Persiba Cuci Gudang, Coret Tujuh Pemain Jelang Delapan Besar Liga 2 Paman Birin Minta Wali Kota dan Bupati Maksimalkan Serapan Anggaran 2022 Kasus Covid-19 di 21 Daerah Naik, Pemerintah Meminta Masyarakat Tetap Waspada Truk Terguling di A Yani Banjarmasin, Satu Orang Tewas Sopir Truk Terguling di A Yani Banjarmasin Bakal Tersangka!

Terawan Hapus Istilah ODP-PDP-OTG Covid-19, Simak Gantinya

- Apahabar.com     Selasa, 14 Juli 2020 - 12:55 WITA

Terawan Hapus Istilah ODP-PDP-OTG Covid-19, Simak Gantinya

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Foto-Kompas.com/Garry Lotulung

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto menghapus istilah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang tanpa gejala (OTG) untuk pasien Covid-19.

Aturan perubahan itu tertuang di Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang diteken pada Senin (13/7).

Istilah terbaru yakni suspek hingga probable pun digunakan seperti tercantum dalam pedoman pencegahan virus Corona (Covid-19).

“Pada bagian ini, dijelaskan definisi operasional kasus Covid-19, yaitu kasus suspek, kasus probable, kasus konfirmasi, kontak erat, pelaku perjalanan, discarded, selesai isolasi, dan kematian. Untuk kasus suspek, kasus probable, kasus konfirmasi, kontak erat, istilah yang digunakan pada pedoman sebelumnya adalah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), orang tanpa gejala (OTG),” demikian tertuang pada halaman 31 di bagian defisini operasional peraturan baru ini.

Berikut definisi istilah-istilah baru tersebut seperti dikutip dari Tempo.co.

1. Kasus suspek ialah orang yang memiliki salah satu dari kriteria berikut:

a. Orang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal. Sebagai catatan, gejala ISPA yang dimaksud, yakni: demam (> 38 derajat celcius) atau riwayat demam; dan disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan seperti: batuk/sesak napas/sakit tenggorokan/pilek/pneumonia ringan hingga berat.

b. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable Covid-19.

c. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

2. Kasus Probable
Kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

3. Kasus Konfirmasi
Seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Kasus konfirmasi dibagi menjadi kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) dan kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik).

4. Kontak Erat
Orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi Covid-19 di antaranya mencakup; kontak tatap muka/berdekatan dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih; sentuhan fisik langsung; dan orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD yang sesuai standar.(Tmp)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Serbu! Hari Ini Promo Puncak 9.9 Shopee Super Shopping Day, Diskon 50 Persen hingga Girlband Korea Gfrien
apahabar.com

Gaya

Masuk ‘Dessert’ Paling Enak, Cendol Diperebutkan Singapura dan Malaysia
apahabar.com

Gaya

Ini Prediksi Tren Kuliner di Indonesia 2019 Versi Go-Food

Gaya

Nissa Sabyan Kondangan, Warganet Malah Soroti Perut
apahabar.com

Gaya

Akar Tanaman Herbal Dapat Tingkatkan Kekebalan Tubuh
apahabar.com

Gaya

Kedok Produsen Kosmetik Ilegal Lewat Endorse Artis Terkenal
apahabar.com

Gaya

Selama WFH, PUBG Mobile Pecahkan Rekor
apahabar.com

Gaya

Resep Menu Sarapan Keluarga: Roti John Rumahan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com