Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Korban Jiwa, Warga HST Tewas Cara Nonton Live Streaming Liga Champions Chelsea vs Sevilla di SCTV & Vidio.com Malam Ini 7 Pemuda Diamankan Saat Demo di Banjarmasin, Polisi: Mereka Mabuk Gaduk Sudah Minta Maaf, Sekda Tala Tetap Dipolisikan

Tak Cuma Jeruk, Batola Juga Punya Ladang Melon di Sidomakmur

- Apahabar.com Kamis, 30 Juli 2020 - 15:12 WIB

Tak Cuma Jeruk, Batola Juga Punya Ladang Melon di Sidomakmur

Petani dari desa Sidomakmur, Eko Susilo, memanen buah melon dari percobaan pertama. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Semula hanya coba-coba, Eko Susilo justru menjadi petani yang berhasil membudidayakan melon di Barito Kuala.

Tingkat keberhasilan petani dari Desa Sidomakmur, Kecamatan Marabahan, ini dapat dilihat dari hasil panen.

Dari 6.000 pokok yang ditanam di atas lahan seluas sekitar 1 hektare, dihasilkan tidak kurang 2 ton buah melon.

Itu pun baru panen pertama, karena masih tersisa ribuan buah lain yang siap dipanen dari 6.000 pokok tersebut.

“Buah yang dipanen rata-rata sudah berusia 3 bulan. Dari panen pertama, bobot melon terberat mencapai 5,5 kilogram,” ungkap Eko, Kamis (30/7).

“Alhamdulillah proses pemasaran lancar, baik pasar lokal maupun ke Banjarmasin dan Banjarbaru,” imbuhnya.

Uniknya keberhasilan Eko berasal dari coba-coba. Pun lahan yang digunakan pria berusia 30 tahun tersebut merupakan bekas menanam semangka.

“Baru sekali tanam, ternyata berhasil panen dengan memuaskan. Bahkan satu-satunya penanaman melon yang berhasil di Batola, hanya terdapat di Sidomakmur,” bangga Marsan, Kepala Desa Sidomakmur.

Eko memiliki alasan menggunakan bekas lahan tanam semangka. Salah satunya menghidupkan lahan yang berpotensi tidur, mengingat penanaman semangka baru bisa dimulai di musim penghujan.

“Daripada kelamaan menganggur menunggu tanam semangka, lebih baik dimanfaatkan menanam melon yang memang dilakukan di musim kemarau. Kebetulan bedengan semangka sudah ditutupi plastik mulsa,” jelas Eko.

“Daripada kelamaan menganggur menunggu tanam semangka, lebih baik dimanfaatkan menanam melon yang memang dilakukan di musim kemarau. Kebetulan bedengan semangka sudah ditutupi plastik mulsa,” jelas Eko.

Meski terlihat sederhana, banyak fungsi yang dimiliki plastik mulsa. Di antaranya menghalangi gulma naik, menjaga kelembaban tanah, dan memantulkan cahaya matahari sehingga dapat mematikan hama.

Sistem irigasi tetes yang diterapkan Eko, juga mendukung keberhasilan tumbuh subur melon. Cara kerja irigasi tetes ini adalah mengalirkan air melalui lubang yang dibuat sesuai kebutuhan tanaman.

Apabila sistem irigasi lain menerapkan prinsip air bertekanan tinggi, tidak demikian dengan irigasi tetes. Air dibuang tetes demi tetes, tapi akurat sampai akar tanaman.

“Kalau dibandingkan semangka, ternyata melon subur lebih cepat. Malah banyak buah sengaja dibuang, agar perkembangan buah prioritas tetap besar,” urai Eko.

“Saya mengatur satu pokok hanya menghasilkan satu hingga dua biji. Mungkin ke depan saya menemukan cara agar pembuangan buah tidak lagi dilakukan,” tandasnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Bersaing dengan Swasta, Pelindo Berbenah Diri
apahabar.com

Ekbis

Senin Pagi, Rupiah Menguat 0,28%
apahabar.com

Ekbis

Awal 2019, Rupiah Rawan ‘Digoyang’
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Senang Implementasi B30 Hemat Devisa 4,8 Miliar Dolar
apahabar.com

Ekbis

Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Rantau Melambung
apahabar.com

Ekbis

Masih Dipengaruhi Euforia UU Cipta Kerja, IHSG Akhir Pekan Menguat
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Turun Tajam Pasca-Risalah the Fed
apahabar.com

Ekbis

Hingga 2024, Segini Investasi yang Dibutuhkan PLN
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com