ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Politik

Selasa, 7 Juli 2020 - 16:49 WIB

Siapkan Poros Ketiga, Rosehan Gandeng Putra Eks Gubernur Kalsel

Reporter: Muhammad Robby - apahabar.com

PDIP Kalsel sebelumnya telah menyetorkan dua nama bakal calon pendamping Sahbirin Noor, salah satunya Rosehan. Foto-Dok. apahabar.com

PDIP Kalsel sebelumnya telah menyetorkan dua nama bakal calon pendamping Sahbirin Noor, salah satunya Rosehan. Foto-Dok. apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Kabar lahirnya poros ketiga pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Selatan (Kalsel), Desember 2020, sepertinya bukan sekadar isapan jempol belaka.

Di mana poros ini mempertemukan dua partai politik besar di Kalsel. Yakni, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Poros ini kemungkinan besar bakal mengusung duet Rosehan Noor Bachri-Aditya Mufti Ariffin.

Rosehan merupakan eks wakil gubernur Kalsel pendamping Rudy Ariffin, Gubernur periode 2005-2010.

Sedangkan Aditya alias Ovie, merupakan putra dari Rudy Ariffin, sekaligus ketua DPW PPP Kalsel.

Ihwal desas-desus ini, Rosehan pun tidak menampiknya. Saat ini ia mengaku sedang berada di Jakarta.

Sebagai loyalis partai, ia siap mengikuti komando Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.

Baca juga :  Dukungan PKS Muluskan Fauzi-Eva di Pilkada Sumenep

“Saya ini sebagai petarung, maka saya akan bermain,” ucap Rosehan Noor Bachri, Selasa (7/7) siang.

Peta perpolitikkan Kalsel, kata dia, masih sangat dinamis.

Baik komunikasi politik dengan Ovie, Partai Gerindra, maupun internal PDI Perjuangan sendiri tengah diupayakannya.

“Kita berharap ada kesepakatan dan kesepahaman untuk bisa membuat Kalsel lebih baik,” beber Rosehan.

Terkait keputusan Golkar Kalsel lebih memilih H. Muhidin dibandingkan dirinya, Rosehan menganalogikan politik itu cukup diemut. Bukan ditelan.

“Jika menelan maka akan merasa ketinggalan,” ujar anggota DPRD Kalsel itu.

Jika berdampingan dengan Ovie, maka menurutnya bukan suatu hal yang kebetulan. Mengingat, Ovie adalah putra Rudy Ariffin, gubernur Kalsel dua periode itu.

Baca juga :  Dukungan PKS Muluskan Fauzi-Eva di Pilkada Sumenep

“Kalau program saya dengan Rudy Ariffin dahulu sudah terlihat. Pembangunan jelas, Banjarbaru sebagai pusat perkantoran sudah disiapkan,” tegasnya.

Rosehan berdalih, sebagai parpol pemenang pemilu di level nasional dan runner-up di Kalsel, maka sudah sepantasnya maju di Pilkada.

“Bukan hal yang diragukan jika PDIP berkecimpung di dalam Pilkada. Bahkan menjadi suatu keanehan jika PDIP tiba-tiba hanya menjadi penonton,” cetusnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Ovie tak menampik wacana tersebut.

“Benar,” ungkapnya singkat saat dihubungi apahabar.com.

Meski begitu, tambah dia, semua masih sangat dinamis. Dukungan partai bisa mengarah ke dirinya, petahana, bahkan sang penantang Prof Denny Indrayana.

“Kita lihat saja nanti,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Pilgub Kalsel: Gerindra Opsi Terakhir Denny Indrayana?
apahabar.com

Politik

Iklan Kampanye Masih Banyak Kesalahan
apahabar.com

Politik

LIPI: Isu Tenaga Asing Tak Akan Dibahas Mendalam
apahabar.com

Politik

Banua Milineal Fest Picu Semangat Pemuda Menjelang Pemilu 2019
apahabar.com

Politik

Ibnu Sina: Beda Pilihan Jangan Sampai Jadi Gesekan
apahabar.com

Politik

Bawaslu Tapin Segera Rekrut Petugas Pengawas TPS
apahabar.com

Politik

Trump Kabarkan Hasil Pertemuannya ke PM Jepang dan Presiden Korsel
apahabar.com

Politik

Tanggapan Haris Makkie Ketika Namanya Disebut Bertarung di Pilwali Banjarmasin 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com