Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Saring Permintaan Haji dari Lebih 160 Negara, Arab Saudi: Dilarang Sentuh Kakbah

- Apahabar.com Selasa, 14 Juli 2020 - 12:07 WIB

Saring Permintaan Haji dari Lebih 160 Negara, Arab Saudi: Dilarang Sentuh Kakbah

Saring Permintaan Haji dari Lebih 160 Negara, Arab Saudi: Dilarang Sentuh Kakbah

apahabar.com, RIYADH – Jemaah dari 160 lebih negara di dunia akan berpartisipasi dalam pelaksanaan haji tahun ini. Hal demikian disampaikan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah menyelesaikan penyaringan permintaan haji secara elektronik.
Jemaah Asing dari 160 negara tersebut adalah mereka yang sudah berada di Arab Saudi.

Dalam laporan Asharq Al-Awsat, Selasa (14/7), disebutkan 70 persen jemaah haji pada tahun ini akan berasal dari warga asing yang berada di Arab Saudi, sedangkan sisanya adalah warga Arab Saudi sendiri. Ziarah tahun ini digelar dengan sangat terbatas, yakni hanya untuk pada warga Arab Saudi dan warga negara lain di Arab Saudi.

Warga Arab Saudi yang dimaksud, di antaranya adalah pekerja di bidang medis, militer, dan lainnya yang telah pulih dari virus Covid-19. Otoritas Haji Saudi telah membuka pendaftaran haji melalui aplikasi pada 10 Juli lalu.

Menteri Haji dan Umrah Saudi, Mohammad Saleh bin Taher Benten mengatakan, sekitar 1.000 jemaah haji akan melaksanakan haji tahun ini. Dia menekankan ritual akan diadakan sesuai dengan langkah-langkah pencegahan dan sosial yang diperlukan terhadap virus corona.

Semua jemaah haji akan diuji Covid-19 terlebih dulu sebelum diizinkan melakukan haji. Mereka juga harus tetap di karantina selama 14 hari setelah berakhirnya ziarah. Peziarah di bawah usia 65 tahun dan yang tidak menderita penyakit kronis akan diizinkan melakukan ibadah haji.

Menyentuh Kakbah akan dilarang. Jaga jarak fisik satu setengah meter antar jemaah haji, termasuk salat berjemaah dan tawaf mengelilingi Kakbah pun akan diberlakukan.

Akses ke tempat-tempat suci di Mina, Muzdalifah dan Arafah, juga terbatas pada mereka yang memiliki izin haji mulai 19 Juli hingga 2 Agustus. Jamaah dan penyelenggara haji diwajibkan memakai masker sepanjang waktu. Orang yang mengakses situs-situs ini tanpa izin akan didenda 2.666 dolar AS. Denda akan digandakan bagi pelanggar yang mengulanginya.

Semua area haji, dari penginapan ke masjid suci di Makkah akan secara teratur didesinfeksi. Pembersih tangan akan tersedia untuk para peziarah selama waktu istirahat. Tindakan pencegahan Covid-19 yang ketat akan diadopsi pada setiap langkah perjalanan suci mereka.

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Ceramah Maulid di KNPI, Ustadz Khairullah Zain Ungkap ‘Tempaan’ Kepemimpinan Para Nabi
apahabar.com

Habar

UEA Tak Lagi Sediakan Iftar di Masjid
apahabar.com

Religi

Khalifah Pertama yang Mundur dari Jabatannya
apahabar.com

Habar

Said Aqil Siradj Tanggapi Santai Kemungkinan Haji 2020
apahabar.com

Habar

Tampung 300 Orang, Aula Wisma Sultan Sulaiman Martapura Gratis untuk Jemaah Haul ke 15 Guru Sekumpul
apahabar.com

Habar

Islam Masuk Nusantara di Zaman Rasulullah, Benarkah?
apahabar.com

Religi

Sirah Nabawi (1): Nasab dan Keluarga Rasulullah SAW
apahabar.com

Hikmah

Hikmah di Balik Corona, Azan Diizinkan Mengalun di Jerman
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com