Launching OPOP di Kalsel, Wapres Ma’ruf Ingin Produk Pesantren Go Internasional Resmi Dibuka, Menko Airlangga Sebut GIIAS Jadi Kesuksesan Banyaknya Kendaraan Listrik Kalsel Waspada Potensi Hujan Disertai Kilat Dianggap Lebih Berbahaya dari Narkoba, Ini 3 Manfaat Lain dari Kratom Menkop-UKM Teten Masduki Dorong Kratom dapat Terus Diproduksi di Indonesia
agustus

Target 10 Ribu Tes Usap di Kalsel, Wali Kota Banjarmasin Beri Saran

- Apahabar.com     Sabtu, 25 Juli 2020 - 18:05 WITA

Target 10 Ribu Tes Usap di Kalsel, Wali Kota Banjarmasin Beri Saran

Ilustrasi tes swab. Foto-dok.

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemprov Kalsel bakal menggelar tes usap atau swab secara besar-besaran. Targetnya mencapai 10 ribu orang.

Lantas, berapa yang akan diusulkan Banjarmasin?

Sebagai daerah penyumbang pengidap Covid-19 terbesar di Kalsel, Banjarmasin memiliki 434 orang yang layak diswab.

Mereka terdiri dari orang dalam pemantauan (ODP) atau suspek, dan probabel atau pasien dalam pengawasan (PDP).

Merespons itu, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina sangat mendukung tes usap secara massal namun dengan sejumlah catatan.

“Pemeriksaan untuk menemukan pengidap Covid-19 yang belum terdeteksi, tetap mengedepankan aspek efisiensi, dan tepat sasaran,” ujar Ibnu, Sabtu (25/7).

Maksud Ibnu, swab yang digalakkan mesti berpegang teguh pada pedoman pencegahan dan pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) nomor 5 yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan. Termasuk, anjuran dari tim pakar meteorologi Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Pemprov Kalsel, sebut dia, wajib melihat jumlah populasi warga. Dan kawasan yang belum pernah dirambah.

Artinya, tes usap itu mesti memprioritaskan masyarakat yang tergolong suspek dan probabel.

“Karena itu sudah sesuai ketentuan. Swab tidak boleh tidak mengikuti aturan. Nanti tiba-tiba ini diswab, jadi harus sesuai aturan itu saja,” ucap Ibnu.

Hingga kini Ibnu sendiri tidak mengetahui waktu pelaksanaan swab massal yang bakal digelar Pemprov Kalsel.

“Kita menunggu dari provinsi kapan mereka melaksanakan kita siap saja,” tegasnya.

Ditambahkan, Kota Banjarmasin telah melakukan rapid test atau tes usap kepada 11 ribu warganya. Sementara ada 4 ribu orang yang dites usap.

Namun sampai kini hasil tes usap yang dinilai lebih akurat ketimbang tes cepat itu belum keluar.

Sampai hari ini, nyatanya sampel swab mengantre diperiksa di Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) Kota Banjarbaru.

“Yang paling cepat 10 hari bisa keluar hasilnya tapi kita inginkan kecepatan sekitar 1-2 hari sudah keluar hasil swab ya,” pungkasnya.

Dari informasi yang dihimpun apahabar.com, tes usap yang bekerja sama dengan TNI-Polri dan BNPB itu akan dilakukan mulai pekan depan.

Dengan banyaknya warga yang terdeteksi, Pemprov berharap puncak penularan Covid-19 di Kalsel dapat segera diketahui.

Swab massal tengah digencarkan Pemprov mengingat kapasitas alat PCR di Kalsel meningkat. Dalam sehari, Pemprov dilaporkan mampu menguji 1.218 spesimen.

Antrean 5 ribu spesimen swab yang terjadi beberapa pekan belakangan, diklaim sudah berangsur bisa diurai. Dengan rata-rata spesimen masuk ke laboratorium antara 700-1000 per hari. Kini, hanya butuh 4-5 hari sudah bisa diketahui hasilnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Jembatan Lengkung

Dinas PUPR Kalsel

Jokowi Mau ke Kalsel Lagi, Resmikan Jembatan Lengkung Pertama di Indonesia
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Kalsel Cetak Ribuan Petani Milenial, Kadis Pertanian: BPP Homebasenya
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Paman Birin Imbau Pembagian Kurban Tanpa Kantong Plastik
Kadisdikbud Kalsel Muhammadun

Pemprov Kalsel

Tanpa UN, Disdikbud Kalsel Tegaskan Nasib Siswa Kelas 12 Masih Ditentukan Sekolah
APBN

Pemprov Kalsel

Realisasi DAK Fisik Kalsel dari APBN Baru 6 Persen
Pemprov Kalsel

Pemprov Kalsel

Lima Pejabat Struktural Pemprov Kalsel Baru Dilantik Diharap Mampu Layani Masyarakat

Pemprov Kalsel

Selama Ramadhan 1442 H, Begini Jam Kerja ASN Pemprov Kalsel
Mendagri

Pemprov Kalsel

Tertinggi Nasional, Mendagri Puji Realisasi Belanja ABPD Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com