Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel

Sudah Empat Bulan, Ponpes di Batola Diliburkan

- Apahabar.com Rabu, 15 Juli 2020 - 19:03 WIB

Sudah Empat Bulan, Ponpes di Batola Diliburkan

Belum bisa kembali ke pondok pesantren, pembelajaran santri-santri di Batola menggunakan sistem online. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Sudah hampir empat bulan Covid-19 mewabah di Barito Kuala. Selama itu pula santri pondok pesantren di Bumi Selidah belajar dari rumah.

Total terdaftar 17 pesantren yang terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag) Batola. Juga terdapat 2 pesantren lagi yang sedang memproses registrasi.

Namun semenjak penyebaran Covid-19 meningkat, hampir tidak terdapat lagi aktivitas di pesantren selama empat bulan terakhir. Semua santri dipulangkan dan pembelajaran pun dilakukan melalui daring.

Mulai dari mengaji, setoran hapalan, bahkan semua kajian rutin di pesantren pun harus diubah menjadi via daring, baik melalui WhatsApp, YouTube dan Facebook.

“Meski tahun ajaran baru sudah dimulai 13 Juli 2020, pesantren tetap diliburkan dan siswa tidak menempati asrama,” papar Ketua DPC Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Batola, KH Husin Kaderi, Rabu (15/7).

“Selanjutnya pembelajaran dan ujian dilakukan menggunakan WhatsApp. Demikian pula metode pembelajaran santri baru,” imbuhnya.

Untuk kembali mengaktifkan kembali pembelajaran tatap muka, pesantren dituntut memenuhi semua protokol kesehatan. Itu termasuk melakukan rapid test kepada semua santri.

“Sebagian pesantren bersedia menyelenggarakan rapid test, kalau ingin mengembalikan santri. Namun kami tetap harus menunggu arahan pihak terkait,” tambah Husin.

Sebaliknya santri-santri dari Batola yang menuntut ilmu di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), sudah kembali ke tempat belajar.

Sedikitnya 6 santri dari Batola, telah bertolak ke Gontor sejak 17 Juni 2020. Sebelumnya mereka menjalani rapid test yang difasilitasi Pemkab Batola.

“Kami berterimakasih kepada Pemkab Batola, mengingat surat keterangan negatif Covid-19 menjadi salah satu syarat kembali ke Gontor,” papar Muhammad Irsyad, Sekretaris Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPMA) Gontor Kalimantan Selatan.

Pemeriksaan itu menjadi penting, lantaran 11 santri PMDG dikonfirmasi positif Covid-19. Akhirnya pesantren ini menerapkan lockdown lokal dan mengurangi jam belajar mengajar.

“Dari 11 santri tersebut, sekarang tersisa 6 yang masih dikarantina. Kemudian untuk tindak pencegahan, diberlakukan protokol kesehatan yang ketat,” beber Irsyad.

“Juga telah didatangkan sejumlah dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Alumni Gontor (IDAGI). Mereka turut membantu memperkuat sistem dan mekanisme pencegahan dan percepatan penanganan Covid-19,” tandasnya.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

SEMMI dan KNPI Kalsel Doa Bersama, Pemuda Banua Ingin Pilkada 2020 Damai
apahabar.com

Kalsel

Terjaring Razia Masker di Banjarmasin, Intip Sederet Alasan Warga
apahabar.com

Kalsel

8 Putra Daerah Menimba Ilmu ke Luar Negeri, Ini Harapan Bupati Balangan
apahabar.com

Kalsel

Mengintip Mobil Listrik Milik Universitas Lambung Mangkurat
apahabar.com

Kalsel

Pembakar Istri di Tapin Terancam Dibui Selamanya!
apahabar.com

Kalsel

OTG, Tiga Warga HST Positif Covid-19 Dikarantina di RSUD Damanhuri
apahabar.com

Kalsel

Begini Desain Kelotok Ala Dishub Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Warga Binaan LPKA Kelas I Martapura Sambut Ceria Tim Pusling Dispersip
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com