Ansharuddin Curhat, Eh Wabup Balangan Maradang INNALILLAHI, Anggota TNI Ditemukan Membusuk di Indekos Banjarmasin Kesbangpol dan KPU Jamin Hak 8.620 Pemilih Difabel di Kalsel Terpenuhi Tabir Kematian 2 Bocah di Benawa HST, Korban Dipocong Hidup-Hidup oleh Ibu Kandung Pembunuhan Wakar di Kelayan B Sudah Direncanakan, Pelaku Khilaf karena Luka Lama

Terindikasi HTI, Dua Pemuda Kotabaru Diciduk Polisi

- Apahabar.com Selasa, 14 Juli 2020 - 14:03 WIB

Terindikasi HTI, Dua Pemuda Kotabaru Diciduk Polisi

Kapolres AKBP Andi Adnan menunjukkan bukti salinan postingan dua pemuda terkait dukungannnya terhadap ideologi khilafah. Foto-apahabar.com/Masduki

apahabar.com, KOTABARU – Dua pemuda di Kotabaru diciduk polisi karena diduga sebagai simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Masing-masing, berinisial RH dan DW.

Keduanya terpaksa berurusan dengan petugas Satreskrim Polres Kotabaru karena postingan-nya di media sosial (medsos) yang berbau HTI, khilafah sebagai ideologinya.

“Selain narasi, dalam postingan RH juga dilengkapi dengan bendera eks Ormas Islam HTI bertuliskan kalimat tauhid, yang telah dibubarkan karena dinilai bertentangan dengan ideologi Bangsa Indonesia yakni, Pancasila,” ujar Kapolres AKBP Andi Adnan Syafruddin didampingi Kasat Reskrim, AKP Abdul Jalil, Senin (13/7) sore.

Ingin Molek, Mahasiswi di Kotabaru Nipu Ratusan Juta

Karenanya, keduanya diindikasikan sebagai simpatisan daripada HTI, dan dijerat menggunakan Undang-Undang Informasi, Transaksi, dan Elektronik (ITE).

Narasi dimaksud Adnan, yakni: ‘Tegaknya Khilafah adalah suatu kepastian. Memperjuangkannya adalah suatu kewajiban, dan menghalanginya adalah suatu kesia-siaan.’

Postingan tersebut diunggah dalam facebook milik RH dan diteruskan oleh DW.

“Diamankan saat dilakukan patroli siber,” jelas Adnan.

Pilu di Balik Puing Bangunan PAUD Terpadu Aisyiyah 2 Banjarmasin

Kapolres menegaskan tindakan tegas mesti dilakukan karena postingan dua orang tersebut dapat memecah belah umat Islam, dan merusak ideologi Pancasila.

“Keduanya kami tindak tegas. Berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kotabaru, dan tidak lama lagi akan dinyatakan lengkap, tua P21,” tegas Adnan.

Lebih jauh, keduanya dijerat dengan pasal 425 a ayat 2, junto pasal 28 ayat 2 UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11/2008 tentang ITE. Ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara, dan denda satu Rp1 miliar.

Sebagai informasi tambahan, organisasi HTI sudah resmi bubar. Pemerintah menganggap ideologi Khilafah bertentangan dengan Pancasila.

HTI resmi dinyatakan sebagai organisasi terlarang sesuai dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat.

Karier Mengilap Kasat Reskrim Kotabaru: Tempur Melawan OPM

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Masduki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Saat Hujan Deras, Banjarmasin Rawan Pohon Tumbang!
apahabar.com

Kalsel

Gelar Seminar Nasional, BEM ULM Gandeng BEM Seluruh Indonesia
apahabar.com

Kalsel

Sebuah Bedakan di Tabalong Larut Bersama Derasnya Arus Sungai
apahabar.com

Kalsel

Fokus Musnahkan Ranjau, Pemkab Kotabaru Tunda Pembangunan 2 Megaproyek
apahabar.com

Kalsel

Pawai Takbiran di Nagara akan Digelar dengan Kelotok
apahabar.com

Kalsel

Peringati Hari Tani Nasional, Gema Petani dan SPI Kalsel Bagikan 1 Ton Semangka Gratis
apahabar.com

Kalsel

PMI Berharap Zonasi Logistik Menyentuh Seluruh Wilayah Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Viral Bocah Badut Jalanan di Banjarmasin, Nyaris Jadi Korban Penculikan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com