Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

Tahun Ajaran Baru, Berikut Protokol Kesehatan Sekolah di Batola

- Apahabar.com Selasa, 7 Juli 2020 - 15:12 WIB

Tahun Ajaran Baru, Berikut Protokol Kesehatan Sekolah di Batola

Mulai 13 Juli 2020, semua satuan pendidikan di Barito Kuala tidak lagi menerapkan sistem belajar dari rumah. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Memasuki tahun ajaran baru 2020, semua siswa SD dan SMP sederajat di Barito Kuala hanya belajar empat jam pelajaran di sekolah.

Dijadwalkan tahun ajaran baru 2020 dimulai 13 Juli 2020. Sekalipun masih dalam bayang-bayang pandemi Covid-19, hampir dipastikan semua sekolah aktif kembali.

Namun demi menekan risiko penyebaran, Batola telah mempersiapkan protokol kesehatan sebagai panduan guru dan siswa di semua sekolah.

“Sudah dirilis surat edaran Bupati Batola tentang pedoman pembelajaran dalam tatanan new normal untuk SD/MI dan SMP/MTs,” papar Kepala Dinas Pendidikan Batola, Sumarji, Selasa (7/7).

“Keputusan mengaktifkan pembelajaran di sekolah ini merupakan hasil evaluasi pelaksanaan belajar dari rumah. Intinya hanya sebagian kecil siswa yang benar-benar belajar di rumah,” imbuhnya.

Pedoman tersebut di antaranya memuat kewajiban membersihkan seluruh sarana dan prasarana, sebelum dan sesudah kegiatan belajar mengajar.

Kemudian kapasitas ruangan kelas diisi maksimal 10 siswa dengan jarak meja 1,5 sampai 2 meter.

Pun selama pemberlakuan aturan tersebut, semua siswa maksimal hanya mengikuti 4 jam pelajaran tanpa istirahat dengan beberapa ketentuan.

“Siswa SD diatur hanya satu kali pembelajaran tatap muka setiap minggu secara bergiliran. Misalnya kelas VI masuk setiap Senin dan seterusnya,” jelas Sumarji.

“Sedangkan SMP diatur dua kali pembelajaran tatap muka setiap minggu, juga secara bergiliran. Misalnya kelas VII setiap Senin dan Rabu,” sambungnya.

Ketentuan yang sama juga melarang kantin sekolah beroperasi, sehingga peserta didik diarahkan membawa bekal dari rumah.

Setiap sekolah juga dianjurkan memiliki thermo gun, mewajibkan penggunaan masker, cuci tangan pakai sabun dan melakukan etika bersin.

Kemudian semua pihak dilibatkan dalam pemantauan kesehatan terkait gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, sesak napas, diare atau kehilangan indra perasa.

Seandainya fasilitas penunjang kebersihan belum lengkap, sekolah dapat menggunakan Dana BOS dan Bantuan Operasional Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (BOP-PAUD).

Editor: Muhammad Bulkini

Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Batola

Cegah Penyebaran Covid-19, Rutan Marabahan Tunggu Rapid Massal
apahabar.com

Batola

Batola Target Zona Hijau, Protokol Kesehatan Lingkungan Industri Diawasi
apahabar.com

Batola

Lewat Team Mobile, Kodim 1005 Marabahan Bantu Percepatan Penanganan Covid-19 di Batola
apahabar.com

Batola

Berlangsung Serentak, Pemilihan BPD di Batola Pakai Mekanisme Baru
apahabar.com

Batola

Setelah Pensiun, Begini Kondisi Anggota Polres Batola Penyedia Bubur Gratis
apahabar.com

Batola

Tetap Nol Kasus, Tugas Berat Menunggu Tabukan
apahabar.com

Batola

Uji Publik DPS, KPU Barito Kuala Tindaklanjuti Analisis Bawaslu

Batola

Tiga Perwira di Polres Barito Kuala Bergeser
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com