thayyibah HKSN Permai
apahabar.com

Religi

Sikap Guru Seman Mulya Ketika Kakinya Patah
apahabar.com

Religi

Siapakah Muslim yang Boleh tidak Berpuasa Ramadan?
apahabar.com

Habar

Siapkan Santri Unggul, Ikatan Pesantren Indonesia Cabang Banjar Gelar Musyawarah Pertama
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com