Wah, AS Mulai Tak Wajibkan Warganya Pakai Masker & Jaga Jarak Update Saham Spanyol, Indeks IBEX 35 Tergelincir 0,46 Persen Update Saham Inggris, Indeks FTSE 100 Tergerus 0,59 Persen Update Saham Jerman, Indeks DAX 30 Naik 49,46 poin Lebaran Pertama, Rumah hingga Jalan Provinsi di Satui Tanah Bumbu Terendam

Tergiur Cuan, Motif Pemuda Tabalong Nekat bawa 1 Kg Sabu

- Apahabar.com Rabu, 8 Juli 2020 - 13:39 WIB

Tergiur Cuan, Motif Pemuda Tabalong Nekat bawa 1 Kg Sabu

Para tersangka (belakang) penyelundupan sabu 1 Kilogram mengaku mendapat perintah dari oknum napi di Lapas Kaltim. Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil meringkus dua kurir sabu asal Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, di Kilometer 27, Landasan Ulin, Banjarbaru, Sabtu (4/7), sekitar pukul 10.35.

Belakangan, kedua tersangka diketahui berjenis kelamin laki–laki, inisial MAN (27) dan AM (28). Diperintah oleh seseorang, mereka nekat membawa barang haram itu lantaran tergiur cuan atau keuntungan dari upaya penyelundupan.

Kini, BNNP Kalsel mengendus dugaan sindikat jaringan internasional. Sebab, sabu seberat kurang lebih 1 kilogram itu dibungkus menggunakan kemasan teh merek Guan Yin Wang.

“Dilihat dari bungkus teh China ini merupakan asal luar negeri,” ucap Plt Kabid Pemberantasan BNNP Kalsel, AKBP Husni Thamrin, Rabu (8/7) pagi.

Meski begitu, pihaknya enggan menyimpulkan secara terburu-buru.

“Ini masih dikembangkan,” tegas Husni.

Yang pasti, kata dia, kedua tersangka diduga merupakan jaringan sebuah lembaga pemasyarakat di Kalimantan Timur (Lapas Kaltim).

Berdasarkan berita acara pemeriksaaan (BAP), kedua tersangka mendapat perintah dari salah seorang tersangka lain di Benua Etam, sebutan Kaltim.

“Keduanya nekat menjadi kurir sabu karena dijanjikan uang sebesar Rp20 juta,” cetusnya.

BNNP Kalsel sendiri masih menelusuri jalur masuk barang haram tersebut hingga ke Kalsel. Apakah melalui jalur darat Kalimantan Timur atau Kalimantan Tengah.

Akan tetapi, besar kemungkinan dari Kaltim. Lantaran target operasi (TO) ada di sana.

“Sindikat narkoba ini jaringannya terputus-putus. Namun, tetap dikembangkan jaringan di atasnya,” tandasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pecah Rekor, Festival Durian Paman Birin di Kiram Berlangsung Meriah
apahabar.com

Kalsel

Kisah Farah, Sempat Sulit Bernapas Saat Jadi Paskibraka Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Kabar Kalsel Hari Ini: Tambah 9 Positif dan 2 Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Teror Karhutla di Tanah Laut Terus Terjadi
apahabar.com

Kalsel

Was-was di Tengah Pandemi, Petugas Kebersihan Sampah Covid-19 Berbagi Cerita
apahabar.com

Kalsel

Libur Lebaran, Makam Panjang di Balangan Kebanjiran Pengunjung
apahabar.com

Kalsel

Doorr..! Pembunuh Ibu Muda di Kintap Tala Bertekuk Lutut Ditembus Timah Panas
apahabar.com

Kalsel

Uni Eropa Blokir Kelapa Sawit, GAPKI Kalsel: Kasihan Petani Kecil
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com