ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Kalsel

Selasa, 7 Juli 2020 - 16:51 WIB

Tak Cukup Empat, Pemprov Kalsel Tambah Dua Lokasi Karantina

Reporter : Nurul Mufidah - apahabar.com

Penanggungjawab Karantina Khusus Pemprov Kalsel, Sukamto. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

Penanggungjawab Karantina Khusus Pemprov Kalsel, Sukamto. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Empat lokasi dianggap masih kurang, sehingga Provinsi Kalsel menambah dua tempat lagi untuk karantina Covid-19. Keduanya bertempat di Banjarbaru, yakni di Sekolah Polisi Negara (SPN) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) – C Negeri Pembina.

“Jumlah karantina kita (saat ini) ada 4, di Ambulung, Bapelkes, BPSDMD Panglima Batur sama Asrama Haji. Kita mau menyiapkan lagi setelah asrama haji yaitu ada untuk SLB dan SPN kita siapkan,” ujar Penanggungjawab Karantina Khusus Pemprov Kalsel, Sukamto kepada apahabar.com, Selasa (7/7) siang.

Sukamto menyebut, dua tempat tersebut sedang dalam tahap supervisi dan diprediksi akan selesai kurang dari dua pekan.

“Ini baru menyusun mensetting bagaimana tempatnya, apa yang diperlukan. Mudah mudahan kalau memang sudah ini (fix) biasa kami tidak sampai 2 minggu,” ungkapnya.

Baca juga :  Cegah Karhutla, Polsek Jejangkit Cek Titik Api di Perbatasan Kabupaten

Kendati demikian, terjadi polemik terkait penggunaan sekolah luar biasa itu sebagai tempat karantina Covid-19. Pasalnya, Wakil Rakyat Kalsel dalam hal ini Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Lutfi Saifuddin menyampaikan keberatannya jika SLB-C disulap menjadi tempat karantina.

Menjawab hal itu, Sukamto menerangkan bahwa pihaknya hingga sekarang masih dalam tahap survei tempat dan meminta izin penggunaan selama sekolah libur. Jika diizinkan barulah pihaknya menggunakan bangunan sekolah itu untuk karantina pengidap Covid-19.

“Kalau sudah diizinkan kami akan identifikasi apa-apa yang diperlukan disitu,” pungkasnya.

Baca juga :  Stok Darah di PMI Minim, PHKS Kalsel Terketuk Gelar Aksi Sosial

Sebagai informasi, berdasarkan data sampai 6 Juli 2020, angka kesembuhan pengidap Covid-19 Kalsel dari kasus terkonfirmasi sebanyak 3.628 orang, sembuh 966 orang, maka kesembuhan mencapai 26,6 persen.

Sedangkan di karantina khusus Ambulung, Bapelkes dan Panglima Batur jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 yang ada sebanyak 698 orang dengan rincian Ambulung 275 orang, Bapelkes 216 orang, dan Panglima Batur 207. Sembuh 418 orang, 165 dari karantina Ambulung, 127 orang dari karantina Bapelkes, dan 126 orang dari karantina Panglima Batur.

Jadi kesembuhan tercatat sebesar 59,9 persen atau jika digenapkan menjadi 60 persen dengan rata-rata tinggal 24 sampai 25 hari.

apahabar.com

Pengidap Covid-19 sembuh boleh pulang hari ini.
Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Mau Kungker Luar Daerah, Dewan Kalsel Harus Jalani Rapid Test
apahabar.com

Kalsel

Kabar Gembira, Swab Tes Pasien Covid-19 di Kotabaru Negatif
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini Waspadai Hujan Lokal
apahabar.com

Kalsel

Upayakan Pencegahan Covid-19, Sat Lantas Polres HSU Gelar Patroli dan Sebar Imbauan
apahabar.com

Kalsel

Ada Media Center di Bawaslu Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Saat Mahasiswa ULM-Poliban Rayakan Natal Bersama
apahabar.com

Kalsel

Momentum HUT Bhayangkara ke-74, Polres Batola Salurkan Beras Kapolri pada Warga
apahabar.com

Kalsel

Prioritaskan Program Daerah, Anggota DPR RI Asal Kalsel Upayakan Rayu Pemerintah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com