Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Sepuluh Ribu Pekerja Terdampak Covid-19, Disnakertrans Kalsel: Pemda Tidak Tinggal Diam

- Apahabar.com Rabu, 15 Juli 2020 - 16:38 WIB

Sepuluh Ribu Pekerja Terdampak Covid-19, Disnakertrans Kalsel: Pemda Tidak Tinggal Diam

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Kalsel, Siswansyah. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Dalam acara Media Brief PWI Kalsel, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Kalsel, Siswansyah menyebut ada 6.700 lebih pekerja di Kalsel yang ikut terdampak. Namun dengan demikian, dia menegaskan Pemda Kalsel tidak tinggal diam.

Puluhan ribu pekerja itu, kata Siswansyah, ada yang di PHK hingga dirumahkan oleh perusahaan yang menaunginya. Jika digabung dengan buruh harian lepas termasuk pelaku UMKM kurang lebih jumlahnya ada 10 ribu pekerja yang ikut terdampak pendemi Covid-19.

Data itu, berdasarkan laporan dari berbagai organisasi buruh yang ada di Kalsel.

“Hari ini, saya baru saja melepas 270 peserta yang dimagangkan di delapan perusahaan di Kalsel,” ujarnya di acara diskusi bertema “RUU Cipta Kerja: Sebuah Peluang terciptanya lapangan kerja bagi pengangguran” yang digelar virtual, Rabu (15/07).

Pemerintah Kalsel, kata Siswansyah, berusaha melakukan upaya agar pegawai yang sebelumnya diberhentikan dapat kembali bekerja. Yakni dengan bekerja sama dengan sejumlah perusahaan dan melakukan pelatihan di BLK yang dimiliki provinsi.

“Kami juga melakukan pelatihan untuk pegawai yang terdampak. Provinsi Kalsel punya 17 jurusan BLK, nah kami harap di kabupaten/kota juga bisa melakukan pelatihan,” sambungnya.

Sebelumnya, terkait kartu Prakerja, Pemerintah telah menerbitkan revisi Perpres Kartu Prakerja Nomor 76 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Perpres No. 36/2020 tentang program Kartu Prakerja.

Perpres Kartu Prakerja tersebut sebagai bentuk penyempurnaan dalam pengelolaan Kartu Prakerja. Ia mengatakan revisi dari peraturan juga sudah mengakomodasi masukan berbagai pihak dan evaluasi dari Komite Cipta Kerja.

Dalam Perpres Nomor 76 tahun 2020 itu diatur juga peserta yang boleh mengikuti program Kartu Prakerja tidak hanya pencari kerja atau buruh yang kena PHK, tetapi pelaku UMKM terdampak pandemi virus corona juga bisa berpartisipasi.

Sementara itu, Siswasnyah mengungkapkan alasan kartu prakerja di Kalsel distop pemerintah, karena dianggap tidak tepat sasaran.

“Di Kalsel ada tujuh ribu orang yang sudah menerima kartu prakerja, tapi dihentikan karena dianggap tidak tepat sasaran,” jelas Siswansyah.

Sejak diluncurkan, sedikitnya ada tujuh ribu orang yang sudah menerima kartu prakerja yang diperuntukan untuk masyarakat terdampak Covid-19.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pipa Tua PDAM Bandarmasih Sering Bocor, Peremajaan Terganjal Dana
apahabar.com

Kalsel

Soal PJU-TS di Tanah Bumbu, Pengamat: SHM Berperan Besar!
apahabar.com

Kalsel

Bayi di Kandang Ayam Tabalong, Peluang Adopsi Tertutup
apahabar.com

Kalsel

Dewan Kota Kritik Cara Dishub Banjarmasin Soal U-Turn Jalan H Hasan Basri
apahabar.com

Kalsel

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Optimis Pertahankan Akreditasi
apahabar.com

Kalsel

Tularkan Semangat Bung Karno Lewat Literasi
apahabar.com

Kalsel

Tampil di Banjarmasin, Steven Jam Ajak Jangan Golput
apahabar.com

Kalsel

Putus Penyebaran Covid-19, DKW Garda Bangsa Kalsel Semprot Disinfektan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com