ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Kalsel

Jumat, 3 Juli 2020 - 14:51 WIB

Selama Pandemi, Biaya Operasional Bekantan Kalsel Kian Melonjak

Reporter: Muhammad Robby - apahabar.com

Biaya operasional rehabilitasi bekantan di Kalimantan Selatan (Kalsel) melonjak drastis selama pandemi Covid-19. Foto-Istimewa

Biaya operasional rehabilitasi bekantan di Kalimantan Selatan (Kalsel) melonjak drastis selama pandemi Covid-19. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Selama Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), biaya operasional rehabilitasi bekantan di Kalimantan Selatan (Kalsel) melonjak drastis. Bahkan mencapai 20-25 juta per bulan.

“Kondisi ini justru berdampak pada keberadaan bekantan di pusat rehabilitasi,” ucap Ketua Sahabat Bekantan Indonesia (SBI), Amelia Rezeki kepada apahabar.com, belum lama tadi.

Hal yang sama, kata dia, dirasakan sebagian Non-Government Organization (NGO) lain yang bergerak di bidang penyelamatan satwa liar seperti orangutan.

Baca juga :  Keren, Pemanjat Taklukan Puncak Masjid di Kotabaru untuk Bersih-Bersih

“Seperti kita ketahui, Covid-19 cukup rentan bisa menularkan kepada satwa, sehingga upaya perawatan di pusat rehabilitasi harus menggunakan proteksi yang lebih intensif,” kata Dosen Biologi FKIP ULM ini.

Sementara di sisi lain, sambung dia, supplier pakan kian berkurang dan alat pelindung diri (APD) terbilang cukup mahal.

“Salah satu platform penunjang operasional kami untuk kegiatan rehabilitasi dari kegiatan ekowisata pun terhenti, banyak kegiatan kunjungan dari luar negeri dan luar daerah yang dibatalkan,” bebernya.

Baca juga :  Prediksi Penularan Covid-19 hingga Akhir Agustus di Kalsel

Adapun salah satu solusi yang sudah mereka lakukan bersama BKSDA Kalsel, yakni mempercepat pelepasliaran bekantan. Di mana jumlahnya sebanyak empat ekor.

“Kami berharap pandemi ini segera berakhir, banyak tugas lapangan yang harus diselesaikan. Mengingat karhutla mulai mengancam dalam beberapa bulan ke depan,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sarniah Resmi Nahkodai BPC Hipmi Tanah Bumbu Periode 2020-2023
apahabar.com

Kalsel

Pohon Beringin Tua Tumbang
apahabar.com

Kalsel

Jembatan Gendang Timburu Ambyar Dihantam Luapan Air Sungai
apahabar.com

Kalsel

Kalimantan Selatan Cerah Berawan Lagi
apahabar.com

Kalsel

Empat Puskesmas di Tala Naik Kelas
apahabar.com

Kalsel

Gudang Penyimpanan Batok Kelapa di Sekumpul Dilahap Api
apahabar.com

Kalsel

apahabar.com dan JMSI Ajak Pers Mahasiswa Poliban Melek Isu Terkini
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Gram Sabu di Kotabaru, Napi Asimilasi Diupah Jutaan Rupiah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com