ga('send', 'pageview');
Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST Nih, Hasil Swab Wali Kota Banjarmasin Usai Bertemu Nadjmi Adhani Duh, Mobil Patwal Bupati HSU Tabrak Tiang Listrik di Kandangan Terungkap, Ciri Tengkorak dalam Karung di Kurau Tanah Laut! Warga Pelaihari Geger, Jasad Perempuan dalam Karung di Kurau




Home Nasional

Sabtu, 4 Juli 2020 - 22:12 WIB

Terjaring OTT KPK, PPP Langsung Pecat Istri Bupati Kutim

Uploader - apahabar.com

Encek UR Firgasih. Foto-Fakta.news

Encek UR Firgasih. Foto-Fakta.news

apahabar.com, JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) langsung memecat Ketua DPRD Kutai Timur, Encek UR Firgasih dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kutai Timur.

Encek juga merupakan istri Bupati Kutai Timur Ismunandar yang ikut terjaring OTT KPK pada Kamis (2/7) lalu.

“Terkait kasus yang menimpa Ketua DPC PPP Kutai Timur Encek UR Firgasih, kami menghormati proses hukum di KPK. sesuai AD/ART PPP bahwa kader yang terjerat kasus di KPK langsung diberhentikan dari jabatannya,” kata Wakil Sekjen DPP PPP Achmad Baidow dalam keterangan tertulisnya di Jakarta seperti dikutip dari Indonews.id, Sabtu (4/7).

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR itu mengungkapkan, kasus yang menjerat Encek UR Firgasih merupakan tanggung jawab pribadi. Dugaan praktek culas yang dilakukannya tidak ada hubungannya dengan partai.

Baca juga :  Gubernur Jabar Siap Disuntik Sinovac, Kandidat Vaksin Covid-19 China

Dia menyatakan Encek tetap memiliki hak untuk membela diri. Meski demikian, dia menegaskan, perbuatan Encek merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak ada kaitannya dengan PPP.

”Ada hak tersangka untuk melakukan pembelaan karena azas hukum kita tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah. Apa yang dilakukan Ibu Encek merupakan tanggung jawab pribadi tidak ada kaitan dengan PPP,” kata Baidowi.

PPP, lanjut dia, selalu menginstruksikan kadernya untuk tidak melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

“Bahkan setiap bimbingan teknis selalu ada materi antikorupsi dari KPK,” ujar dia.

Dia juga mengatakan bahwa sikap partainya itu agar pihak yang terjerat perkara rasuah bisa fokus untuk menghadapi kasus yang menimpanya hingga inkrah.

Baca juga :  Jokowi Akui Angka Kematian Covid-19 di Indonesia Lampaui Rata-Rata Dunia

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, KPK melakukan OTT kepada Bupati Kutai Timur, Ismunandar pada Kamis (2/7). 7 orang ditetapkan sebagi tersangka dalam OTT ini.

Bupati Kutai Timur Ismunandar dan Ketua DPRD Kutai Timur Encek Unguria ditetapkan menerima suap dan gratifikasi sepanjang 2019-2020. Nilai uang yang disalurkan dari pihak swasta mencapa miliaran rupiah.

Tiga pejabat Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga terseret dalam kasus ini. Mereka ialah Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutai Timur Musyaffa, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Suriansyah, dan Kepala Dinas PU Kutai Timur Aswandini. Dua orang pemberi suap berasal dari kontraktor proyek bernama Aditya Maharani dan Deky Aryanto.(Ins)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gempa 6,1 SR Guncang Manokwari
apahabar.com

Nasional

NU Rekomendasikan Bisnis MLM Haram
apahabar.com

Nasional

Situng KPU 67,28%: Jokowi-Ma’ruf 56,25%, Prabowo-Sandi 43,75%
apahabar.com

Nasional

Ani Yudhoyono Dapat Donor Sumsum Tulang Belakang, Siapa Pendonor Itu?

Nasional

Dua ABK Negatif Corona di Kotabaru 3 Kali Singgah di China
apahabar.com

Nasional

Hari Ini, Kalsel Urutan Empat Terbanyak Sumbang Kasus Baru Covid-19 di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Empat Warga Meninggal Pascademo Anarkis di Jayapura
apahabar.com

Nasional

Malam Hari, Sebaiknya Matikan Komputer atau Tidak?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com