Sejumlah Guru di Banjarbaru Positif Covid-19, 2 Sekolah Hentikan Pembelajaran Tatap Muka Dikejar Polisi, ASN Buang Sabu dari Jendela Mobil di Banjarmasin BREAKING NEWS! Kabar Duka, Ananda Suami Mama Lita MasterChef Meninggal Dunia Geger Buaya Pemangsa Petambak di Kotabaru Muncul ke Permukaan Happy Wedding! Plt Gubernur Kalsel Resmi Nikahi Pramugari

Tapin Proses Adaptasi Kehidupan Baru, Group Kuda Gepang Masih Was-Was

- Apahabar.com Minggu, 26 Juli 2020 - 18:37 WIB

Tapin Proses Adaptasi Kehidupan Baru, Group Kuda Gepang Masih Was-Was

Kuda Gepang. Foto-Istimewa

apahabar.com, RANTAU – Sejak Maret lalu, banyak aktivitas yang mengumpulkan massa banyak dihentikan mulai dari resepsi pernikahan bahkan acara kegiatan pemerintahan di Kabupaten Tapin.

Sama halnya dengan grup jasa hiburan lainnya, Kuda Gepang Raden Senjaya 4711 grup musik berbau tradisional di Tapin terpaksa vakum sementara waktu, meskipun banyak yang bergantung hidup di sana.

Sedikit napas lega untuk para penggiat jasa hiburan, beberapa waktu lalu DPRD Tapin dan Pemerintah Daerah Tapin sedang memproses Peraturan Pemerintah dalam penerapan ‘Adaptasi Kehidupan Baru’.

Salah satu point di sana nantinya akan melonggarkan acara resepsi pernikahan.

Dengan sedikit pelonggaran itu, Supian, selaku Ketua Group Kuda Gepang Raden Senjaya 4711 mengatakan meskipun dengan adanya pelonggaran itu masih belum menjamin mereka bisa manggung.

“Meski pun yang mempunyai acara sudah dapat izin, belum pasti juga kami disewa, paling tidak dengan pelonggaran itu ada harapan untuk kami,” ujarnya.

Terkait Perda itu beberapa waktu lalu Persatuan Sound System Tapin (PSST) datang ke DPRD Tapin dan akhirnya Rabu, (22/7) digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk pelaku usaha kesenian dimasa pandemi.

Ketua DPRD Tapin, H Yamani mengatakan bahwa dari hasil rapat bersama Inspektorat, Bagian Hukum Pemerintah Daerah, Dinas Sat PP dan Damkar, Kesbangpol, Pers, Kepolisian dan Gugus Tugas Covid-19, sepakat untuk melakukan ketetapan pelonggaran untuk acara resepsi pernikahan dan hiburan serta kegiatan

“Mencakup kegiatan apa saja yang melibatkan orang banyak, termasuk kegiatan keagamaan, dengan meminta rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19 dan mendapatkan izin dari Polres Tapin. Hari ini disepakati akan dimasukkan dalam peraturan Bupati dan mengarah ke Perda,” ujarnya kepada awak media.

Dikatakan Yamani, pelaksana apa pun itu akan didampingi oleh Gugus Tugas Covid-19, Dinas Kesehatan dan apabila dalam pelaksana terdapat pelanggaran protokol, Polres diberi wewenang untuk melakukan pembubaran.

“Poin poin yang dibahas tadi termasuk menumbuhkan kembali perekonomian masyarat,” ujarnya.

Dilain sisi, dalam pembahasan peraturan Bupati tentang pembatasan kegiatan masyarat itu nantinya akan ditingkatkan menjadi peraturan daerah, termasuk pemberian sangksi keras kepada mereka yang melanggar peraturan protokol kesehatan.

“Dalam perda itu nantinya akan ada sanksi. Dalam artian masyarakat kita masih ada yang lengah jadi harus ada sanksi. Sanksi denda, rencananya diantaranya Rp. 250 Ribu sampai Rp. 500 Ribu,” ujar Yamani.

Perda itu nantinya paling cepat akan terealisasi dalam waktu 15 hari kedepan, oleh Kepala Bagian Hukum Pemerintah Daerah Tapin.

Plt Bagian Hukum Pemerintah Tapin, Achmad Ramadhan mengatakan sementara Gugus Tugas Covid-19 Tapin masih berlaku menunggu pembentukan Satuan Tugas baru yang bergerak untuk upaya pencegahan dan pengawasan peningkatan perekonomian masyarakat.

“Masih menunggu petunjuk dari Satgas pusat lagi,” ujarnya. Dikatakan Achmad perda itu nantinya akan memperkuat dasar pelaksanaan tugas dari satuan tugas yang baru nantinya.

Kapolres Tapin, AKBP Eko Hadi Prayitno mengatakan bahwa saat ini sudah diberlakukan adaptasi kebiasaan baru, yang mana setiap kegiatan tidak lepas dari protokol kesehatan.

“Nanti akan kita lihat sejauh mana isi perizinan tersebut, sejauh mana protokol kesehatan yang akan dilakukan, ini yang paling penting. Bukan masalah izin itu boleh atau tidak, yang paling penting adalah adaptasi kebiasaan baru untuk protokol kesehatan yang sudah ditentukan, ini yang paling penting,” ujar Eko.

apahabar.com

Gerakan Lestari Seni Budaya Tapin (Gelas Budaya Tapin). Foto-Istimewa

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Muhammad Fauzi Fadilah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Unjuk Rasa di Rumah Banjar, Massa Nyinyiri Penanganan Covid-19 di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Bulan Depan, Bekas Barak Rusia di Banjarbaru Siap Digunakan
apahabar.com

Kalsel

Dewan Siap Evaluasi Kinerja BUMD Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Imbas Covid-19, Ratusan Madrasah di Banjarmasin Diliburkan
apahabar.com

Kalsel

Beberkan Sisa Anggaran 2019, Gubernur Kalsel: Rp200 Miliar
apahabar.com

Kalsel

PDAM Intan Banjar, Targetkan 60 Persen Pelayanan Akhir Tahun
apahabar.com

Kalsel

Kabar Baik, Realisasi PAD Banjarmasin Capai 84 persen
apahabar.com

Kalsel

Seabrek Even Meriahkan Harjad HST ke 60, Puluhan Sepeda Gunung Dibagikan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com